Rabu, September 23, 2020
Beranda Budaya Membuat Bubur "Asyura" Masih Dilestarikan di Kudus

Membuat Bubur “Asyura” Masih Dilestarikan di Kudus

KUDUS – Masyarakat Muslim di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terutama di kompleks Menara Kudus memiliki tradisi membuat bubur “asyura” untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar guna menyambut Hari Asyura atau 10 Muharram 1442 Hijriah.

Pembuatan bubur “asyura” yang diinisiasi oleh Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus itu, dilakukan di rumah salah seorang warga Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kudus, dengan melibatkan puluhan warga setempat, Jumat (28/8).

Menurut juru masak bubur asyura Muflichah di Kudus, tradisi pembuatan bubur “asyura” memang sudah turun temurun, termasuk di kompleks Menara Kudus sudah ada sejak lama.

Bahan-bahan yang digunakan dalam membuat bubur “asyura” tersebut, dimungkinkan berbeda-beda untuk masing-masing daerah, sedangkan di kompleks Menara Kudus menggunakan sembilan bahan berbeda.

Adapun bahan baku yang digunakan untuk membuat bubur asyura, kata dia, ada sembilan macam, yakni beras, jagung, kacang hijau, kacang kedelai, kacang tolo, ketela pohon, kacang tanah, pisang dan ubi jalar.

Sementara bumbu-bumbuan yang dipakai, yakni bumbu gulai, daun pandan, serai, kayu manis, dan garam.

Pembuatannya diperkirakan membutuhkan waktu selama tiga jam lebih sebelum disajikan untuk dibagikan kepada masyarakat.

Pada tahun ini, kata dia, bubur yang disiapkan sebanyak 1.050 porsi bubur.

BACA JUGA:  Disdukcapil Kudus Dorong Kesadaran Warga Lakukan Perekaman E-KTP

Sebagian bubur yang dibuat, dibagikan kepada masyarakat sekitar, sedangkan sebagian lagi disiapkan untuk peserta barzanji.

Setelah bubur dibuat, katanya, dibagikan kepada masyarakat sekitar, termasuk dibagikan kepada peserta pengajian barzanji pada Rabu (19/9) malam.

Tradisi bubur “asyura” sendiri tidak terlepas dari kisah Nabi Nuh AS bersama umatnya ketika selamat dari banjir, kemudian sebagai bentuk rasa syukur mereka membuat bubur dengan bahan dari sisa perbekalan yang ada, kemudian bubur tersebut dikenal dengan bubur “asyura”.

Muflichah menambahkan bahwa pembagian bubur asyura merupakan rangakaian dari kegiatan “Buka Luwur Makam Sunan Kudus”.

Siti Maryati, salah seorang warga yang menerima bubur asyura mengaku berterima kasih karena pada 10 Muharram tahun ini bisa kembali merasakan bubur asyura.

“Setiap tahun memang sering kali menerima bubur asyura. Sedangkan untuk membuat sendiri memang tidak mudah karena membutuhkan berbagai bahan dan butuh waktu lama,” ujarnya.

Untuk rasa bubur tersebut, kata dia, lezat sekali karena menggunakan berbagai macam bahan, mulai dari taburan udang, tahu, tempe, telur, kecambah, teri, jeruk pamelo, cabai, dan daging kerbau.(ara/rds/joglo jateng)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer

MU Dipecundangi Palace 1-3

LINGKARJATENG.COM - Rekrutan anyar Manchester United Donny van de Beek mencetak gol dalam penampilan debutnya dalam Liga Inggris tetapi Setan Merah dipecundangi oleh Crystal...

Ganjar Minta Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan Dicoret

SEMARANG - Pemerintah pusat menegaskan tidak akan menunda pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Juru Bicara Kepresidenan, Fadjroel Rachman mengatakan, pemerintah memutuskan Pilkada Serentak 2020 tetap akan...

Warga Tuntut Pabrik Tahu Ditutup

KUDUS - Masyarakat Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati menggelar aksi massa di Balai Desa Pasuruhan Kidul yang ditujukan kepada dua pabrik tahu, kemarin. Pasalnya,...

Sosialisasikan Disiplin dan Penegakan Hukum Prokes

PEMALANG – Kordinator Wilayah Kecamatan Comal menindak lanjuti surat perintah dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang. Guna mengadakan sosialisasi Peraturan Bupati Nomor 45 Tahun...

Kapolda Bersama ICJS dan Komisi 3 DPR RI Gowes Perangi Covid-19

SURAKARTA - Jawa Tengah masih dalam kondisi pandemi covid-19 yang memberi dampak sangat besar bagi kehidupan bangsa baik sosial, ekonomi, sampai kesehatan. Masyarakat dituntut...

Agustina Wilujeng : Sejarah Harus Tetap Jadi Pelajaran Wajib

LINGKARJATENG.COM, SEMARANG - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng menegaskan mata pelajaran sejarah tetap harus menjadi mata pelajaran wajib bagi siswa di...

Sediakan Internet Gratis Bagi Pelajar

KUDUS - Keterbatasan jaringan internet masih menjadi masalah bagi para pelajar yang mengikuti program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Sama halnya dengan pelajar yang berada...

SDN 2 Purwosari Segera Diperbaiki

KUDUS - Keluhan salah satu wali murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Purwosari terkait kerusakan bangunan sekolah mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Dinas Pendidikan...

Festival Kota Lama Juga Digelar Virtual

SEMARANG - Festival Kota Lama (FKL) tahun 2020 dibikin dengan kemasan virtual. Semula, kegiatan ini akan dihelat secara offline selama 11 hari dari tanggal 17-27...

Gandeng Komunitas WCD, KPU Pemalang Sosialisasi Pilbup

PEMALANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pemalang menggandeng komunitas World Cleanup Day (WCD) mengadakan sosialisasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Pemalang sekaligus dengan...