Jumat, Oktober 30, 2020
Beranda Karesidenan Semarang Kota Semarang Kota Semarang Jadi Sasaran Pertama Operasi Serentak

Kota Semarang Jadi Sasaran Pertama Operasi Serentak

SEMARANG – Wilayah Kota Semarang menjadi lokasi pertama operasi gabungan yustisi protokol kesehatan. Ada 5.720 personil yang terdiri dari TNI/Polri dan Satpol PP yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Mereka disebar ke sejumlah titik seperti pasar tradisional dan tempat kerumunan lain untuk menegakkan protokol kesehatan secara ketat pada warga Kota Semarang.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, pihaknya akan mendukung penuh upaya penegakan hukum terhadap protokol kesehatan di Jawa Tengah. Pihaknya akan bersama-sama Pemda di Jateng melakukan operasi ini.

“Kami akan membantu penegakan Pergub dan Perda di Jateng. Di 35 Kabupaten/Kota ada Perbub dan Perwali. Kami akan mendukung pemda setempat melakukan kegiatan penegakan hukum dengan sanksi berdasarkan kearifan lokal masing-masing,” kata Luthfi, saat apel pasukan gabungan di Balai Kota Semarang, kemarin.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, ada beberapa daerah yang menjadi perhatian pemerintah pusat di Jawa Tengah. Menurutnya, Kota Semarang dipilih karena menjadi salah satu daerah zona merah di Jawa Tengah.

“Kita butuh kerjasama untuk menurunkan penularan, angka kematian dan menaikkan angka kesembuhan. Sudah tujuh bulan sosialisasi dilakuka, tapi di sana sini masih perlu kita tertibkan. Makanya, hari ini kami menggelar operasi bersama TNI/Polri untuk menertibkan sekaligus mengedukasi,” kata Ganjar.

BACA JUGA:  FibreFirst Cycling 2020, Bersepeda Sambil Berdonasi

Terkait sanksi, Ganjar mengatakan ada banyak pilihan sanksi kepada pelanggar. Bisa saja sanksi sosial, atau sanksi administratif lainnya.

“Tapi kalau itu tidak terlaksana dengan baik, bukan tidak mungkin kita menerapkan sanksi yang lebih tegas. Jateng punya Perda yang mengatur pencegahan dan penanggulangan penyakit menular. Perda itu tahun 2013 dan saya terjemahkan dalam Pergub. Itu sanksinya cukup berat, yakni dipenjara selama 6 bulan dan bisa didenda Rp50 juta,” tegasnya.

Namun Ganjar ingin menyampaikan pada masyarakat, bahwa pihaknya tidak mau menghukum dengan sanksi itu. Ia hanya minta masyarakat membantu dengan tertib dan taat melaksanakan protokol kesehatan dengan baik.

“Masyarakat ayo bantu kami,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pelaksanaan operasi masif l akan dilakukan secara terus menerus di Kota Semarang. Sasarannyaa dalah tempat-tempat yang masuk dalam zona merah, baik di tingkat RT/RW atau kelurahan. (git/yos)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer

Masyarakat Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

PEMALANG – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Pemalang hingga Senin (26/10) lalu menembus angka 516 orang. Hal itu disampaikan juru bicara gugus tugas...

Lawan Covid-19, Tekankan Pendekatan Persuasif

KUDUS - Protokol kesehatan (prokes) dewasa ini menjadi tanggung jawab bersama untuk menjalankan dengan baik. Hal itu, dipahami betul oleh Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat...

PT Angkasa Pura I Layangkan Surat Edaran Larangan Menerbangkan Layang-Layang

KULON PROGO - PT Angkasa Pura I melayangkan surat edaran kepada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, tentang larangan...

Sebagian Kecil Kekayaan Raja Kretek Terungkap

KUDUS – Buku peninggalan Sang Raja Kretek, Nitisemito telah selesai diseminarkan, akhir pekan lalu di salah satu hotel di Kudus. Terungkap sebagian kecil aset...

Tiga Pasangan Ikuti Nikah Bareng di Dermaga Cinta Gajahwong

YOGYAKARTA - Sebanyak tiga pasangan, yaitu Divya Merlinda dan Agga Nur Nugroho, Suwaryati dan Fajar Novianto, serta Suswanti dan Paul Wijaya Panjaitan, mengikuti nikah masal...

Dukung Petani Kopi Berkembang

KUDUS – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus, H.M. Hartopo, bersama jajarannya melakukan kunjungan ke destinasi wisata yang berada di Desa Japan, Kecamatan Dawe, belum...

Safari Jum’at Dan Hibah Sarpras, Dr. Hartopo Apresiasi Penerapan Prokes Jamaah

KUDUS - Safari Jumat kembali dilaksanakan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kudus Dr. Hartopo. Agenda mingguan tersebut rutin dilaksanakan diberbagai lokasi di Kabupaten Kudus....

Disdikbud Pemalang Belum Merencanakan Pembelajaran Tatap Muka

PEMALANG – Juni lalu telah dikeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri yang didalamnya dijelaskan bahwa pembelajaran tatap muka di sekolah diperbolehkan bagi wilayah zona hijau....

Penemu Buku Peninggalan Nitisemito Kirim Surat Kepada Museum Kretek Kudus

KUDUS - Penemu tiga buku peninggalan Raja Kretek asal Kudus Nitisemito mengirim surat kepada Museum Kretek Kudus. Buku tersebut telah dikirimkan ke Museum Kretek oleh penemunya...

Peneliti Asing Tanpa Izin Dikenai Denda Hingga Rp 4 M

JAKARTA - Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) mengatakan peneliti asing yang melakukan kegiatan penelitian di Indonesia tanpa izin akan dikenai sanksi administratif dan bisa pidana...