Tingkatkan Kemampuan Penyuluh Lapangan, Gelar Sekolah Iklim

oleh -
PEMBUKAAN: Dari kanan Harry Tirto Djatmiko, Kepala Bidang Diseminasi, Informasi, Iklim dan Kualitas Udara BMKG dan Kepala Stasiun Klimatologi Klas I BMKG Kota Semarang, Tuban Wiyoso saat membukan SLI Tahap II belum lama ini.(MG5/LINGKAR JATENG)

SEMARANG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika () menggelar Sekolah Lapang Iklim (SLI) tahap II yang diselenggarakan di Hotel Dafam Semarang, Rabu (9/10). Kegiatan itu digelar guna meningkatkan literasi iklim dan diseminasi informasi iklim untuk pertanian. 

Dalam kesempatan itu mengangkat tema meningkatkan Kemampuan Petugas Penyuluh Lapang dalam Mengantisipasi .

Kepala Bidang Diseminasi, Informasi, Iklim dan Kualitas Udara , Harry Tirto Djatmiko mengatakan, SLI menggunakan metode belajar sambil praktik. Dengan ini ingin menyosialisasikan pentingnya informasi iklim dalam mendukung kegiatan pertanian di Indonesia

“Tujuan diadakanya SLI ini , untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas penyuluh lapangan dalam memanfaatkan informasi iklim di wilayah kerja guna melakukan antisipasi dampak fenomena iklim ekstrem,” katanya.

Dari kegiatan SLI tersebut petugas penyuluh lapangan diharapkan menyalurkan ilmunya kepada para petani di Jawa Tengah.

“Informasi curah hujan ini yang dibutuhkan untuk dinas pertanian dan perkebunan.  Kondisi itu berpengaruh pada kalender tanam saat ini,” imbuhnya.

Kepala Stasiun Klimatologi Klas I BMKG Kota Semarang, Tuban Wiyoso mengatakan, awal di Jawa Tengah secara umum di prediksi terjadi pada awal November.

“Umumnya di Jawa Tengah masuk itu November. Tetapi, ada beberapa daerah di Oktober sudah masuk awal musim. Khusunya wilayah pegunungan mulai Wonosobo bagian barat, Banyumas, Banjarnegara, Cilacap, Pekalongan, Tegal, Pemalang, dan Brebes sudah mulai hujan,” ujarnya. 

SLI tahap II itu diikuti oleh 25 peserta terdiri dari 22 orang penyuluh pertanian lapangan dari 13 kabupaten kota di Jateng, 1 staf Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Pemali Jratun, 1 staf Dinas Lingkungan Hidup, dan Kehutanan Jateng, dan 1 orang staf Balai Taman Nasional Gunung Merbabu.(mg5/lut)