Banjir Pengunjung, Kudus Ekspo Ditarget Rp 1 Miliar

0
37
MENGUNJUNGI STAN: Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Kudus Mawar Hartopo bersama Sekda Kudus dan sejumlah pejabat lain tertarik mengunjungi salah satu stan Kudus Ekspo belum lama ini.(NILA NISWATUL CHUSNA /LINGKAR JATENG)

KUDUS – Ajang pameran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dikenal dengan istilah Kudus Ekspo, kembali digelar di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Dibuka sejak Jumat (11/10) malam, even dari Dinas Ketenagakerjaan, Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnakerperinkop dan UKM) Kabupaten itu banjir pengunjung.

Berbagai macam produk hasil industri kecil ,enengah (IKM) di Kudus dipamerkan selama lima hari atau hingga Selasa (15/10). Antara lain produk industri kreatif, seperti batik dan bordir Kudus, lalu produk teknologi, busana hingga kuliner tersedia lengkap di sana.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Sam’ani Intakoris yang hadir membuka pameran mewakili Plt. Bupati Kudus, HM Hartopo mengatakan, Kudus Ekspo ini selaras dengan progam Pembinaan 500 Wirausahawan Baru yang digalakkan oleh Disnakerperinkop dan UKM. Dimana, lulusan pembinaan wirausahawan baru akan dibekali modal senilai Rp 10 juta untuk mengembangkan usahanya. Kemudian Kudus Ekspo ini menjadi wadah mereka untuk mengenalkan dan memasarkan produknya.

“Ini jadi progam berkelanjutan dari Pemkab dalam menurunkan angka pengangguran di Kudus,” lanjutnya.

Kepala Disnakerperinkop dan UKM Kabupaten Kudus Bambang Tri Waluyo menyampaikan, pelaksanaan ekspo ini ditujukan memberikan fasilitas untuk meningkatkan akses pasar ke jejaring lebih luas. Kegiatan ini dimeriahkan sebanyak 60 pelaku IKM binaan Disnakerperinkop dan UKM 2018 dan 2019.

“Untuk kegiatan ini, Pemkab Kudus mengucurkan dana sebesar Rp 3 miliar, bagi para pelaku IKM binaan di tahun 2018 dan 2019,” ungkapnya.

Selain pameran produk IKM, dinasnya juga menggelar bursa kerja di lokasi yang sama. Bekerjasama dengan sejumlah perusahaan, keberadaan bursa kerja ini diharapkan dapat menekan angka pengangguran di Kudus.

“Saya berharap ke depan, di Kudus tidak ada pengangguran. Karena setiap tiga bulan sekali, kita gelar bursa kerja. Bahkan kita lakukan penjaringan di tingkat SMA/MA/SMK,” lanjutnya.

Pihaknya juga menargetkan, nilai transaksi pada pameran selama lima hari itu bisa mencapai Rp1 miliar lebih.

“Jika pameran sebelumnya bisa mencapai Rp1 miliar, tahun ini tentunya harus bisa lebih dari jumlah tersebut,” imbuh Bambang.

Mawar Hartopo yang hadir mewakili TP PKK Kabupaten Kudus menilai, kegiatan ini memiliki dampak yang luar biasa dalam mendorong perekonomian masyarakat. Utamanya mendorong kaum wanita, turut meramaikan dunia UMKM di Kudus.

“Di PKK kita punya progam UP2K, yang kita maksimalkan untuk mencetak perempuan yang kreatif dan mandiri. Melalui kegiatan ini, saya berharap banyak perempuan yang tergerak untuk merambah dan mengembangkan diri di dunia industri kreatif,” pungkas dia. (ila/mam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here