Rabu, September 23, 2020
Beranda Budaya Memaknai Kemerdekaan dengan Implementasi Nilai Kejuangan Ratu Kalinyamat

Memaknai Kemerdekaan dengan Implementasi Nilai Kejuangan Ratu Kalinyamat

SEMARANG – Ratu Kalinyamat memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan Portugis pada abad XV bahkan pemikiran poros maritim dunia sudah digagas pada masa Ratu Kalinyamat berkuasa.

Demikian benang merah yang mengemuka dalam diskusi bertema “Memaknai Kemerdekaan dengan Implementasi Nilai Kejuangan Ratu Kalinyamat” yang digelar Forum Diskusi Denpasar12 pada, seperti disampaikan Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat , Rabu (19/8).

“Jadi, yang harus bisa dijawab saat ini adalah relevansi keteladanan Ratu Kalinyamat pada konteks saat ini dan nilai-nilai apa yang diwariskan Ratu Kalinyamat untuk negeri ini,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat saat menyampaikan kata pembuka dalam diskusi tersebut.

Diskusi yang dipandu Dr. Irwansyah dari Yayasan Dharma Bakti Lestari itu menghadirkan narasumber Dr. Connie Rahakundini Bakrie (Presiden Direktur Institute for Maritime Studies), Dr. Kasori Mujahid (sejarawan, Dewan Pembina Yayasan Nur Hidayah Surakarta), Prof.Dr. Djoko Suryo (sejarawan Universitas Gadjah Mada – UGM) dan Daya Wijaya, M.A.(sosen Sejarah Universitas Negeri Malang, kandidat doktor Program Ilmu Sejarah Universidade do Porto, Portugal).

Selain itu juga menghadirkan Dr.H. Sa’adulah Assa’idi M. Ag (Rektor Unisnu Jepara) dan Dr. Didik Pradjoko (sejarawan Universitas Indonesia) sebagai panelis.

Menurut Rerie sapaan akrab Lestari, upaya menjadikan Ratu Kalinyamat menjadi pahlawan nasional memang harus didahului dengan kelengkapan fakta dan data sejarah yang sahih, terkait sumbangsih Ratu Kalinyamat dalam perjuangan melawan penjajah.

Berdasarkan masukan dan informasi dari berbagai sumber yang telah dikumpulkan, menurut Legislator Partai NasDem itu, Ratu Kalinyamat sesungguhnya mencerminkan sosok perempuan pejuang yang sudah memiliki wawasan bahwa Nusantara sejatinya adalah negeri maritim.

Sejumlah diskusi yang melibatkan para pakar untuk melengkapi bukti- bukti kepahlawanan Ratu Kalinyamat, menurut Rerie, sangat diperlukan guna memperkuat fakta yang mendasari pemerintah untuk memberikan gelar pahlawan nasional.

Menurut sejarawan Universitas Gadjah Mada Prof. Dr. Djoko Suryo, keterlibatan Ratu Kalinyamat dalam melawan penjajahan terlihat sekitar abad XVI.

Ketika itu, menurut Djoko, kawasan Asia Tenggara seperti di Selat Malaka dan Semenanjung Malaya merupakan pusat perdagangan yang ramai.

BACA JUGA:  Lestarikan Budaya, Disbud Kota Yogya Gelar Pameran Seni Rupa

“Pada waktu itu Portugis datang untuk menguasai pusat perdagangan itu, Ratu Kalinyamat pun ambil bagian berjuang melawan Portugis yang akan menghentikan kemerdekaan perdagangan di kawasan Asia Tenggara,” ungkap Djoko.

Karena, tambah Djoko, pada masa itu Jepara, daerah kekuasaan Ratu Kalinyamat, merupakan pelabuhan transit yang ramai untuk kapal-kapal dagang yang menuju wilayah Timur.

Dengan armada lautnya yang kuat, ungkap Djoko, Ratu Kalinyamat bertempur menghalau armada Portugis hingga Malaka.

Menurut Djoko, dengan armada laut yang kuat untuk membebaskan jalur perdagangan Nusantara dari cengkeraman Portugis, sejatinya Ratu Kalinyamat sudah mengupayakan poros maritim di abad XVI.

Perlawanan Ratu Kalinyamat, jelas Djoko, sangat relevan dengan semangat kemerdekaan bangsa kita dalam mengusir penjajah. “Dan Ratu Kalinyamat adalah perempuan dari suku Jawa yang tercatat sebagai pemimpin perjuangan dalam mengusir penjajah.”

Menurut Djoko, sepak terjang Ratu Kalinyamat pada abad XVI sangat relevan dengan perjuangan perempuan di masa kini.
Karena, jelasnya, pada abad XVI seorang perempuan dari suku Jawa diposisikan tidak setara dengan laki-laki, tetapi Ratu Kalinyamat keluar mengerahkan pasukan untuk melawan Portugis.

Dosen Sejarah Univ. Negeri Malang, Kandidat Doktor Program Ilmu Sejarah Universidade do Porto, Portugal, Daya Wijaya, M.A mengungkapkan nama Ratu Kalinyamat disinggung dalam buku berjudul “Hystoria Dos Cercos De Malaca karya Jorge de Lemos”.
Jorge de Lemos adalah sekretaris beberapa gubernur tinggal di Goa yang hidup hingga1593.

“Dalam buku Hystoria Dos Cercos De Malaca disebutkan peran penting Ratu dari Jepara itu dalam melawan Portugis,” ungkap Daya.

Presiden Direktur Institute for Maritime Studies,
Dr. Connie Rahakundini Bakrie mengatakan berdasarkan fakta-fakta primer yang diungkap para peneliti diyakini Ratu Kalinyamat bukanlah mitos.

BACA JUGA:  Kisah Misteri Watu Gubug di Gunung Merbabu

Dengan menguasai laut dan armada maritim yang kuat, menurut Connie, Ratu Kalinyamat di masa itu berpikir dan betindak melampaui jamannya.(ara/rds/joglo jateng)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer

Polda Jateng Luncurkan Tim Ranmor Tindak Covid-19

SEMARANG - Kepolisian Daerah Jawa Tengah meluncurkan Tim Kendaraan Bermotor (Ranmor) Tindak Covid-19. Peluncuran itu bebarengan dengan peringatan hari lalu lintas Bhayangkara ke 65, di...

SMK Muhammadiyah Kudus Gelar Pelatihan Fiber Optik

KUDUS - Sekolah Menengah Kejuruhan (SMK) Muhammadiyah Kudus, mengadakan pelatihan membangun “RT RW Net Sekolah dengan Fiber Optik”. Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Kudus, Purwanta...

Dishub Brebes Terapkan Pembayaran Elektronik

BREBES - Memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2020, Dinas Perhubungan Kabupaten Brebes melakukan meluncurkan Program Sistem Pembayaran Retribusi Non Tunai (Sprint 2.0). Di dalam Sprint...

Peringati HUT PMI, Masyarakat Diminta Patuh Protokol Kesehatan

SALATIGA - Peringati Ulang Tahun Palang Merah Indonesia (PMI) ke-75 tahun, Ketua PMI Salatiga Muh Haris membagikan masker kepada masyarakat, yang kedapatan tidak memakai masker...

LKP Insan Mandiri Anto’c Cetak Ribuan Perias Profesional

KUDUS - Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Insan Mandiri Anto’c menjadi LKP pilihan di Kabupaten Kudus. Terbukti LKP yang berdiri sejak tahun 1984 ini...

Cengkir Manis, Alternatif Destinasi Wisata di Kudus

KUDUS - Kabupaten Kudus memiliki destinasi wisata baru, yakni Wisata Cengkir Manis yang berlokasi di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo. Tempat ini menawarkan suasana pedesaan...

Agustina Wilujeng : Sejarah Harus Tetap Jadi Pelajaran Wajib

LINGKARJATENG.COM, SEMARANG - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng menegaskan mata pelajaran sejarah tetap harus menjadi mata pelajaran wajib bagi siswa di...

Operasi Prokes akan Diperluas

KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus menindaklanjuti arahan terkait penanganan Covid-19 dari Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menkomarves). Evaluasi tentang sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan...

Sembilan Parpol Terima Bantuan Keuangan

KUDUS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menyerahkan bantuan keuangan untuk partai politik (parpol) tahun anggaran 2020, kemarin. Dana bantuan tersebut diserahkan kepada sembilan parpol,...

Kandidat Ketua PWI Jateng Laporkan Ketua Tim Sukses Rivalnya ke Polisi

SEMARANG - Kandidat Ketua PWI Jawa Tengah Gunawan Permadi mengadukan Solikun, Ketua Tim Pemenangan Kandidat Ketua PWI Jateng, Amir Machmud, ke polisi atas dugaan...