Dishub Brebes Terapkan Pembayaran Elektronik

  • Bagikan
Bupati Brebes Idza Priyanti
BERPOSE: Bupati Brebes Idza Priyanti mengapresiasi peluncuran Sprint 2.0. (HUMAS KAB. BREBES/ LINGKAR JATENG)

BREBES – Memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2020, Dinas Perhubungan Kabupaten Brebes melakukan meluncurkan Program Sistem Pembayaran Retribusi Non Tunai (Sprint 2.0). Di dalam Sprint 2.0 tersebut, di antaranya ada transaksi non tunai dengan teknologi QRIS (quick response code indonesian standar) pada pemungutan retribusi uji berkala kendaraan bermotor (uji KIR).

“Diera milenial dan masa pandemi Covid-19, semua harus serba elektronik, termasuk pembayaran KIR dan ini langkah bagus dari Dishub Brebes,” kata Bupati Brebes Idza Priyanti usai apel Harhubnas di halaman Kantor Dishub Brebes, belum lama ini.

Idza berharap, peluncuran program pelayanan Sprint 2.0 dengan fitur QRIS, selain dapat mempercepat alur pelayanan masyarakat, juga sangat tepat pada kondisi pandemi saat ini. “Dengan menggunakan fasilitas teknologi pelayanan tersebut dapat mengurangi transaksi tunai, sehingga bisa menjaga jarak. Artinya telah berperan serta dalam pencegahan penyebaran Covid-19,” katanya.

Peluncuran tersebut ditandai dengan menekan tombol sirine, dilanjutkan dengan peninjauan lokasi uji KIR bersama Sekda Brebes  Djoko Gunawan, Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto, Dandim 0713/Brebes Letkol Arm Moh Haikal Sofyan, Kepala Dishub Brebes Johari, Kepala Kantor Cabang Bank Jateng Setya Pamungkas, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cabang Tegal Taufik Amrozi, Para Asisten Sekda, Staf Ahli, Kepala OPD di lingkungan Pemkab Brebes dan undangan lainnya.

Ulang tahun juga ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Brebes yang diserahkan kepada Kepala Dishub Johari dan selanjutnya diserahkan kepada mantan Kepala Dishub Brebes Zaenal Arifin.

BACA JUGA:  Kasus Terus Meningkat, Perubahan Perilaku Mutlak Perlu

Apel Harhubnas dipimpin Bupati Brebes Idza Priyanti dengan membacakan amanat Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi. Menteri mengajak insan perhubungan, menjadikan momentum peringatan Harhubnas sebagai bahan merenungkan kembali apa yang telah dikontribusikan untuk bangsa dan negara. Satukan persepsi dan tekad meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Kata Menteri, sektor perhubungan merupakan sektor yang dibutuhkan oleh sektor-sektor yang lain. Seperti sektor perdagangan, pendidikan, industri, UKM hingga pariwisata karena semuanya membutuhkan mobilitas. Artinya, transportasi memiliki peranan yang amat strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Keberhasilan pembangunan sangat dipengaruhi oleh peranan transportasi sebagai urat nadi kehidupan.

Insan Perhubungan, kata Budi, harus siap membangun dan melayani dalam berbagai kondisi. Sumber daya manusia perhubungan dituntut memperkuat kembali komitmen dan dedikasi untuk bekerja keras yang nyata di sektor transportasi.

Budi juga mengingatkan, penyelenggaraan transportasi harus secara konsisten berpedoman pada protokol kesehatan yang ketat agar dapat secara efektif mencegah penyebaran covid-19. “Mari kita tunjukkan, Insan transportasi ada di garda terdepan untuk memutus rantai penyebaran covid 19, dengan memberikan teladan,” ajak Budi Karya.

Wujud dari itu, lanjutnya, semua sarana dan prasarana transportasi, harus dapat menjamin keselamatan dan kesehatan masyarakat, memberikan rasa aman dan nyaman bagi semua pengguna transportasi. (hms/gih)

  • Bagikan