Jumat, Oktober 30, 2020
Beranda Wisata Rumah Atsiri, Bekas Pabrik yang Disulap Jadi Wisata Cantik di Karanganyar

Rumah Atsiri, Bekas Pabrik yang Disulap Jadi Wisata Cantik di Karanganyar

KARANGANYAR – Pabrik penyulingan minyak asiri bernama Citronella di Karanganyar, Jawa Tengah dulunya dibangun oleh Presiden Soekarno. Pabrik ini dibangun di tahun 1963, hampir seumuran dengan Stadion Gelora Bung Karno (GBK).

Kini bekas pabrik tersebut disulap menjadi tempat wisata kekinian, bernama Rumah Atsiri. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memamerkan keindahan destinasi wisata di Karanganyar ini dalam akun Twitter-nya, Rabu (19/2). Taman ini bukan cuma cantik, namun juga jadi peninggalan dari presiden pertama RI, Soekarno.

Rumah Atsiri adalah tempat wisata di di Desa Plumbon, Tawangmangu, Karanganyar. Dikenalkan sebagai wisata kesehatan, tempat ini menjadi penghasil produk-produk tanaman aromatik.

Fungsi dari tanaman aromatik sendiri sangat beragam, mulai dari relaksasi sampai membantu pengobatan. Taman Atsiri memiliki 80 jenis tanaman asiri seperti lavender, serai, pala, cengkeh, mawar dan kenanga.

Pabrik ini diberi nama Citronella. Saat itu Bulgaria menjadi negara penghasil minyak mawar terbaik dunia. Sehingga Bung Karno berambisi untuk membuat Citronella jadi yang terbesar di ASEAN.

Dasar pemikiran Presiden Soekarno adalah kekayaan Indonesia dengan tanaman aromatik. Indonesia harusnya bisa bersaing dengan Bulgaria. Citronella pun dibangun dengan kerja sama dengan Bulgaria.

Ada alasan mendasar mengapa Tawangmangu menjadi lokasi dari pabrik ini. Ternyata tanaman citronella terbaik tumbuh di Tawangmangu dan Aceh. Tawangmangu akhirnya dipilih sebagai lokasi yang tepat untuk memproduksi minyak asiri.

BACA JUGA:  Siapkan Personel Hadapi Libur Panjang

Zaman berganti, Pabrik Citronella mulai mangrak di masa orde baru. Di era Presiden Soeharto Citronella dikelola sebagai tempat penelitian. Namun karena memang difungsikan sebagai pabrik, pengelolaan pun mengalami kegagalan.

Masa kelam belum berakhir untuk Citronella. Pabrik ini kemudian dikelola oleh orang yang tak bertanggung jawab dan menjual barang-barang logam pabrik. Hasilnya, kini hanya ada beberapa alat termasuk pencacah yang tersisa dari zaman Bung Karno.

Pada tahun 2015, pabrik ini kembali berpindah tangan ke PT Rumah Atsiri Indonesia. Disulap menjadi tempat wisata kekinian, namun bangunan pabrik Citronella tetap dibiarkan tetap ada.

Rumah Atsiri sengaja membedakan bangunan baru dan lama karena prinsip konservasi. Bangunan baru sengaja dicocokkan dengan pabrik yang berbahan dasar beton. Hasilnya dua bangunan ini tetap serasi meski ada perbedaan usia.

Sudah beroperasi sejak Mei 2018, Rumah Atsiri bisa memberikan eduwisata tentang minyak citronella. Untuk yang mau berkeliling taman bisa mengikuti tur yang tersedia di akhir pekan.

Rumah Atsiri memiliki sejumlah taman dengan wangi berbeda. Rumah Atsiri buka setiap hari pukul 10.00-17.00 WIB. Kalau kata Ganjar, wajib ke sini jika liburan di Karanganyar.

Sumber: Detik.com

Berita Populer

Antisipasi Bencana, Pemkab Kudus Lakukan Apel Siaga

KUDUS - Memasuki musim hujan, segala bentuk antisipasi bencana mulai dilakukan oleh Pemkab Kudus. Personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas PUPR, Dishub,...

32 Desa Tergenang Banjir

KEBUMEN - Intensitas hujan yang tinggi sejak, Minggu (25/10) hingga, Selasa (27/10) membuat 32 Desa di Kebumen terendam banjir.  Kondisi ini tentu menimbulkan keprihatinan mengingat...

Jateng Siap Antisipasi Bencana dan Libur Panjang

SEMARANG - Tim Gabungan Kesiapsiagaan Bencana di Jawa Tengah siap mengantisipasi dan menangani bencana sekaligus menghadapi libur panjang 28 Oktober - 1 November 2020. Hal...

PT Angkasa Pura I Layangkan Surat Edaran Larangan Menerbangkan Layang-Layang

KULON PROGO - PT Angkasa Pura I melayangkan surat edaran kepada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, tentang larangan...

Bagikan Masker Pada Jamaah Masjid

DEMAK – Pemerintah Kabupaten Demak terus melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Untuk mencegah klaster Covid-19 di tempat ibadah, Gugus Tugas melalui Satuan Penegak Disiplin Protokol...

Plt Bupati Resmikan “Manuto Ya Mas”

KUDUS - Kualitas pelayanan kepada masyarakat terhadap fasilitas kesehatan menjadi prioritas pihak RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. Oleh karena itu, rumah sakit milik Pemerintah Daerah...

Penemu Buku Peninggalan Nitisemito Kirim Surat Kepada Museum Kretek Kudus

KUDUS - Penemu tiga buku peninggalan Raja Kretek asal Kudus Nitisemito mengirim surat kepada Museum Kretek Kudus. Buku tersebut telah dikirimkan ke Museum Kretek oleh penemunya...

Dukung Petani Kopi Berkembang

KUDUS – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus, H.M. Hartopo, bersama jajarannya melakukan kunjungan ke destinasi wisata yang berada di Desa Japan, Kecamatan Dawe, belum...

Angkat Potensi Wisata Lokal

KUDUS – Jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengunjungi wisata Air Tiga Rasa atau Rejenu di Desa Japan, Kecamatan Dawe, akhir pekan lalu. Desa yang berjarak...

Gamelan Karawitan, Sarana Menjaga Hubungan Bilateral

YOGYAKARTA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menghadiri Puncak Festival Budaya Karawitan Internasional di Bangsal Pagelaran, Keraton Yogyakarta, baru-baru ini, Festival tersebut...