Jumat, November 27, 2020
Beranda Budaya Memaknai Kemerdekaan dengan Implementasi Nilai Kejuangan Ratu Kalinyamat

Memaknai Kemerdekaan dengan Implementasi Nilai Kejuangan Ratu Kalinyamat

SEMARANG – Ratu Kalinyamat memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan Portugis pada abad XV bahkan pemikiran poros maritim dunia sudah digagas pada masa Ratu Kalinyamat berkuasa.

Demikian benang merah yang mengemuka dalam diskusi bertema “Memaknai Kemerdekaan dengan Implementasi Nilai Kejuangan Ratu Kalinyamat” yang digelar Forum Diskusi Denpasar12 pada, seperti disampaikan Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat , Rabu (19/8).

“Jadi, yang harus bisa dijawab saat ini adalah relevansi keteladanan Ratu Kalinyamat pada konteks saat ini dan nilai-nilai apa yang diwariskan Ratu Kalinyamat untuk negeri ini,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat saat menyampaikan kata pembuka dalam diskusi tersebut.

Diskusi yang dipandu Dr. Irwansyah dari Yayasan Dharma Bakti Lestari itu menghadirkan narasumber Dr. Connie Rahakundini Bakrie (Presiden Direktur Institute for Maritime Studies), Dr. Kasori Mujahid (sejarawan, Dewan Pembina Yayasan Nur Hidayah Surakarta), Prof.Dr. Djoko Suryo (sejarawan Universitas Gadjah Mada – UGM) dan Daya Wijaya, M.A.(sosen Sejarah Universitas Negeri Malang, kandidat doktor Program Ilmu Sejarah Universidade do Porto, Portugal).

Selain itu juga menghadirkan Dr.H. Sa’adulah Assa’idi M. Ag (Rektor Unisnu Jepara) dan Dr. Didik Pradjoko (sejarawan Universitas Indonesia) sebagai panelis.

Menurut Rerie sapaan akrab Lestari, upaya menjadikan Ratu Kalinyamat menjadi pahlawan nasional memang harus didahului dengan kelengkapan fakta dan data sejarah yang sahih, terkait sumbangsih Ratu Kalinyamat dalam perjuangan melawan penjajah.

Berdasarkan masukan dan informasi dari berbagai sumber yang telah dikumpulkan, menurut Legislator Partai NasDem itu, Ratu Kalinyamat sesungguhnya mencerminkan sosok perempuan pejuang yang sudah memiliki wawasan bahwa Nusantara sejatinya adalah negeri maritim.

Sejumlah diskusi yang melibatkan para pakar untuk melengkapi bukti- bukti kepahlawanan Ratu Kalinyamat, menurut Rerie, sangat diperlukan guna memperkuat fakta yang mendasari pemerintah untuk memberikan gelar pahlawan nasional.

Menurut sejarawan Universitas Gadjah Mada Prof. Dr. Djoko Suryo, keterlibatan Ratu Kalinyamat dalam melawan penjajahan terlihat sekitar abad XVI.

Ketika itu, menurut Djoko, kawasan Asia Tenggara seperti di Selat Malaka dan Semenanjung Malaya merupakan pusat perdagangan yang ramai.

BACA JUGA:  Goro Suro, Nguri-Uri Budaya Jawa

“Pada waktu itu Portugis datang untuk menguasai pusat perdagangan itu, Ratu Kalinyamat pun ambil bagian berjuang melawan Portugis yang akan menghentikan kemerdekaan perdagangan di kawasan Asia Tenggara,” ungkap Djoko.

Karena, tambah Djoko, pada masa itu Jepara, daerah kekuasaan Ratu Kalinyamat, merupakan pelabuhan transit yang ramai untuk kapal-kapal dagang yang menuju wilayah Timur.

Dengan armada lautnya yang kuat, ungkap Djoko, Ratu Kalinyamat bertempur menghalau armada Portugis hingga Malaka.

Menurut Djoko, dengan armada laut yang kuat untuk membebaskan jalur perdagangan Nusantara dari cengkeraman Portugis, sejatinya Ratu Kalinyamat sudah mengupayakan poros maritim di abad XVI.

Perlawanan Ratu Kalinyamat, jelas Djoko, sangat relevan dengan semangat kemerdekaan bangsa kita dalam mengusir penjajah. “Dan Ratu Kalinyamat adalah perempuan dari suku Jawa yang tercatat sebagai pemimpin perjuangan dalam mengusir penjajah.”

Menurut Djoko, sepak terjang Ratu Kalinyamat pada abad XVI sangat relevan dengan perjuangan perempuan di masa kini.
Karena, jelasnya, pada abad XVI seorang perempuan dari suku Jawa diposisikan tidak setara dengan laki-laki, tetapi Ratu Kalinyamat keluar mengerahkan pasukan untuk melawan Portugis.

Dosen Sejarah Univ. Negeri Malang, Kandidat Doktor Program Ilmu Sejarah Universidade do Porto, Portugal, Daya Wijaya, M.A mengungkapkan nama Ratu Kalinyamat disinggung dalam buku berjudul “Hystoria Dos Cercos De Malaca karya Jorge de Lemos”.
Jorge de Lemos adalah sekretaris beberapa gubernur tinggal di Goa yang hidup hingga1593.

“Dalam buku Hystoria Dos Cercos De Malaca disebutkan peran penting Ratu dari Jepara itu dalam melawan Portugis,” ungkap Daya.

Presiden Direktur Institute for Maritime Studies,
Dr. Connie Rahakundini Bakrie mengatakan berdasarkan fakta-fakta primer yang diungkap para peneliti diyakini Ratu Kalinyamat bukanlah mitos.

BACA JUGA:  Gamelan Karawitan, Sarana Menjaga Hubungan Bilateral

Dengan menguasai laut dan armada maritim yang kuat, menurut Connie, Ratu Kalinyamat di masa itu berpikir dan betindak melampaui jamannya.(ara/rds/joglo jateng)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer

Pancaroba Tak Langsung Pengaruhi Covid-19

KUDUS – Perubahan cuaca akibat pergantian musim tak lantas pengaruhi tingkat agresifitas virus Covid-19. Belum ada penelitian ilmiah yang sudah membuktikannya. Hal itu disampaikan...

Biaya Umroh Naik, Jamaah Diminta Tidak Buru-Buru

SEMARANG – Pelaksanaan Ibadah Umroh bagi kaum Muslim Indonesia memasuki tahap ke-4. Setelah sebelumnya Pemerintah Republik Indonesia memberangkatkan 3 kelompok terbang (kloter) umroh, kini pemerintah...

Lagi, Jateng Dinobatkan Provinsi Paling Informatif

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) dinobatkan sebagai provinsi paling informatif nasional dalam hal keterbukaan informasi publik 2020. Jateng dinyatakan paling informatif,...

Disporapar Rancang Strategi saat Libur Panjang

SEMARANG - Jelang libur panjang akhir tahun 2020, tempat pariwisata menjadi perhatian khusus Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pengawasan ketat, mutlak dilakukan guna mengantisipasi potensi...

Realisasi Pajak Kendaraan Jateng Capai 85,14 Persen

SEMARANG - Realisasi pajak kendaraan bermotor di Jawa Tengah hingga 22 November mencapai 85,14 persen, atau Rp 4,013 triliun dari target Rp 4,714 triliun....

Undang KPU-Bawaslu, Gubernur Jateng Bahas Skenario Darurat

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menggelar rapat koordinasi penyelenggaraan pilkada serentak 9 Desember mendatang di Gedung A Lantai 2 Kompleks Pemprov Jateng,...

Pemkab Kudus Buka Lelang Jabatan 3 Kepala Dinas

KUDUS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, membuka lelang jabatan untuk menempati tiga posisi sebagai kepala dinas. Dinas yang akan dilelang adalah Dinas Kesehatan, kepala...

Angka Stunting Turun Hingga 3 Persen

KUDUS - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus menyatakan angka stunting tahun ini turun hingga 3 persen. Pencapaian ini melampaui dari target yang dibidik sebelumnya,...

Gelar Apel Kasatwil, Kapolri Berikan Arahan Tegas Keseluruh Jajaran

JAKARTA - Kapolri Jenderal Idham Azis memimpin apel Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) seluruh Indonesia di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2020). Kegiatan...

Ditengah Pandemi, Usaha Kain Tenun Goyor Tetap Bertahan

PEMALANG - Di masa pandemi ini banyak bidang usaha yang merasakan dampaknya, baik kuliner, jasa maupun pemasaran produk. Tidak terkecuali pengrajin tekstil tenun Goyor....