Rabu, September 23, 2020
Beranda Karesidenan Pati Kudus Jeli saat Membeli Jamu Instan

Jeli saat Membeli Jamu Instan

KUDUS – Jamu rempah tradisional dipercaya mampu meningkatkan imunitas tubuh dalam melawan virus corona. Hal ini yang mendorong TP PKK Kabupaten Kudus bersama TP PKK Kecamatan Gebog dan Desa Rahtawu dalam kegiatan pembuatan jamu tradisional. Kegiatan ini juga dimaksudkan agar masyarakat jeli saat membeli jamu instan.

Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Kudus Mawar Hartopo mengapresiasi upaya TP PKK kecamatan dan desa dalam mengembangkan dan melestarikan resep jamu tradisional warisan nenek moyang. Selain itu, ia berharap jamu seperti ini dapat diproduksi secara masal.

“Saya sangat mengapreasiasi adanya kegiatan ini. Di masa pandemi Covid perlu adanya upaya peningkatan daya tahan tubuh untuk mencegah semua penyakit, tak hanya Covid,” ujarnya.

Mawar juga memperingatkan kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih jamu yang akan dikonsumsi. Terlebih lagi saat ini sudah banyak jamu siap saji yang beredar luas. Jika hendak membeli jamu instan, masyarakat diminta jeli memperhatikan izin edar, izin produksi, dan kandungan bahan kimia yang tercantum pada kemasan.

“Perkembangan zaman modern, jamu sudah banyak diolah. Banyak jamu-jamu (instan) yang sudah beredar itu jamu ilegal. Karena terdapat kandungan bahan campuran kimia terlarang. Jadi dicek dulu apakah ada izin edar dan izin industri,” pesannya.

BACA JUGA:  Dorong Sport Tourism, Dongkrak Kunjungan Wisatawan

Sebelum praktek membuat jamu tradisional ia juga sempat membagikan resep jamu tradisional yang biasa dibuatnya untuk keluarga. Jamu tersebut menggunakan bahan rempah yang mudah dijumpai seperti temu lawak, kunir, serai, jahe, kayu manis dan gula jawa sebagai pelengkap.

“Jamu ini sehari dua kali sangat amat membantu meningkatkan imun tubuh. Untuk menjaga kesehatan suami yang setiap hari bekerja di lapangan dan ketemu banyak orang,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Gebog, Bambang Gunadi menyampaikan bahwa TP PKK kecamatan dan desa telah berinisiatif membuat jamu tradisional untuk secara rutin dibagikan kepada warga Desa Rahtawu. Pihaknya berharap, kegiatan tersebut dapat meningkatkan ketahanan pangan serta menjaga kesehatan masyarakat di tengah masa pandemi ini.

“Dari inovasi ibu-ibu PKK membuat gebrakan semua warganya diaturi (diberi) jamu herbal yang dibuat oleh ibu-ibu PKK. Dari hari ke hari dijadwalkan untuk dibagikan per-RW bergiliran dan seterusnya. Dengan harapan, se-Desa Rahtawu ini bisa imunnya tinggi dan sehat. Jadi ini memang bentuk ketahanan pangan yang dibuat oleh ibu-ibu PKK,” jelasnya.

Jamu yang terbuat dari bahan rempah alami tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat yang kebetulan melintas di depan balai desa.(hms/rd2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer

Dapat Donasi Pakan, Kondisi Hewan di Semarang Zoo dalam Kondisi Baik

LINGKARJATENG.COM, SEMARANG - Seluruh hewan koleksi kebun binatang Semarang Zoo hingga saat ini masih dalam kondisi baik. Pernyataan ini ditegaskan Plt Direktur Semarang Zoo, Indriyasari...

Atap Sekolah Ambruk

KUDUS – Atap bangunan Sekolah Dasar (SD) 1 Loram Wetan, Kecamatan Jati mengalami kerobohan beberapa waktu lalu. Hal ini menyebabkan tidak dapat dimanfaatkan untuk...

Catut Nama PLTU, 2 Penipu Gadaikan 11 Mobil

BATANG - Kepolisian Resor Batang berhasil mengungkap kasus penipuan dan penggelapan mobil yang dilakukan oleh dua tersangka yaitu Reno Khotib (27) dan Sucipto (39). Pihak...

Dinas Perdagangan Kudus Tindak Jual Beli Lapak di Pasar Rakyat

KUDUS - Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus melaksanakan sidak ke Pasar Rakyat, kemarin (21/09). Hal tersebut dilakukan terdengar kabar, ada oknum pedagang yang menyewakan lapak...

Manfaatkan Teknologi, Wujudkan Smart City

SEMARANG - Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng juga mendapat penghargan dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (LEPRID), atas prestasinya sebagai penyelenggara Talk Show di Radio secara...

Gerakan Pakai Masker 14 Hari Dimulai

PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati akan menggalakan gerakan memakai masker selama 14 hari. Gerakan ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan menyelamatkan...

Kompol Didi Dewantoro Jabat Wakapolres, Ini Daftar Nama Pejabat Baru Polres Demak

DEMAK - Rotasi jabatan di Polres Demak kembali bergulir pada Jumat (18/9/2020) pagi. Sejumlah perwira menengah (Pamen) hingga perwira pertama (Pama) dimutasi untuk penyegaran...

Uji Coba Sekolah Tatap Muka Lancar

BLORA - Anggota Komisi D DRPD Blora, Achlif Nugroho Widi Utomo, melaksanakan pemantauan pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka di SMPN 2 Kedungtuban. Ia...

Bantu Petani, KUD Diaktifkan Kembali

BANTUL - Keberadaan Koperasi Unit Desa (KUD) yang sebelumnya telah bubar akan diaktifkan kembali oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul. Upaya ini dilakukan untuk membantu...

Kerjakan Ujian Sembari Gembalakan Kambing

KUDUS - Semangat belajar Nur Rochmat patut diapresiasi, meski berkewajiban untuk menuntut ilmu. Siswa kelas tujuh SMP 3 Satu Atap (Satap) Undaan Kudus tetap...