Pangkas Anggaran DPRD Sragen Sebesar Rp 5,1 Miliar untuk Penanganan Covid-19

oleh
Ketua DPRD Sragen Suparno. (ISTIMEWA)

SRAGEN – Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sragen dipangkas Rp 5,1 miliar untuk penanganan virus corona (covid-19). Pengalihan anggaran tersebut merujum pada surat edarah (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait refokusing anggaran untuk penanganan covid-29.

Ketua DPRD Sragen Suparno mengatakan, setelah turunnya SE Mendagri, pihaknya langsung menggelar rapat dengan pimpinan fraksi dan pimpinan DPRD pada Selasa (7/4). Lantas dilanjutkan dengan Badan Anggaran DPRD serta Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen.

“Selasa kemarin kita rapat dan semua menyetujui anggaran untuk DPRD, kita pangkas total Rp 5,1 miliar. Kita hanya menggeser anggaran di DPRD, sedangkan pembelanjaan atau pengadaannya untuk apa, itu nanti eksekutif yang menjalankan,” paparnya Suparno yang didampingi Ketua Komisi IV, Sugiyamto.

Suparno merinci anggaran DPRD yang dipangkas meliputi anggaran perjalanan dinas luar kunjungan kerja yang di penetapan dipacak Rp 10 miliar dipangkas Rp 2 miliar. Kemudian agenda perjalanan dinas ke luar daerah yang lainnya dan dianggarkan Rp 8 miliar dipangkas Rp 1,7 miliar.

Lantas anggaran pembahasan rancangan Perda dipangkas Rp 500 juta, anggaran kursus atau pelatihan dipangkas Rp 400 juta, seminar workshop anggota DPRD dipangkas Rp 400 juta.

Sedangkan anggaran rapat koordinasi dan konsultasi luar daerah juga dipangkas Rp 500 juta serta anggaran pendidikan dan pelatihan formal dipangkas Rp 500 juta.

“Total ada 7 item anggaran di DPRD yang dialihkan dengan total senilai Rp 5,1 miliar,” terang Suparno.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pemangkasan jatah anggaran DPRD itu merespon laporan Pemkab yang merinci kebutuhan penanganan wabah covid-19 di Sragen setidaknya membutuhkan total anggaran Rp 54,3 miliar.(cr6/lut)