Janjikan Rp 7 Juta Perbulan hingga Tolak Terima Fee Proyek

0
225
DEMOKRASI: Seorangw arga melintas di depan spanduk salah satu bakal calon bupati dan wakil bupati yang akan maju dari jalur independen kemarin. (ARIF SYAEFUDIN/LINGKAR JATENG)

Bakal Calon Bupati-Wakil Bupati Rembang 2020

REMBANG – Sejumlah nama mulai bermunculan mengajukan diri sebagai bakal calon Bupati dan bakal calon wakil Bupati Rembang. Padahal, pemilihan Bupati (Pilbup) sendiri masih lama akan digelar yakni Septemper 2020 mendatang.

Di sekitaran jalan protokol Rembang sudah terpasang banner dengan gambar foto dua orang lengkap dengan tulisan “Wayahe Ngancani Rakyat Cah Kene Dewe. Bacabup/Bacawabup jalur independent”.

Ada pula sosok lainnya, yang sudah berani mendeklarasikan diri siap menjadi Bupati Rembang. Tak main-main, ia pun mengaku siap membuat pakta integritas yang salah satu satunya berisi tentang janji untuk tidak menerima fee proyek apapun kepada dirinya pribadi atau keluarganya.

Karyono, salah satu bakal calon bupati (bacabup) mengaku sengaja membuat pakta integritas tersebut dalam rangka menghadapi Pilkada Rembang yang akan datang. Ia menyebut selama ni perkembangan Rembang hanya berhenti di satu titik, sehingga ia menginginkan perubahan total.

“Salah satunya, saya kepingin mengedepankan seorang pemimpin yang bersih dari uang fee proyek, fee apa segala macem ya. Disitu baru kita bisa membangun. Kalau dalam otak seorang pemimpin tidak diribeti dengan pikiran uang fee proyek atau apa itu, kita bisa fokus mikir buat rakyat,” kata Karyono.

Karyono sendiri mengaku, jika tak ada partai yang mau mendampinginya, ia siap maju Pilbup lewat jalur independen. Terkait persyaratan jalur independent yakni pengumpulan e-KTP warga, ia pun optimis mampu mengumpulkan 300 ribu jumlahnya.

Berbeda dengan Karyono, Suparno juga telah mendeklarasikan diri sebagai Bacabup dalam sebuah banner yang sudah terpasang di sejumlah temapt di wilayah Rembang kota. Ia mengaku jika nantinya resmi maju dalam kontestasi tersebut, memiliki program santunan Rp 7 juta untuk warga kurang mampu.

“Saya ini memang tidak punya harta, tapi saya punya tekad. Ketika saya melihat ada warga yang susah, sakit atau bahkan meninggal. Negara ini harus hadir disana. Hadirnya dimana, akan kami programkan Rp 7 juta untuk setiap warga yang susah,” katanya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang, M Ika Iqbal Fahmi menyebut sampai saat ini tahapan Pemilihan Bupati dan wakil Bupati Rembang masih belum direncanakan. Diperkirakan, perencanaan baru akan dilakukan akhir 2019 mendatang.

“Yang jelas pelaksanaannya bulan September 2020. Akhir tahun ini sudah mulai perencanaan tahapan. Artinya kemungkinan besar mulai tahapan baru akan dimulai awal 2020 yang akan datang,” jelasnya. (mg3/lut)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here