Senin, Januari 18, 2021
Beranda Karesidenan Semarang Grobogan Beralasan Cegah Penyebaran Corona, Debt Collector Masuk Desa ini bakal Diusir

Beralasan Cegah Penyebaran Corona, Debt Collector Masuk Desa ini bakal Diusir

GROBOGAN– Warga Desa Menawan, Kecamatan Klambu bersikap tegas terhadap masyarakat luar yang masuk ke desa itu. Dengan dalih mencegah penyebaran virus corona (covid-19), pendatang khusunya orang dengan pekerjaan tertentu akan diusir jika masuk ke desa tersebut.

Dari pantauan di lapangan, di beberapa lokasi di desa tersebut dipasang reklame himbauan bertuliskan debt collector, sales, pengemis, penjual keliling luar daerah, tukang rosok, peminta sumbangan, bahkan bank titil harian, dilarang masuk rumah warga di desa tersebut, guna mencegah virus yang membahayakan bagi kesehatan masuk di desa itu.

Kepala Desa Menawan Satimin menegaskan, papan reklame himbaun itu dipasag di 7 titik di wilayah desa tersebut. Terutama di akses masuk dusun atau desa, semenjak 2 hari yang lalu. Menurutnya hal itu dilakukan sebagai upaya antisipasi agar desa tersebut tidak terkena wabah corona, yang bersumber dari warga pendatang.

“Saya hanya menghimbau warga desa luar Menawan debt collector, sales, pengemis, penjual keliling luar daerah, tukang rosok, peminta sumbangan, bahkan bank titil harian jangan ke desa kami. Tapi kalau hanua lewat bisa, karena Desa Menawan akses Jalan antarkabupaten, dan Kecamatan Godong dengan Klambu,” katanya kepada lingkarjateng.com Jumat (3/4).

BACA JUGA:  Hari Bhayangkara, Bersihkan Lingkungan Masjid

Menurutnya, aturan itu juga berlaku bagi warga desa setempat yang baru pulang ke kampung halaman. Ia meminta warga untuk mengisolasikan secara mandiri selama 14 hari. Sementara dijelaskan warga desa tersebut yang merantau di Jakarta dan Bandung sekitar ada 60 orang, rata-rata bekerja sebagai kuli bangunan.

“Warga Menawan yang baru datang dari Jakarta saja juga dilakukan karantina selama 14 hari, isolasi diri. Apalagi bukan warganMenawan yang kita tidak tahu, karena corona ini tidak kelihatan,” jelasnya.

Lanjutnya, selama reklame himbauan itu dipasang, belum ada debt collector yang masuk ke rumah warga setempat. Kalaupun nantinya memang ada diminta untuk pergi.

“Selama dua hari ini belum ada warga yang lapor kecuali pedangang keliling, dan kemarin ada penjual tape kita peringatkan dan pergi ya sudah,” imbuhnya.

Semetara himbauan itu dilakukan sampai batas waktu virus corona benar-benar sudah tidak ada lagi. Selain upaya itu, pihak desa juga melakukan upaya penyemprotan disinfektan.

“Semoga sampai bulan puasa corona sudah tidak ada lagi, kita dapat melakukan puasa dengan khusyuk,” harapnya. (ori/lut)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer

Hartopo Minta Media Jaga Kode Etik

KUDUS - Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kudus, H.M. Hartopo, meminta media harus bisa menjaga kewibawaannya. Yaitu dengan menginformasikan berita yang nyata dan berimbang. Hartopo menceritakan,...

Fasilitas Taman Patih Sampun tidak Terawat

PEMALANG - Taman kota biasanya dijadikan tempat untuk duduk santai berkumpul bersama sahabat, hingga dijadikan pentas. Sayangnya, banyak taman kota di Kabupaten Pemalang yang...

Dukungan Terhadap Calon Tunggal Kapolri Terus Mengalir

SEMARANG - Dukungan terhadap calon tunggal Kapolri Komjen Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si terus mengalir. Mulai dari kalangan tokoh agama, aktivis, hingga seniman. Ketua Forum...

Belasan Nelayan Hilang Masih Dicari

JEPARA - Tim Regu Pencari dan Penolong (SAR) gabungan Jepara masih mencari belasan nelayan asal Kabupaten Batang yang dikabarkan hilang. Sebelumnya, kapal yang ditumpangi...

Gunakan Mitos untuk Jaga Lingkungan

MAGELANG - Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang memiliki cara unik untuk menjaga kelestarian lingkungan. Selain memiliki peraturan desa (perdes) yang mengatur tentang lingkungan,...

Masyarakat tak Perlu Ragu

SEMARANG – Para pejabat di Jawa Tengah telah disuntik vaksin Covid-19 tahap pertama, Kamis (14/1). Mulai dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Taj...

3 Daerah Jadi Target Pertama Vaksinasi

SEMARANG - Tiga daerah di Jawa Tengah menjadi terget pertama program vaksinasi pada 14 Januari mendatang. Tiga daerah tersebut yakni, Kota Semarang, Kota Solo...

Bupati Tegaskan Peningkatan Pelayanan Kesehatan

KUDUS – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus H.M. Hartopo menginstruksikan kepada pusat pelayanan kesehatan di Kabupaten Kudus untuk meningkatkan berbagai aspek pelayanan. Hal ini...

Diminta Tunda Penyaluran Bantuan, Ganjar: Nggak Usah!

SEMARANG - Kepala Kantor Regional VI PT POS Jateng-DIY, Arifin Muchlis membeberkan, ada sejumlah kepala daerah yang meminta dirinya untuk menunda penyaluran bantuan sosial...

Pesan Syeikh Ali Jaber: Jaga Sholat, Jaga Ummi

MATARAM - Almarhum Syeikh Ali Jaber memiliki pesan semasa masih hidup kepada keluarga, terutama kepada putra sulungya Al Hasan Ali Jaber. Pesan tersebut yaitu...