Sabtu, Agustus 15, 2020
Beranda Karesidenan Semarang Kota Semarang Pengendalian WPS Dikawatirkan Tak Terkendali

Pengendalian WPS Dikawatirkan Tak Terkendali

Dampak Penutupan Sunan Kuning

SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menggelar sosialisasi penutupan lokalisasi Sunan Kuning (SK) di Balai Pertemuan Kelurahan Kalibanteng Kulon, Semarang Selasa (18/6) malam. Kegiatan itu dihadiri wanita pekerja seks (WPS), pemilik karaoke, Ketua RT dan RW di wilayah setempat.

Dalam pertemuan tersebut Pemkot diwakili Satpol PP dan Dinas Sosial Kota Semarang.  Terkait rencana penutupan tempat lokalisasi pertengahan Agustus nanti, mendapat respon penolakan dari beberapa mucikari. Apalagi, pesangon yang dijanjikan oleh pemerintah kepada WPS sebesar Rp 5 juta dirasa belum cukup.

Salah satu mucikari SK Lia,56, mengatakan, jumlah pesangon yang akan diberikan pemerintah kepada WPS tidak sepadan dengan resiko nasib para pekerja setelah penggusuran. Ditambah dengan image di lingkungan masyarakat yang kurang baik membuatnya ragu bagaimana nasib para pekerja setelah lokalisasi ini digusur

“Kebanyakan dari WPS mempunyai pendidikan yang rendah. Hal itu membuat para pekerja bingung. Tidak mudah seorang mantan WPS mendapatkan pekerjaan lain,” jelasnya.

Menurutnya, penggusuran Sunan Kuning akan membuat WPS semakin tidak terkendali. Hal itu dikarenakan tidak ada tempat yang legal untuk dijadikan lokalisasi. “Nanti Kota Semarang malah semakin kotor mas. Banyak WPS ilegal yang berada di jalan-jalan sekitar Semarang. Tentunya hal tersebut malah membuat image Kota Semarang semakin buruk,” paparnya.

BACA JUGA:  Mobil Pengantin Gratis Menggunakan Mobil Dinas Wali Kota Semarang

Ia mengaku, belum siap jika SK akan digusur. Hal itu disebabkan banyak tanggung jawab dipikul terutama untuk menyekolahkan anak-anaknya. Menurutnya, bagi sebagian penguin, SK tidak hanya dijadikan sebagai tempat lokalisasi, namun juga tempat untuk berjualan baju dan juga makanan. “Saya berharap agar pemerintah dapat bijak. Ini menyangkut kepentingan orang banyak. Kalau digusur malah membuat Kota Semarang semakin kotor karena nantinya akan banyak WPS yang ada di jalan,” ucapnya.(mg2/lut)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer

Peran Penting Keluarga dalam Melakukan Perawatan Paliatif di Rumah serta Pemanfaatan Teknologi Informasi Masa Kini dalam Perawatan Paliatif

*Oleh : Ayuk Cucuk Iskandar, S.Kep., Ns dan Fitri Arofiati, S.Kep., MAN., Ph.D A. Latar Belakang Perawatan paliatif adalah perawatan yang berpusat pada pasien dan keluarga...

Gunungkidul Masih Menggunakan Metode Belajar Daring

GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, belum bisa menerapkan sistem belajar tatap muka pada masa pandemi Covid-19 saat ini. Hal ini karena masih dilakukan pemetaan potensi...

Dosen Sekolah Vokasi Undip Bantu Kembangkan UMKM

PEMALANG - Dosen Sekolah Vokasi Undip yang tergabung dalam Tim Pengabdian Kepada Masyarakat memberikan pendampingan untuk membantu pengembangan hasil produksi para pelaku usaha kecil...

Alun – alun Simpang Tujuh Kudus jadi Pilihan Warga Berolahraga di Pagi Hari

KUDUS – Alun – alun Simpang Tujuh Kudus dimanfaatkan warga sekitar untuk berolahraga di pagi hari.  Fisik juga harus tetap bugar supaya bisa memperkuat sistem...

PSIS Semarang Tetap Bermarkas di Stadion Citarum

SEMARANG - Manajemen PSIS Semarang telah memutuskan akan tetap bermarkas di Stadion Citarum. Guna menjalani lanjutan Liga 1 Indonesia yang digelar mulai 1 Oktober mendatang. Manajer PSIS...

Pemulung Spesialis Pembobol Rumah Kosong

SEMARANG - Polsek Semarang Tengah, Kota Semarang, meringkus seorang pemulung yang merupakan pelaku pencurian dengan spesialisasi pembobol rumah. Ia selalu menargetkan rumah yang ditinggal pemiliknya. Kapolsek...

Siap Tindak Tegas Aksi Intoleran dan Premanisme

SOLO - Kepala Polres Kota Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menegaskan polisi tidak akan memberikan tempat dan siap menindak tegas terhadap aksi kelompok intoleran...

Bupati Pemalang Ingatkan Jaga Kebersihan Objek Wisata

PEMALANG – Bupati Pemalang, Junaedi, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pemalang, belum lama ini mengunjungi Dermaga Cinta, salah satu wahana yang menjadi andalan objek wisata Pantai...

Bupati Jepara, Dian Kristiandi Minta Segera Buka Kembali Karimunjawa

JEPARA – Bupati Jepara, Dian Kristiandi meminta, Kapolda Jateng ikut mendorong gubernur. Untuk bisa membuka kembali pariwisata di Kepulauan Karimunjawa. Hal ini disampaikan oleh Bupati,...

Pencegahan Klaster Penyebaran Virus Corona di Pondok Pesantren

SEMARANG - Bupati Semarang H Mundjirin merasa prihatin terjadinya klaster penyebaran virus corona di pondok pesantren di wilayah pantura Jawa Tengah. Kondisi itu diharapkan...