Dandim Kudus: TMMD Tetap Jalan di Tengah Merebaknya Corona

oleh
MENJELASKAN: Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Arm Irwansyah menjelaskan kegiatan-kegiatan pada program TMMD di Desa Kedungsari, Gebog Rabu (1/3).DOK LINGKAR JATENG

– Plt. Bupati HM. Hartopo bersama jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) meninjau pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) kemarin. Salah satu program yang dilaksanakan oleh TNI itu digelar di Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog.

Program tersebut digelar dalam rangka mewujudkan pembangunan untuk kemajuan suatu desa. Sasaranya tak hanya pembangunan fisik semata, namun dari aspek pembangunan karakter dan mental masyarakat juga menjadi sasaran kegiatan tersebut.

Plt Bupati HM Hartopo mengatakan, kedatangannya bersama jajaran forkopimda untuk memastikan kelancaran kegiatan tersebut. Mengingat akhir-akhir ini merebaknya wabah yang berpotensi mengganggu pelaksanaan kegiatan itu.

“TMMD merupakan kolaborasi antara TNI dan Pemerintah Daerah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Selain menyasar pembangunan fisik berupa betonisasi jalan yang menghubungkan suatu daerah, kegiatan TMMD juga memberikan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat diantaranya tentang pencegahan wabah ,” katanya.

Dandim 0722 Letkol Arm Irwansyah menjelaskan, kegiatan ini tetap berlangsung seperti biasanya, hanya kali ini pihaknya lebih mementingkan kesehatan dan keselamatan masyarakat sekitar di tengah merebaknya wabah corona yang saat ini terjadi.

“Kegiatan fisik kita jalankan seperti biasanya dan semoga selesai sesuai target yang telah ditentukan. Untuk kegiatan yang bersifat non fisik kita lakukan dengan cara mendatangi masyarakat satu per satu untuk melakukan penyuluhan dan himbauan diantaranya cara menjaga diri dan lingkungan agar terhindar dari wabah yang meresahkan ini”, ujarnya.

Diakhir acara, Pihak Kodim 0722 juga mempraktekkan cara membuat handsanitizer secara mandiri dengan beberapa racikan. Diantaranya 70% kadar alkohol yang telah ditentukan IDI, baby cologne 20%, dan aloevera 10%. Diharapkan masyarakat dapat membuat handsanitizer secara mandiri ditengah kelangkaan cairan antiseptik.(lut)