Pelaku Seni Terdampak Pandemi, Bayu Dorong Gelar Panggung Virtual untuk Galang Donasi

  • Bagikan
Wakil Bupati Bayu Andriyanto mengunjungi sekaligus memberikan bantuan kepada para pelaku seni yang terdampak pandemi.(DOK LINGKAR JATENG)

REMBANG – Para pelaku kesenian di Kabupaten Rembang menjadi kalangan yang cukup terdampak akibat pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini. Banyak dari mereka yang kemudian kehilangan pekerjaan akibat pandemi.

Seperti yang dialami Gunadi (35) pelaku kesenian ketoprak asal Desa Tlogotunggal Kecamatan Sumber. Untuk mencukupi nafkah hidup keseharian, ia kini beralih profesi jadi tukang pijat.

“Saya bagian backing vocal, tapi ini ada Corona sama sekali ga manggung. Untuk cari makan ya sekarang tukang pijat,” kata Gunadi ditemui di rumahnya, Selasa (16/6/2020).

Padahal, menurut Gunadi, bulan syawal seperti saat ini merupakan bulan yang cukup ramai pentas di tahun-tahun sebelumnya. Namun kini justru sama sekali tak ada tawaran manggung.

“Harusnya bulan-bulan seperti ini ramai-ramainya pentas. Tapi ini sama sekali gak ada. Harapan saya ya biar Corona ini segera berlalu dan berakhir. Ijin keramaian untuk pentas ada lagi,” akunya.

Senada, Jarwan (64) sutradara ketoprak warga Desa Sendangagung Kecamatan Kaliori, Rembang mengaku kini menganggur semenjak adanya pandemi COVID-19.

BACA JUGA:  Malam Puncak HSN, Ribuan Santri Ngaji Bareng

“Terlebih saat ini saya sakit, aktivitas terbatas. Jadi untuk pekerjaan sudah tidak ada lagi, hanya dari anggota keluarga yang membantu soal ekonomi,” paparnya.

Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto yang mengunjungi langsung sejumlah pelaku kesenian di Rembang mengaku prihatin atas kondisi mereka saat ini.

“Saya dicurhati tadi, mereka bahkan harus jadi tukang pijat, garap pertanian di tanah orang, sehingga mereka ini perlu perhatian. Khususnya mereka pelaku kesenian yang dari kalangan menengah kebawah,” katanya.

Ia pun menyebut rencana Pemerintah Kabupaten Rembang yang akan menggelar panggung virtual, yang dimeriahkan oleh para pelaku seni di Kabupaten Rembang.

“Nanti barangkali bisa kita dorong untuk diadakan konser secara virtual, kita galang donasi disana. Pemerintah semoga bisa memfasilitasi itu, tentunya kita laksanakan dengan protokol. Kesehatan. Kemarin sempat kita gelar secara pribafi kami menggandeng dalang sigit, wayangan semalam suntuk. Hasil donasi yang terkumpul kemudian kami bagikan hari ini kepada para pelaku kesenian yang terdampak,” pungkasnya.(aji/lut)

  • Bagikan