Klaten Bakal Punya Tempat Wisata Baru, Bungker Pabrik Gula Cokro

  • Bagikan
Bungker
Ilustrasi gambar bungker

KLATEN – Penemuan bungker di Desa Cokro, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jateng seolah membawa berkah. Warga sekitar mulai merenovasi bungker tersebut untuk dijadikan obyek wisata baru.

“Sekitar 30-40 tahun yang lalu kan bungker ini sepertinya tidak ada yang memasuki. Oleh karena itu, atas inisiasi sejumlah warga, tepatnya pada tanggal 25 November 2019 kami mulai membahas untuk mengeksplorasi keberadaan bungker ini,” kata salah satu inisiator sekaligus tokoh masyarakat Danang Heri Subiantoro, Selasa (21/1).

Dia mengatakan pada saat itu dia mengajak beberapa warga untuk menengok mulut bungker yang sudah tertutupi oleh lumpur. “Tepatnya pada 1 Desember kami sepakat untuk masuk. Pada saat itu kami masuk dengan cara merangkak karena memang isi dari bungker ini hampir seluruhnya endapan lumpur. Sejak itu kami langsung membersihkan lumpur-lumpur ini,” katanya.

Total ada sekitar 10 truk lumpur yang dikeluarkan. Proses pengeluaran lumpur dilakukan secara gotong-royong oleh warga. Usai pembersihan, diketahui bungker memiliki tinggi sekitar 2 meter dan lebar 1,9 meter.

“Kami juga baru membersihkan sekitar 100 meter. Kalau perkiraannya panjang bungker ini sekitar 900 meter, tetapi kan ini bercabang ya, jadi ada beberapa ujung,” katanya.

BACA JUGA:  Pemkab Kudus Gencarkan Promosi untuk Bangkitkan Sektor Wisata

Warga juga sudah melaporkan keberadaan bungker kepada Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Klaten. Menurut dia, masing-masing sudah mengirimkan perwakilan untuk melihat secara langsung keberadaan bungker.

“Termasuk kelurahan, kecamatan, dan Dandim juga sudah datang. Kami belum tahu arahan dari Pemkab seperti apa, kemungkinan akan dibentuk Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata),” katanya.

Terkait dengan renovasi, saat ini pihaknya masih mengandalkan swadaya. Ia berharap ke depan akan makin banyak pihak yang mau untuk terlibat, di antaranya pendanaan dari Pemerintah Kabupaten Klaten dan dana CSR dari perusahaan swasta.

“Meski demikian, kami ingin bungker ini tetap dikelola warga agar bisa meningkatkan taraf perekonomian masyarakat setempat,” katanya.

Untuk target dibukanya bungker sebagai tempat wisata, pihaknya belum dapat memastikan karena harus menyesuaikan dana hasil swadaya masyarakat. “Tergantung warga, kalau saat ini kami baru membuat pintu masuknya. Ini baru kami buat tangga untuk pengunjung agar bisa mengakses bungker,” katanya.

Ia mengatakan nantinya bungker tersebut akan dinamai Bunker Pabrik Gula Cokro atau De Suikerfebriek Tjokro Toeloong Abad-18.

Sumber: Republika.co.id

  • Bagikan