Loading

wait a moment

Tak Urus Akta Kematian, Begini Dampaknya

KUDUS Akta Kematian adalah salah satu dokumen kependudukan penting bagi pemerintah dan ahli waris. Namun, hal tersebut tidak disadari beberapa masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kudus.

Kepala Bagian PIAK dan PD Disdukcapil Kudus Busono mengatakan permohonan akta kematian termasuk rendah dibandingkan dengan permohonan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil lainnya. Padahal, akta kematian adalah salah satu dokumen yang sangat penting bagi pemerintah pusat maupun daerah, serta sangat penting bagi ahli waris sendiri.

“Rancangan anggaran dan kebijakan pemerintah berdasarkan jumlah penduduk. Semakin tinggi jumlah penduduknya semakin besar juga anggarannya. Permohonan akta kematian dapat memperbarui dan membuat database semakin valid. Dan tentunya anggaran maupun kebijakan semakin tepat sasaran” ujarnya.

Selain itu, apabila akta kematian tidak diurus, ahli waris akan mengalami kesulitan dalam mengurus dokumen lainnya. Seperti perubahan status menjadi cerai mati, pembagian warisan, klaim asuransi serta mengurus dana pensiun janda atau duda.

“Tidak hanya itu, ahli waris juga akan terus ditarik iuran bpjs selama belum mengurus akta kematian,” ujarnya.

Padahal, pihaknya telah membuat inovasi untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus akta kematian. Inovasi tersebut bernama Wasalam (wafat sehari langsung mendapatkan akta kematian). Selain dapat mengurus di kantor Disdukcapil, warga juga dapat mengurus di Kantor Desa.

“Kami ada grup WhatAppdesa se-Kabupaten Kudus. Dan kami manfaatkan salah satunya sebagai pelayanan Admibduk,” kata Putut Winarno selaku Sekretaris Disdukcapil Kudus.

Putut berharap dengan berharganya Akta Kematian dan mudahnya prosedur pelayanan Disdukcapil, masyarakat akan semakin sadar akan pentingnya dokumen kependudukan dan mau untuk mengurusnya. (adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *