Menilik Pembelajaran Lewat Radio

  • Bagikan
Kepala Sekolah SMP N 1 Bodeh
PEMBELAJARAN: Kepala Sekolah SMP N 1 Bodeh saat menunjukkan pemebelajaran menggunakan radio, belum lama ini. (ALLAM MUDZAFFAR HANIF/ LINGKAR JATENG)

PEMALANG – Selama masa pandemi Covid-19 penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar siswa dilakukan secara jarak jauh. Selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) tersebut banyak kendala yang dialami siswa maupun tenaga pendidik. Mulai dari sinyal internet hingga kuota untuk mengikuti pembelajaran daring.

Berawal dari situlah, SMP N 1 Bodeh membuat Radio Komunitas Merdeka Belajar Bosa fm. Mengingat masih banyak orang tua murid tidak memiliki telepon seluler dan akses internet di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Sekolah SMP N 1 Bodeh, Kirno mengatakan, awalnya sekolah masih menggunakan pembelajaran daring seperti biasanya, menggunakan Zoom dan Google Class Room. Namun seiring berjalannya waktu terkendala dengan ketersediaan paket data internet dari para siswa atau orang tua.

“Dalam rangka menghemat biaya itu teman-teman guru memiliki gagasan untuk mendirikan radio,” ujarnya.

Hingga akhirnya pada pekan kedua tahun ajaran 2020/2021 radio tersebut diresmikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang, Mualip. Dengan itu para siswa diberikan pilihan dengan KBM menggunakan radio. Namun bagi siswa yang mampu mereka juga masih bisa mengikuti pembelajaran menggunakan aplikasi pertemuan.

“Setelah radio diresmikan, praktis anak-anak belajar dari rumah dengan mengikuti siaran radio. Ada yang menggunakan radio asli ada yang menggunakan HP,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Dampak Buruk Akibat Berlebihan Pakai Hand Sanitizer

Terkait dengan jadwal KBM setiap kelas paralel hanya diberikan dua mata pelajaran setiap harinya yang dibagi menjadi tiga sesi. Untuk sesi pertama diikuti kelas tujuh secara paralel, kemudian sesi dua ada kelas delapan paralel dan sesi terakhir diikuti oleh kelas sembilan.

Sedangkan untuk biaya pendiran radio sendiri Kirno menyampaikan, semuanya murni dari dana BOS. “Saya sampaikan ke Bina Program, ke Kabid Dikdas juga diizinkan untuk pembelajaran di era Covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu Wakil Kepala Sekolah Bagian Sarpras Sriyana menyampaikan, untuk pendirian radio pembelajaran ini sendiri tidak butuh waktu yang lama. Hanya butuh tiga hari.

“Kita hanya pengadaannya sedikit, karena hampir semua alat ini sudah dimiliki. Ini alat-alat studio musik kita alihkan kesini, karena di studio musik tidak ada kegiatan. Kita hanya beli pemancar sama tiangnya saja,” terangnya.

Sriyana menambahkan sebelum dimulainya KBM menggunakan radio ini piaknya juga telah melakukan pelatiahan kepada para guru tentang tata cara siara. Bahkan pihak sekolah mengundang dosen kepenyiaran dari IAIN Pekalongan untuk menatar para guru. (fat)

  • Bagikan