Bupati Pemalang Sampaikan Penyebab Intoleransi

  • Bagikan
Bupati Pemalang Junaedi
APRESIASI: Bupati Pemalang Junaedi menerima kenang-kenangan buku dari penyelenggara workshop “Penguatan Moderasi Beragama”. (TWITTER PEMKAB PEMALANG/ LINGKAR JATENG)

PEMALANG – Bupati Pemalang Junaedi mengatakan bahwa gejala intoleran belakangan ini telah berkembang dan menyasar berbagai komponen masyarakat. Baik di lingkungan pemerintahan, pendidikan maupun kelompok-kelompok masyarakat. Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah pemahaman agama yang dangkal.

“Intoleransi seringkali dimulai dengan pemahaman yang dangkal terhadap ajaran agama. Karena itulah, penanaman dan pengembangan Islam yang moderat di seluruh komponen masyarakat menjadi sangat penting untuk dijadikan sebagai cara pandang mereka dalam memahami dan mendalami Islam yang Rahmatan lil’Alamin,” katanya dalam workshop “Penguatan Moderasi Beragama” di salah satu hotel di Pemalang, kemarin.

Junaedi menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kemenag RI, Kepala Kemenag Pemalang, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang dan pihak-pihak terkait lainnya yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Ia mengajak kepada semua peserta workshop agar kegiatan itu dapat dijadikan sebagai komitmen bersama dan upaya dalam mendukung penguatan keagamaan, kedewasaan, serta toleransi dalam kehidupan masyarakat di Kabupaten Pemalang.

Menurutnya, pandangan mengenai moderasi beragama harus disampaikan kepada seluruh komponen masyarakat. Terutama dikalangan generasi muda, atau istilah kerennya generasi melinial.

“Hal itu perlu dilakukan agar pemahaman masyarakat terhadap agama menjadi semakin luas, dapat menerima perbedaan-perbedaan yang ada. Sehingga tidak gampang terpengaruh oleh hal-hal yang mudah memicu terjadinya perilaku intoleransi,” katanya.

BACA JUGA:  Diskominfo Pemalang Gelar FGD Untuk Atasi Blank Spot

Junaedi mengatakan, menerapkan moderasi beragama di masyarakat memang bukan sesuatu hal yang mudah, apalagi di Indonesia yang begitu banyak memiliki keragaman budaya, tradisi, adat, maupun agama itu sendiri. “Bahkan pendiri bangsa menggunakan istilah Bhineka Tunggal Ika untuk mempersatukan karena begitu banyaknya keragaman yang ada di negeri ini,” ujarnya.

Meski demikian, Junaedi meyakinkan bahwa kita bisa menjaga keharmonisan dan ketentraman di masyarakat, yakni dengan konsisten menyelenggarakan kegiatan yang dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang agama. “Kegiatan yang meningkatkan semangat toleransi antar umat beragama dan kegiatan yang semakin meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.

Selain itu, Junaedi juga mengajak kepada seluruh yang hadir di acara workshop menjadi tauladan dalam menerapkan protokol kesehatan, sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pemalang. Menurutnya, hal itu penting dilakukan, mengingat pertambahan pasien Covid-19 terus meningkat.

“Dengan disiplin memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan rajin mencuci tangan pakai sabun, kita telah saling melindungi diri ancaman penularan Covid-19,” katanya. (hms/gih)

  • Bagikan