5 Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Wabah Corona

oleh
Wabah corona
Wabah corona

LINGKARJATENG.COM – Banyaknya informasi yang tersebar di sosial media terkait corona dan belum tentu terbukti kebenarannya, malah bisa membuat mental seseorang menjadi menurun. Ketika mental seseorang lemah, bisa berdampak kepada kepanikan, stres bahkan menurunnya kondisi imun tubuh.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan corona sebagai pandemi. Hal ini membuat pemerintah dan masyarakat dunia semakin waspada dengan penyebaran ini. Meski penting untuk mencari informasi terpercaya, Anda juga perlu mengetahui langkah-langkah untuk membentengi diri dari stres dan panik berlebih di tengah wabah corona.

Berdasarkan informasi yang dirangkum, berikut cara menjaga Anda di tengah :

1. Cari Informasi dari sumber terpercaya

Dalam sehari, berapa banyak informasi yang beredar seputar corona di grup aplikasi pesan Anda? Meski beragam informasi tersebut disebar oleh keluarga atau teman, kita sebaiknya lebih hati-hati karena tidak menutup kemungkinan bahwa berita itu hoaks. Alih-alih merasa tenang, kita justru bisa lebih panik dan cemas. Pastikan selalu memantau perkembangan virus corona dari sumber-sumber yang benar-benar terpercaya. Contohnya dari situs WHO, Kementerian Kesehatan dan media terpercaya.

2. Gunakan kecanggihan teknologi untuk bersilaturahmi

Demi menghindari penyebaran corona yang lebih meluas, sedapat mungkin menghindari kontak fisik satu sama lain. Teknologi media sosial seperti WhatsApp, Line, Telegram, Facebook dapat menjadi alternatif untuk menjalin komunikasi.

3. Tetap aktif di dalam rumah

Lakukan kegiatan yang membuat tubuh dan pikiran nyaman. Hal ini penting, terutama bagi Anda yang sedang melakukan isolasi mandiri. Contoh kegiatannya seperti menonton film, membaca buku, mendengarkan musik, dan mengakses konten positif di media sosial. Konsumsi makanan sehat dan seimbang serta minum air putih. Tingkatkan durasi tidur dan lakukan olahraga saat sudah bangun. Gerakan olah tubuhnya di dalam rumah bisa sangat sederhana, seperti peregangan otot, atur pernapasa, atau bermeditasi.

4. Perbanyak komunikasi dengan keluarga

Bagi sebagian orang yang tinggal sendirian, melakukan social distancing dapat membuat perasaan kesepian berlebihan. Cobalah mengungkapkan perasaan dan kekhawatiran perihal pandemi yang tengah dihadapi bersama orang-orang tertentu yang paling dipercaya, seperti keluarga, kekasih, atau sahabat. Bagi keluarga yang mengisolasi diri dalam satu tempat tinggal, upayakan komunikasi tetap terjaga. Ayah dan ibu dianjurkan meluangkan waktu untuk berbicara dengan anaknya tentang dan meyakinkan bahwa mereka aman.

5. Mencoba berempati dan tidak memberi stigma

Jangan memberi label kepada orang yang positif sebagai korban, namun gantilah dengan kata pejuang yang sedang berusaha sembuh. Dengan mengganti kata dengan sesuatu yang lebih positif, artinya kita juga turut memberikan semangat dan menghargai perjuangan mereka dalam melawan wabah ini, bukan diskriminasi.

Terakhir, menghadapi wabah corona tanpa terpancing kepanikan maupun ketakutan, niscaya dapat membantu menjaga dan fisik di tengah krisis kesehatan global ini.