Meski Ada Pompa, Rob Masih Jadi Momok Kaligawe-Genuk

oleh -
Rob yang terjadi di wilayah Kecamatan Genuk
MACET: Rob yang terjadi di wilayah Kecamatan Genuk, Kota Semarang membuat kendaraan memperlambat lajunya Selasa (21/1). (MUHAMMAD FATHONI/LINGKAR JATENG)

 

Daerah hingga Genuk menjadi salah satu tempat yang menjadi langganan rob di Kota . Meskipun pemerintah setempat sudah berupaya menanggulanginya dengan pengadaan pompa, namun rob masih jadi momok tiap kali hujan turun.

Berdasarkan panatauan Lingkar Jateng hari Selasa (21/1) lalu, rob kembali terjadi. Kendati jam sudah menunjukkan pukul 09.30, mengakibatkan tersendatnya arus lalu lintas di sepanjang 1 kilometer dari depan Polsek Genuk hingga pertigaan Genuk.

Kemacetan tersebut dikarenakan kendaraan memperlambat laju mereka untuk menghindari setinggi kurang lebih 30 sentimeter. Banyak kendaraan pribadi roda 2 dan 4 yang beralih ke ruas yang tidak memiliki genangan tinggi.

Selain itu, banyaknya lubang di Jalan Raya tersebut dapat membahayakan para pengendara ketika melaju. Kendaraan bisa terperosok ke lubang jalan yang tertutup dengan genangan air. Terlebih jika malam hari, keterbatasan penglihatan bisa lebih berbahaya lagi.

Sementara itu, lamanya proses penyurutan rob tersebut juga diperparah dengan tidak berfungsinya pompa air di salah satu titik penempatan. Pompa air yang ditempatkan di pinggir jalan tidak berfungsi ketika Lingkar Jateng melewatinya.

yang sudah menjadi langganan setiap tahun, seharusnya bisa ditemukan solusi terbaik oleh pemerintah. Sehingga masyarakat tidak perlu resah, tiap kali musim hujan. Selain itu juga banyak rumah maupun kios yang tertempelkan tulisan dikontrakkan atau di jual oleh pemiliknya. Kondisi demikian membuat sepekulasi jika wilayah itu sudah tidak dapat dijadikan tempat tinggal atau membuat usaha.

Karyati, 45, salah satu pengguna jalan yang dijumpai Lingkar Jateng mengaku, kondisi rob tahun ini tidak separah sebelumnya. Meski begitu, ia berharap Pemkot fokus dan memprioritaskan solusi terhadap kondisi wilayah hingga Genuk. ”Kan kondisi ini setiap tahun. Mohon pemerintah segera mengatasi permasalahan ini, agar tidak berlarut-larut,” ungkap Karyati.(cr1/one)