Kamis, Oktober 22, 2020
Beranda Karesidenan Semarang Kota Semarang Pelanggar Protokol Kesehatan di Jateng Capai Angka 25 Ribu Orang

Pelanggar Protokol Kesehatan di Jateng Capai Angka 25 Ribu Orang

SEMARANG – Upaya pemerintah untuk menekan angka penyebaran Covid-19 dengan cara razia protokol kesehatan, terus dilakukan. Hingga saat ini, tercatat ada 25.669 orang yang terjaring operasi protokol kesehatan di Jawa Tengah.

“Mereka dihukum dengan ketentuan masing-masing daerah. Ada yang diminta kerja sosial dengan membersihkan lingkungan, penyitaan KTP dan hukuman lain,” kata Kasatpol PP Provinsi Jateng, Budiyanto, kemarin.

Budiyanto menerangkan, operasi penegakan hukum akan terus dilakukan. Bahkan pihaknya sedang menyusun rencana, untuk pelaksanaan operasi serentak kembali dilakukan pada Oktober bulan depan.

“Ada 175 operasi yang kami rencanakan secara serentak di bulan Oktober nanti. Tiap-tiap daerah, minimal ada lima titik operasi,” jelasnya.

Dari evaluasi pelaksanaan operasi penegakan hukum selama ini, Budiyanto menerangkan bahwa masih banyak masyarakat yang ngeyel. Selain itu, pemenuhan sarana prasarana bagi petugas Satpol PP juga harus dipenuhi.

Hal senada disampaikan Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto. Kepada Ganjar, Fajar mengeluhkan terkait hukuman protokol kesehatan yang kurang memberikan efek jera.

BACA JUGA:  Selebritis dan Berbagai Komunitas Sepeda Ramaikan Sesi Keempat Tour de Borobudur

“Ada warga yang dihukum nyapu jalan atau push up, mereka malah senyum dan selfie ria. Ada yang nekat minta difotokan petugas Satpol. Jadi, menurut kami, hukuman ini harus benar-benar yang memberikan efek jera,” ucap Fajar.

Sementara itu, Ganjar mengatakan bahwa evaluasi penegakan hukum di Jateng memang perlu dilakukan.

Satpol PP se Jateng lanjut Ganjar diminta membuat jadwal penanganan dan melihat momentum atau event yang terjadi sampai akhir tahun. Misalnya, akan ada berapa banyak hari besar agama, ada berapa event yang akan digelar dan ada berapa tren yang meningkat dalam masyarakat. Semuanya harus terdata dan dilakukan antisipasi-antisipasi.

“Saya contohkan, akhir-akhir ini marak lomba lari liar di Jalan Pahlawan Semarang. Ternyata, ini tren nasional, saya lihat di daerah lain misalnya Bekasi juga sama. Jadi ini harus dilakukan pencegahan,” ucapnya. (git/yos)

Berita Populer

Hartopo: Program TMMD Puaskan Masyarakat

KUDUS - Plt. Bupati Kudus Dr. Hartopo menutup kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III TA. 2020. Selain itu, pada kesempatan ini...

11 Buruh Demo Tolak UU Ciptaker Semarang Positif Covid-19, Demonstran Lain Diminta Periksakan Diri

SEMARANG – Demontrasi tolak UU Cipta Kerja yang terjadi di Kota Semarang dan berbagai daerah lainnya beberapa waktu lalu menimbulkan kekhawatiran adanya persebaran Covid-19...

18.450 Warga Telah Menerima BPUM

BATANG - Masyarakat Kabupaten Batang yang telah mendaftarkan usaha mikro kecil yang dimilikinya ke Kementerian Koperasi dan UKM melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop...

Pelajar SMA Deklarasi Tolak Demo Anarkis

SEMARANG - Pelajar SMAN 3 dan SMAN 5 Kota Semarang mendeklarasikan gerakan cinta damai serta menolak demo dan tindakan anarkis di halaman sekolah masing-masing, kemarin....

Jateng Gelar UKM Virtual Expo

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Koperasi UMKM menyelenggarakan UKM Virtual Expo. Acara ini diselenggarakan sebagai wujud dukungan bagi pelaku UKM di Jawa...

Manfaatkan Selokan Mataram untuk Perikanan dan Pertanian

SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, mencoba untuk memanfaatkan aliran air di Selokan Mataram yang selama ini untuk pengairan pertanian juga dapat digunakan untuk...

Hapus Denda Keterlambatan Pajak Kendaraan Bermotor

PEMALANG - Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Pemalang melalui Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) mulai menerapkan penghapusan denda keterlambatan pajak kendaraan bermotor. Hal itu...

Dinkes Kota Semarang Sebut 10 Pendemo di Semarang Positif Covid-19

SEMARANG - Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat 10 buruh peserta demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah beberapa waktu...

Ganjar Pranowo Prioritaskan Vaksinasi untuk Nakes

SEMARANG - Pemerintah berencana mulai melakukan vaksinasi pada November bulan depan. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan bahwa prioritas pertama penerima vaksin adalah tenaga kesehatan...

Bupati Batang Wihaji Setujui Raperda Tentang Penanggulangan Penyakit

BATANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang dan Bupati Batang Wihaji setujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Penanggulangan Penyakit saat rapat Paripurna di...