Distribusi Air Keruh, DPRD Soroti PDAM

0
393
SIDAK : Anggota Komisi B DPRD Rembang melakukan inspeksi dadakan di Dukuh Pentil Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori, Rembang Kamis (1/2). (ARIF SYAEFUDIN/LINGKR JATENG)

REMBANG – Komisi B DPRD Kabupaten Rembang mulai menyoroti kinerja PDAM yang dianggap perlu untuk diperbaiki. Hal tersebut menanggapi kejadian kondisi air yang sangat keruh yang terjadi di Dukuh Pentil Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori, Rembang.

Anggota komisi B DPRD Rembang, Yudianto mengaku akan segera memanggil Direktur PDAM Rembang. Diharapkan panggilan tersebut bisa segera dipenuhi oleh yang bersangkutan dalam jangka dekat ini.

Menurutnya, kondisi air distribusi PDAM sesuai keluhan warga di Dukuh Pentil Desa Gunungsari memang jauh dari kata layak pakai. Warnanya keruh, berbau seperti campuran obat pemutih pakaian. Dikhawatirkan kondisi tersebut berbahaya bagi kesehatan konsumennya.

“Tadi saya sudah ditunjukkan oleh beberapa warga kondisi air PDAM yang keruh dan berbau seperti obat pemutih. Memang kondisi keruhnya tidak terjadi setiap hari. Kendati demikian kondisi itu tentunya membahayakan kesehatan bagi konsumen sehingga harus segera diatasi,” jelasnya.

Kepala Desa Gunungsari, Bambang Supriyanto membenarkan kondisi keruhnya air PDAM di wilayahnya tersebut. Bahkan kondisi semacam itu terjadi hampir merata di 100 pelanggan PDAM di Desa Gunungsari.

“Kadang keruh, kadang tidak. Kondisi itu terjadi sekitar 2 tahun terakhir. Ya kayak air yang ada di got ini warnanya,” katanya.

Menurutnya kondisi tersebut jelas merugikan para pelanggan PDAM di Desanya. Terlebih atas kondisi keruhnya air yang keluar, akan mempengaruhi secara langsung biaya yang harus dikeluarkan warga. Semakin keruh airnya, akan semakin banyak biaya yang dikeluarkan warga.

“Satu bulannya kita rata-rata membayar sekitaran Rp 100 hingga Rp 115 ribu. Dan itu tergantung keruh tidaknya. Jika keruh, maka saya menyaring atau membuang (keruhan). Sehingga kita akan bisa membuang buang air, kalau tidak keruh kan otomatis irit bisa langsung dikonsumsi,” pungkasnya. (mg3/one)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here