Jumat, Oktober 30, 2020
Beranda Karesidenan Semarang Kota Semarang Tanamkan Wawasan Kebangsaan Kekinian untuk Generasi Muda

Tanamkan Wawasan Kebangsaan Kekinian untuk Generasi Muda

Pengaruhi Lewat Pola Serangan Pintar F-7 (Food, Fun, Fashion, Film and Fantasy, Filosofi, dan Finansial).

SEMARANG – Menanamkan wawasan kebangsaan pada generasi milenial, tidaklah mudah. Sebab, mereka hidup di tengah canggihnya teknologi, yang telah menghilangkan batas teritori, dan mengubah masyarakat secara dinamis.

Ketua Umum Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Jawa Tengah, Nawal Nur Arafah Taj Yasin menuturkan, teknologi komunikasi dan informasi telah mengubah perang konvensional menjadi perang modern dengan menggunakan teknologi, media massa, dan cyber war. Perang mengubah pola pikir.

“Bukan lagi perang dengan kekuatan militer, tetapi perang pengaruh melalui format ideologi, politik, ekonomi, dan social budaya secara tidak disadari,” katanya saat menjadi pemateri seminar Pengembangan dan Peningkatan Wawasan Kebangsaan dan Nasionalisme di Kantor Kesbangpol, kemarin

Proxy war itu, kata Ning Nawal, sapaan akrab Nawal Nur Arafah Taj Yasin, sasarannya meliputi berbagai bidang. Mulai dari ketahanan ekonomi, pertahanan dan keamanan, budaya, ideologi, lingkungan, politik, hingga karakter masyarakat.

Generasi muda, menurutnya adalah elemen masyarakat yang mudah terpengaruh. Mereka bisa dipengaruhi melalui pola serangan pintar F-7 (Food, Fun, Fashion, Film and Fantasy, Filosofi, dan Finansial).

Orang tua, tandas dia, mutlak menjadi sumber informasi, pendamping dan role model bagi anak.  Apa saja yang harus menjadi perhatian? Pendidikan karakter, agar anak dapat mengambil keputusan dengan bijak dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA:  KPU Kota Semarang Tetapkan DPT Pilwakot

Sehingga mereka dapat memberikan kontribusi positif kepada lingkungannya. Selanjutnya, membangun sikap dan jiwa kepemimpinan anak, membangun sikap kritis, dan menanamkan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Bagaimana menguatkan karakter generasi milenial yang cinta tanah air dan berwawasan kebangsaan? Menurut Nawal, mereka bisa diberikan contoh orang tua untuk mengikuti kegiatan upacara bendera, Pramuka, diajak bergotong-royong, atau mengunjungi tempat-tempat bersejarah. Orang tua juga bisa mengajak anak untuk nonton bareng film perjuangan.

“Cara kekinian juga bisa diterapkan. Misalnya dengan membuat vlog yang pesannya tentang kepahlawanan, sejarah Indonesia, dan nilai-nilai Pancasila. Atau, membuat tik tok. Kita membuat tik tok atau vlog atau video pendek yang memuat bagaimana internalisasi terhadap nilai-nilai Pancasila. Sehingga aplikasi yang ada tidak sekadar untuk main-main,” tuturnya.

Nawal berpandangan, mengubah cara menanamkan wawasan kebangsaan kepada generasi milenial, harus dilakukan. Sebab, mereka hidup di zaman yang jauh berbeda dengan dulu. Tidak bisa lagi dipaksakan dengan cara yang sama. Mereka akan lebih senang belajar dengan cara-cara yang lebih asyik. (hms/yos)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer

Wisata Rejenu Mulai Banyak Pengunjung

KUDUS – Wisata Air Tiga Rasa Rejenu di Desa Japan, Kecamatan Dawe, sempat ditutup karena pandemi Covid-19. Namun, wisata religi tersebut kini sudah mulai ramai...

Pengadilan Tinggi Lepas Terpidana Penggelapan Tanah

SEMARANG - Pengadilan Tinggi Jawa Tengah melepaskan Agnes Siane, terpidana kasus penggelapan sertifikat tanah seluas 2.285 meter persegi yang merupakan rangkaian dari sengketa warisan....

Masyarakat Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

PEMALANG – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Pemalang hingga Senin (26/10) lalu menembus angka 516 orang. Hal itu disampaikan juru bicara gugus tugas...

Plt Bupati Resmikan “Manuto Ya Mas”

KUDUS - Kualitas pelayanan kepada masyarakat terhadap fasilitas kesehatan menjadi prioritas pihak RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. Oleh karena itu, rumah sakit milik Pemerintah Daerah...

PT Angkasa Pura I Layangkan Surat Edaran Larangan Menerbangkan Layang-Layang

KULON PROGO - PT Angkasa Pura I melayangkan surat edaran kepada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, tentang larangan...

Ada Tes Acak Bakal Dilakkuan Selama Libur Panjang

LINGKARJATENG.COM - Random test atau tes acak Covid 19 bakal dilakukan Pemprov Jateng di Libur panjang mendatang. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, pihaknya akan melakukan...

Antisipasi Bencana, Pemkab Kudus Lakukan Apel Siaga

KUDUS - Memasuki musim hujan, segala bentuk antisipasi bencana mulai dilakukan oleh Pemkab Kudus. Personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas PUPR, Dishub,...

Wasiat Orang Tua, Lestarikan Batik

KUDUS - Sejak mendapatkan wasiat dari orang tua untuk melestarikan batik, Said Anwarudin, pria asli Kebumen ini beralih bidang usaha. Dari kuliner menjadi wirausaha batik...

Jateng Raih Penghargaan Pembinaan Kampung Iklim

LINGKARJATENG.COM - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meraih penghargaan Pembinaan Program Kampung Iklim (ProKlim) Tingkat Provinsi Tahun 2020 dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan...

Bagikan Masker Pada Jamaah Masjid

DEMAK – Pemerintah Kabupaten Demak terus melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Untuk mencegah klaster Covid-19 di tempat ibadah, Gugus Tugas melalui Satuan Penegak Disiplin Protokol...