Baru Selesai Dibangun Rusak, Komisi C Sidak Taman Ajak Pengembang

0
613
CEK LANGSUNG: Ketua Komisi C DPRD Pati, Awi (yang memegang pagar) sedang mengamati fasilitas Taman Stasiun Puri bersama pengembang Jumat (12/1). (IBNU MUNTAHA/LINGKAR JATENG)

Berjanji Tata Lokasi Parkir untuk Pengunjung

KOTA  – Keberadaan Taman Stasiun Puri tengah mendapat sorotan dari sejumlah pihak. Kemarin, Ketua Komisi C DPRD Pati, Awi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di fasilitas taman tersebut bersama pihak terkait.

Sebelumnya diberitakan, Taman Stasiun Puri baru beberapa pekan diresmikan, namun ada sejumlah fasilitasnya yang sudah mulai rusak. Seperti matinya lampu, yang membuat keindahan taman berkurang.

”Sesuai janji kami sebagai wakil rakyat, komisi C punya tanggung jawab ketika ada masyarakat yang menyampaikan permasalahan. Ini langsung kami tindak lanjuti. Untuk permasalahan ini, kami sidak bersama pihak pengembang dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU),” jelasnya Jumat (12/1).

Karena taman ini baru diresmikan kata Awi, selama enam bulan masih tanggung jawab pihak pengembang. Jadi, pada sidak kali ini, pihaknya juga mengajak pengembangnya langsung.

”Tetapi, setelah kami lakukan survei. Ternyata tidak terjadi permasalahan, semua fasilitas berjalan lancar,” urainya.

Taman ini lanjutnya, merupakan monumen untuk memperindah kota. Pihaknya juga berpesan, agar masyarakat ketika ingin berswa foto atau lainnya berhati-hati. Terkait lokasi parkir, nanti akan dilakukan penataan lagi bersama pihak terkait.

”Sebab, taman ini hanya berfungsi untuk memperindah kota, bukan taman hiburan,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, penanggung  jawab proyek tersebut dari CV. Rahmawati, Danu Ariyanto menjelaskan, ketika ada lampu atau fasilitas yang tidak berfungsi, akan segera dilakukan perbaikan. Sebab, selama 6 bulan atau sampai Bulan Juni, monumen ini masih tanggung jawabnya.

”Kami selalu memantau lewat CCTV, yang ada pada taman ini lewat jaringan internet. Jadi ketika ada kerusakan atau mal fungsi kami langsung bisa melakukan perbaikan,” bebernya.

Untuk jam atraksi jelasnya, hanya berlaku Jum’at, Sabtu, Minggu dimulai Pukul 18.00 hingga 22.00. untuk hari biasa, masyarakat hanya bisa menikmati air mancur statis saja. Untuk atraksi memang seluruh lampu akan hidup, tetapi ketika tidak atraksi hanya sebagian lampu yang menyala.

”Konsepnya memang hanya 3 hari saja, agar orang tidak jenuh. Jadi sudah terjadwal dan bisa terkondisi dengan baik. Disamping itu, agar fasilitas juga awet,” paparnya.

Pihaknya juga menambahkan, jika dirawat dengan baik. Fasilitas yang ada pada taman ini, mungkin bisa berfungsi secara normal selama 3 hingga 5 tahun. “Tetapi, yang namanya barang elektronik, kami tidak bisa menjamin. Yang terpenting, kami sudah menyajikan komponen yang terbaik,” tandasnya. (aha/one)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here