Jumat, Oktober 30, 2020
Beranda Karesidenan Pekalongan Kota Pekalongan Ubah Sampah Jadi Pundi Rupiah

Ubah Sampah Jadi Pundi Rupiah

PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Lingkungan Hidup menggalakkan penanganan sampah di lingkungan Kota Pekalongan. Upaya tersebut salah satunya melalui Program Ayo Pilah Sampah dan Menabung di Bank Sampah, Insya Allah Berkah.

Bank Sampah sendiri merupakan konsep pengumpulan sampah kering yang dipilah dan memiliki manajemen layaknya perbankan tapi yang ditabung bukan uang melainkan sampah. Warga yang menabung pun disebut sebagai nasabah karena sama halnya dengan bank biasa yang memiliki buku tabungan.

Kepala Seksi Pelayanan Sampah, Yuliastri menjelaskan bahwa pengelolaan sampah dengan sistem bank sampah ini diharapkan mampu membantu pemerintah dalam menangani sampah dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Terlebih, dalam peringatan World CleanUp Day (WCD) yang diinisiasi sejak tahun 2018 sebagai ajang bersih-bersih sampah.

“Sebenarnya peringatan WCD ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2018 melalui aksi membersihkan sampah-sampah yang berada di seluruh kawasan di perkotaan hingga tingkat kelurahan secara serentak. Sampah-sampah dikumpulkan, dipilah terlebih dahulu mana yang anorganik dan organik untuk kemudian bisa dibawa ke bank sampah induk,” tutur Yuli saat kegiatan Aksi Pungut Sampah dalam rangka memperingat WCD di Stadion Hoegeng Kota Pekalongan, belum lama ini.

Yuli mengatakan, masyarakat yang menabung di bank sampah akan mendapatkan buku rekening tabungan sebagai catatan pemasukan tabungan sampah. Tabungan dapat diakumulasikan dan dicairkan setiap bulannya menjadi pundi-pundi rupiah sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga.

BACA JUGA:  Pemkot Pekalongan Tawarkan Produk UKM ke Shanghai

“Masyarakat bisa mulai memilah sampah rumah tangga di antaranya sampah organik dan yang bisa didaur ulang dimana sampah yang sudah dipilah oleh masyarakat, bisa disetor ke bank sampah induk. Di sana, sampah bernilai ekonomi seperti botol plastik, kardus dan lain-lain bisa dijual yang secara tidak langsung juga dapat berdampak pada meningkatnya taraf ekonomi masyarakat,” katanya.

“Untuk harga nilai jualnya masing-masing, misalnya saja sampah plastik mulai dari Rp300-Rp2000,00 per kilogramnya, sampah botol mulai dari Rp100-Rp800, kertas-kertas mulai dari Rp700-Rp1600,00 per kilo, sampah berupa bahan atom, besi,aluminium juga bisa ditabung dan dijual di Bank Sampah Induk Kota Pekalongan,” imbuh Yuli.

Yuli menambahkan, dalam peringatan WCD Tahun 2020 ini, Bank Sampah Induk Kota Pekalongan turut berpartisipasi mengajak masyarakat untuk mulai sadar memilah sampah mulai dari rumah. Hal ini dilakukan untuk mengurangi beban atau volume sampah yang terkirim di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Mudah-mudahan aksi ini tidak hanya berhenti pada hari ini saja, namun bisa berkelanjutan. Masyarakat bisa terus memilah sampahnya dari rumah kemudian bisa secara kelompok atau individu untuk menjual atau menabung ke Bank Sampah Induk Kota Pekalongan yang berlokasikan di Kelurahan Kuripan Kertoharjo,” ujarnya. (hms/gih)

Berita Populer

Bagikan Masker Pada Jamaah Masjid

DEMAK – Pemerintah Kabupaten Demak terus melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Untuk mencegah klaster Covid-19 di tempat ibadah, Gugus Tugas melalui Satuan Penegak Disiplin Protokol...

Pasar Sentiling Kembali Digelar

SEMARANG - Pasar Sentiling yang menjadi bagian dari pagelaran kemeriahan Festival Kota Lama Semarang kembali digelar tahun ini. Acara tersebut diadakan selama 10 hari mulai...

Masyarakat Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

PEMALANG – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Pemalang hingga Senin (26/10) lalu menembus angka 516 orang. Hal itu disampaikan juru bicara gugus tugas...

Pelaku Pembunuhan Wanita di Kamar Hotel Ditangkap

KUDUS - Aparat Kepolisian Resor (Polres) Kudus membekuk pelaku pembunuhan terhadap wanita yang ditemukan meninggal di salah satu kamar hotel di Kecamatan Jati. Polisi menemukan...

Apresiasi Pengendara Taat Protokol Kesehatan

PEMALANG – Polres Pemalang melaksanakan operasi kepolisian kewilayahan Zebra Candi 2020. Polres Pemalang akan memberikan hadiah bagi para pengemudi yang tertib berlalulintas dan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kapolres Pemalang...

Pengadilan Tinggi Lepas Terpidana Penggelapan Tanah

SEMARANG - Pengadilan Tinggi Jawa Tengah melepaskan Agnes Siane, terpidana kasus penggelapan sertifikat tanah seluas 2.285 meter persegi yang merupakan rangkaian dari sengketa warisan....

Resmikan Peluncuran Layanan Masyarakat, Plt. Bupati Kudus Ajak RSUD Terus Berbenah Diri

KUDUS - Kualitas pelayanan kepada masyarakat terhadap fasilitas kesehatan menjadi prioritas pihak RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. Oleh karena itu, Rumah Sakit milik Pemerintah...

Jateng Siap Antisipasi Bencana dan Libur Panjang

SEMARANG - Tim Gabungan Kesiapsiagaan Bencana di Jawa Tengah siap mengantisipasi dan menangani bencana sekaligus menghadapi libur panjang 28 Oktober - 1 November 2020. Hal...

Adu Kualitas dalam Uji Kompetensi untuk Sertifikasi

PEMALANG - Tempat Uji Kompetensi (TUK) Sartika Sari menggelar Ujian Kompetensi tata rias pengantin solo putri. Acara ini diikuti oleh berbagai macam Lembaga Kursus Pelatihan...

Hasil Uji Swab Siswa Negatif Covid-19

PEMALANG - Guru Sekolah Dasar 01 Kejambon, Kabupaten Pemalang, terinfeksi virus Covid-19. Akibatnya, puluhan siswa menjalani tes swab dan isolasi mandiri. Kepala Koordinator Wilayah Kecamatan Taman...