Sabtu, Januari 16, 2021
Beranda Karesidenan Surakarta Kota Surakarta Peran Lurah Mojosongo dari Wilayah Karantina hingga Bebas Corona

Peran Lurah Mojosongo dari Wilayah Karantina hingga Bebas Corona

Ikut Bagikan Nasi Bungkus, Jemput Pasien Sembuh

LINGKARJATENG.COM– Gotong royong warga Mojosongo membantu warga karantina di Kampung Kedungtungkul, Kelurahan Mojosongo, Jebres, Solo membuahkan hasil. Kampung tersebut kini dinyatakan bebas karantina. Yang membahagiakan lagi, pasien positif Covid-19 yang sempat ikut di karantina juga dinyatakan sembuh.

Hal itu tentu tak lepas dari peran aktif Lurah Mojosongo, Winarto. Berawal dari karantina mandiri yang diberlakukan keluarga ‘P’ di kampung Kedungtungkul dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP). ‘P’ seorang perempuan berusia 49 yang merupakan istri pasien Covid-19 yang dirawat di ruang isolasi RSUD dr. Moewardi, Surakarta. Karantina mandiri selama 14 hari tersebut mulai dijalankan Jumat (10/3/2020).

Situasi Kedungtungkul mencekam saat ‘P’ harus dibawa ke RSUD Moewardi pada Rabu (18/3/2020) malam. karena diketahui pernah pergi ke pasar serta ikut rewang di tempat tetangga yang punya hajat.

Sejak saat itu, jumlah warga Kedungtungkul yang dikarantina mandiri bertambah jadi 17 rumah di sekitar tempat tinggal P. Kebetulan berada di satu wilayah yang hanya memiliki satu akses keluar masuk menuju lingkungan luar.

Lurah Winarto mengakui lingkungan tempat tinggal ‘P’ kebanyakan merupakan warga miskin. Sehingga dengan adanya aturan karantina mandiri yang diperluas tersebut, membuat persoalan hidup makin besar bagi warga.

“Pada awal-awal karantina itu, masyarakat ya memang repot. Karena kebutuhan ekonomi ini susah to, mas. Kebanyakan di sana masyarakat miskin. Nek di karantina sesuk ora iso ngliwet (Kalau di karantina, besuk tidak bisa masak),’’ ujar Wiratno saat ditemui di kantor Kecamatan Jebres.

BACA JUGA:  Restorasi Loko Uap Jokowi Telan Rp 2 Miliar

Diakui Wiratno, kondisi warga yang harus karantina mandiri serba kesusahan karena tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup. Banyak yang harus keluar rumah karena ekonominya tidak tercukupi kalau hanya di dalam rumah saja.

“Kami kemarin kesusahan. Okeh sing mlayu (banyak yang keluar rumah) karena ekonominya tidak tercukupi. Akhirnya kami kolaborasi baik masjid, gereja, donatur diajak ikut menyumbang. Akhirnya dapat makan dari bantuan sosial. Kalau dapat uang dikasihkan untuk belanja. Ada yang minta gas, aqua kita berikan, sampai kas RT entek (habis), kas RW entek (habis), lari ke kelurahan. Saya ngeki ngga papa. Satu deret, 17 rumah diberi 20 dus nasi. Dari Pemkot Solo kasih bantuan. Jerone apa ra wani bukak (Isinya apa tidak berani buka). Pokoknya bantuan,’’ terang Winarto.

Saat ini, karantina mandiri di Kedungkumpul sudah dicabut oleh Pemkot Solo. Sekarang pihak kelurahan ingin mengembalikan lingkungan Kedungkumpul jadi aman dan bisa hidup normal.

“Sekarang sebagian sudah bekerja, jadi kuli bangunan, jualan nasi muter keliling, ada yang di pabrik plastik Jerapah. Sebelumnya, mau masuk pintu ngga boleh. Diawasi. Sekarang warga di sana tetap harus berperilaku sehat,’’ ujar Winarto.

Pekan lalu, Winarto menjemput ‘P’ dari RSUD Dr. Moewardi hingga sampai rumahnya. Kedatangan P disambut suka cita keluarga, tetangga dan tokoh lingkungan.

“Saya yang nganter ke rumahnya pas sembuh. Kami menyambut, biar warga seneng. Tatkala saya ngga ada disitu nanti warga takut. Kita sambut warga jingkrak-Jingkrak senang. Warga sudah terbebas,’’ ungkap Winarto.  (cr5/mhs)

Berita Populer

Penambalan Sementara, Antisipasi Banyaknya Lubang

PEMALANG - Banyaknya jalan berlubang di sepanjang jl. DI Pandjaitan menyebabkan terjadinya banyak lakalantas. Dalam menanggapi hal tersebut Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pemalang...

Hartopo Minta Media Jaga Kode Etik

KUDUS - Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kudus, H.M. Hartopo, meminta media harus bisa menjaga kewibawaannya. Yaitu dengan menginformasikan berita yang nyata dan berimbang. Hartopo menceritakan,...

Diminta Tunda Penyaluran Bantuan, Ganjar: Nggak Usah!

SEMARANG - Kepala Kantor Regional VI PT POS Jateng-DIY, Arifin Muchlis membeberkan, ada sejumlah kepala daerah yang meminta dirinya untuk menunda penyaluran bantuan sosial...

Pemprov Wajibkan CPNS Tandatangan Setia NKRI dan Antikorupsi

SEMARANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) meminta Calon Pegawai Sipil Negara (CPNS) menjaga integritas selama menjalankan tugas. Untuk memastikan hal itu, mereka...

Polda Jadikan Joglo Jateng Mitra Strategis

SEMARANG - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) menjalin kerjasama dengan Media Joglo Jateng. Kerjasama itu ditandai dengan kunjungan jajaran Bidang Humas Polda Jateng...

Dukungan Terhadap Calon Tunggal Kapolri Terus Mengalir

SEMARANG - Dukungan terhadap calon tunggal Kapolri Komjen Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si terus mengalir. Mulai dari kalangan tokoh agama, aktivis, hingga seniman. Ketua Forum...

BBWS Menindaklanjuti Pembebasan Lahan Tanggul Jebol

KUDUS – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana akan melaksanakan penguatan pembebasan lahan sungai yang membuat tanggul jebol beberapa waktu lalu. Yakni di...

Kapal Besar Tabrak Perahu, Satu Nelayan Hilang

PATI – Kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Juwana. Pada Jumat (8/1) siang, sebuah perahu nelayan pencari rajungan karam setelah ditabrak kapal berukuran besar...

Pesan Syeikh Ali Jaber: Jaga Sholat, Jaga Ummi

MATARAM - Almarhum Syeikh Ali Jaber memiliki pesan semasa masih hidup kepada keluarga, terutama kepada putra sulungya Al Hasan Ali Jaber. Pesan tersebut yaitu...

Titik Jatuh SJ 182 Ditemukan, Fokus Cari Kotak Hitam

JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan titik jatuhnya pesawat Sriwijaya SJ 182 telah ditemukan. Kini, tim gabungan memfokuskan pencarian kotak hitam...