Kios Sembako Bantuan Sosial PKH Terbakar

oleh
PEMADAMAN: Petugas saat memaxamkan api di kios sembako, di Sambirejo, kemarin. (MUHAMAD ANSORI/LINGKAR JATENG)

 

 

 

GROBOGAN – Peristiwa kebakaran terjadi di Toko Sembako di Desa Sambirejo Kecamatan Wirosari Kabuapaten Grobogan. Peritiwa tersebut membuat geger warga setempat, sebab api berkobar menghabiskan bangunan tersebut.

Camat Wirosari Kurnia Saniadi, mengatakan kejadian pada hari Senin sekitar pukul 18.30-21.30 Wib di Desa Sambirejo di  toko sembako milik  Sukarti (78). Diduga kebakaran disebabkan korsleting listrik atau hubungan arus pendek.

Kronologis kejadian itu sekitar pukul 18.40 listrik padam. Sodik yang merupakan anak menantu dari Ibu Sukarti sekaligus pengelola Toko mencium baru gosong. Kemudian Sodik, bergegas menuju ke toko untuk melihat kios dan kebetulan rumah korban berada disamping toko jarak kurang lebih 50 meter.

“Setelah sampai di toko melihat api dan sudah dalam kondisi didalam sudah dalam keadaan terbakar,” katanya kemarin.

Kemudian warga atau saksi lain melihat asap dari dalam toko setelah itu teriak minta tolong kepada warga dan menghubungi pemadam kebakaran. “Pada pukul 21.30  api sudah dapat dipadamkan,” imbuhnya.

Sedang dari kebakaran tersebut korban mengalami kerugian meteri, barang dagangan sembako kurang lebih Rp500 juta. “Barang Sembako bantuan sosial PKH dari pemerintah yang akan dibagi diseluruh Desa Sambirejo kurang lebih Rp200 juta.

“Kartu PKH terbakar. Bangunan kurang lebih Rp50 juta. Total kerugian diperkirakan kurang lebih Rp800 juta,” ungkapnya.

Kebakaran diduga disebabkan karena kurang telitinya pemilik toko, kabel instalasi listrik yang digunakan tidak memenuhi standar keamanan yaitu dengan menggunakan kabel serabut. Sehingga memudahkan konsleting hubungan arus pendek listrik yang dengan cepat membakar seluruh isi toko. (ori/fat)