BLT DD di Pati Sudah Disalurkan ke 3.493 Keluarga Penerima Manfaat

oleh
TERDAMPAK COVID-19: Bupati Haryanto secara simbolis menyalurkan BLT DD di Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan Sabtu (23/5). (DOK DINPERMADES FOR LINGKAR JATENG)

PATI– Bupati Haryanto menyerahkan secara simbolis bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa (DD) sebagai jaring pengaman sosial warga terdampak pandemi virus corona (covid-19). Kegiatan tersebut diselenggarakan di Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan Sabtu (23/5).

Bupati dalam penyerahan bantuan didampingi Wakil Bupati Saiful Arifin, Sekda Suharyono dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Sudiyono. Selain itu, perwakilan dari BPD Bank Jateng Pati juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Kepala Dinpermades Pati Sudiyono mengatakan, penyaluran BLT DD di Bumi Mina Tani sudah dilaksanakan mulai Rabu hingga Sabtu (20-23/5). Dalam waktu tersebut sudah ada sebanyak 3.493 keluarga penerima manfaat (KPM) yang mendapatkan bantuan tersebut.

“Hari ini di Desa Ketitang Wetan, Batangan agenda penyerahan secara simbolis BLT DD kepada warga. Nantinya, secara teknis, bantuan sebesar Rp 600 ribu selama tiga bulan dilaksanakan secara non tunai melalui BPD Bank Jateng langsung ke rekening KPM,” katanya Sabtu (23/5).

Ia menjelasakan, total anggaran yang sudah tersalurkan kepada 3.493 KPM sebanyak Rp 2,09 miliar. Bantuan tersebut diserahkan kepada warga yang tersebar di 14 kecamatan se-Kabupaten Pati.

“Pada Sabtu (23/5) penyaluran dilaksanakan di 23 desa. Sedangkan total desa yang sudah menyerahkan BLT DD ada sekitar 53,” ungkapnya.

Ia memaparkan, untuk BLT DD disalurkan secara bertahap. Artinya, dari 401 desa, hanya ada 53 desa yang sudah menyalurkan BLT DD kepada KPM. Sisanya, penyaluran BLT DD akan dilaksanakan usai Lebaran.

“Disalurkan ke desa yang siap dulu. Kami berharap, pemerintah desa segera menuntaskan program BLT DD ini agar masyarakat segera mendapat manfaatnya,” urainya.

Selain itu, pihaknya memberi pesan kepada KPM BLT DD agar memanfaatkan dana tersebut dengan bijak. “Gunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok. Jangan sampai malah digunakan untuk hal yang tidak mendesak,” harapnya.(lut)