Peluang Industri Pengolahan Kopi masih Besar

oleh -
PANEN: Tim penilai dari Kemendagri meninjau kebun kopi saat penilaian lomba desa tingkat nasional di Desa Giyono, Jumo, Temanggung belum lama ini. (ANTARA/LINGKAR JATENG)

– Peluang pengembangan industri pengolahan kopi di dalam negari masih cukup besar. Karena potensi konsumsi kopi besar dan permintaan kopi dunia terus menanjak.

“Pertumbuhan kelas menengah dan pengembangan gaya hidup masyarakat Indonesia terus mendorong pengembangan produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata 7 persen per tahun,” kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng Suryo Banendro pada festival syukuran panan kopi bhumi phala di Desa Muncar, Kecamatan Gemawang, .

Lowongan diskominfo kudus

Ia menyebutkan, Indonesia menjadi negara penghasil kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brasil dan Vietnam. Dengan produksi rata-rata 685.000 ton per tahun atau 8,9 persen dari produksi kopi dunia.

“Untuk meningkatkan nilai tambah maka industri olahan baik industri besar, menengah, maupun kecil mesti dipacu dan didukung oleh pemerintah dan masyarakat. Saat ini sudah ada 11 kopi di Indonesia yang mempunyai indikasi geografis (IG) termasuk kopi robusta ,” urainya.

Ia memaparkan, saat ini hampir semua kabupaten/kota memiliki usaha budi daya dan kopi olahan seperti , , Pati, Kudus, termasuk Temanggung. “Saya berharap ke depan kopi Muncar Temanggung juga mendunia,” tuturnya.

Menurut dia kebiasaan minum kopi sudah menjadi gaya hidup bukan hanya orang tua tetapi juga anak-anak muda yang nongkrong sambil minum kopi. Oleh karena itu pihaknya berharap eksistensi pengolahan kopi yang ada di masyarakat untuk terus dijaga kualitasnya. “Petani jangan terjebak masalah budi daya saja, tetapi pascapanen, kemasan dan olahan termasuk manajemen yang harus dikuasai,” bebernya.(ara/lut)