Kamis, Oktober 22, 2020
Beranda Karesidenan Semarang Kota Semarang Ganjar Minta Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan Dicoret

Ganjar Minta Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan Dicoret

SEMARANG – Pemerintah pusat menegaskan tidak akan menunda pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Juru Bicara Kepresidenan, Fadjroel Rachman mengatakan, pemerintah memutuskan Pilkada Serentak 2020 tetap akan digelar pada 9 Desember mendatang dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda), KPU, Bawaslu dan TNI/Polri harus melakukan tidakan ekstra besar untuk menegakkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

“Saya ngikuti di media, katanya akan tetap dilanjutkan. Kalau opsinya itu, maka semuanya harus siap. Ini nggak main-main, protokol kesehatan harus disiapkan secara ketat untuk mengamankan,” kata Ganjar ditemui di kantornya, kemarin.

Selain itu, Ganjar juga meminta penyelenggara pemilu berani mengeluarkan aturan tegas. Ia menyarankan semua tahapan Pilkada harus divirtualkan, misalnya penentuan nomor urut, debat kandidat dan tahapan lainnya.

“Tidak boleh ada pertemuan yang bisa menimbulkan kerumunan massa. Kalau ada (pertemuan) itu, izinkan kami di daerah untuk melarang,” tegasnya.

KPU dan Bawaslu lanjut Ganjar juga harus berani memberikan sanksi bagi kontestan yang melanggar protokol kesehatan selama proses Pilkada berlangsung. Bahkan dirinya mengusulkan, jika pelanggaran berulang dan membahayakan, maka KPU Bawaslu tidak segan untuk melakukan pembatalan pasangan calon.

BACA JUGA:  Ganjar Pranowo Peringati Hari Jadi Ke-70 Provinsi Jateng Secara Sederhana

“Kalau memang membahayakan dan berulang-ulang, mungkin pembatalan pasangan calon juga menarik untuk dipertimbangkan. Sehingga kita benar-benar serius, kan hukuman itu harus ada efek jeranya,” ucapnya

Para elite politik yang bersaing dalam kontestasi politik juga diminta memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat. Mereka diminta melakukan lomba ide, gagasan secara virtual agar tidak menimbulkan kerumunan.

Segala macam kegiatan dengan pengumpulan massa, menurutnya sudah tidak masuk akal dilakukan. Entah konser musik, hiburan dan pertemuan massal seperti tahun-tahun sebelumnya, menurut Ganjar tidak boleh lagi dilakukan.

“Para calon bertarung saja di media sosial masing-masing, dengan kreatifitas dan program yang menarik. Misalnya kalau ingin ketemu calon tertentu, ngobrol, maka ikuti chanel ini. Kan menarik. Tulis saja di banyak tempat dengan gambar besar, ini calonnya, ini medsosnya dan ikuti obrolan setiap hari,” tandasnya. (git/yos)

Berita Populer

Anggarkan Bantuan Rumah Tahun Depan

SEMARANG - Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang Ali mengatakan, pihaknya menargetkan sebanyak 1000 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) akan diberikan...

Serikat Buruh Kota Semarang Ajukan Konsep Pengupahan

SEMARANG - Serikat Buruh di Kota Semarang mengajukan pengupahan ke Komisi D DPRD Kota Semarang. Konsep tersebut telah didiskusikan dengan pimpinan komisi tersebut. "Pada intinya kami...

Jateng Deklarasi Cinta Damai dan Tolak Aksi Anarkis

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi kepada komponen masyarakat yang turut serta menolak aksi anarkis di wilayahnya. Hal itu disampaikan Ganjar dalam sambutannya...

KPU Pemalang Tetapkan DPT Sebanyak 1.106.017 Pemilih

PEMALANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pemalang menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Pemalang 2020. Dalam rapat pleno terbuka sebanyak 1.106.017 pemilih ditetapkan. Rapat pleno...

BPBD Kudus Butuh Armada Tambahan

KUDUS – Guna untuk menunjang kinerja dalam mengatasi berbagai kebencanaan di Kota Kretek. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, masih membutuhkan beberapa armada tambahan...

Usung Airlangga Hartarto Sebagai Capres 2024

SEMARANG - Partai Golkar pada hari jadinya yang ke-56 bertekad meraih kemenangan pada Pilkada 2020 mendatang. Selain itu, Golkar juga ingin mengusung Airlangga Hartarto sebagai...

Anggota DPRD Jateng Minta Dispensasi Nikah Diperketat

SEMARANG - Anggota Komisi E DPRD Jateng Tazkiyatul Muthmainnah menyayangkan angka pernikahan anak meningkat tajam pada saat pandemi Covid-19. Menurutnya, salah satu sebabnya yaitu adanya...

Dibenahi, Nepal Van Java Tutup Sementara

MAGELANG - Daya Tarik Wisata Nepal Van Java di Dusun Butuh Desa Temanggung Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, akan ditutup sementara. Penutupan hingga sampai batas waktu...

Peringatan Hari Santri Nasional 2020 di Jawa Tengah Digelar Virtual

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2020 di Jawa Tengah akan diselenggarakan secara virtual. Acara tersebut akan...

Terus Upayakan Parijoto Jadi Tanaman Khas

KUDUS – Berbagai upaya terus dilakukan pihak Dinas Pertanian dan Pangan (Dispentan) agar parijoto bisa menjadi tanaman milik Kabupaten Kudus. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara sudah terlebih...