Selasa, Oktober 27, 2020
Beranda D.I. Yogyakarta KPU Gunung Kidul Menargetkan Tingkat Partisipasi Pilkada 72 Persen

KPU Gunung Kidul Menargetkan Tingkat Partisipasi Pilkada 72 Persen

GUNUNG KIDUL – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menargetkan partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 sebesar 72 persen. Target itu lebih rendah dibandingkan target nasional sebesar 77 persen.

Ketua KPU Gunung Kidul Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, berdasarkan data tingkat partisipasi dalam pemilihan kepala daerah, legislatif 2020, dan kondisi pandemi Covid-19. Pihaknya tidak berani memasang target tinggi dalam Pilkada 2020 ini.

“Kami mentargetkan 72 persen. Target tersebut sudah kami sesuaikan dengan kondisi tingkat partisipasi masyarakat dalam pilkada sebelumnya, pileg hingga kondisi pandemi COVID-19 ini. Kami harus realistis memasang target partisipasi pada Pilkada 2020 ini, namun kami berharap tingkat partisipasi melebihi 72 persen,” kata Ahmadi Ruslan Hani di Gunung Kidul, kemarin.

Ia mengatakan tingkat partisipasi masyarakat Gunung Kidul pada Pilkada 2015 hanya mencapai 70,10 persen. Kemudian, pada Pileg 2019 tingkat partisipasi sebesar 80 persen. Partisipasi masyarakat tersebut sebelum adanya pandemi Covid-19, tentu hal ini ini akan jauh berbeda dengan kondisi saat ini.

Saat ini, KPU Gunung Kidul juga mengintensifkan sosialisasi pelaksanaan pilkada kepada masyarakat untuk mendongkrak partisipasi masyarakat nanti. Sosialisasi kepada masyarakat pada masa pandemi saat ini, tentu berbeda dengan kondisi normal.

“Pada kondisi normal bisa dilakukan sosialisasi dari pintu ke pintu atau dari kelompok masyarakat ke kelompok masyarakat lainnya. Saat ini, kami mengutamakan sosialisasi melalui media sosial, yang terbatas jangkauannya karena belum semua masyarakat memiliki telepon genggam dan terkendala jaringan internet,” katanya.

BACA JUGA:  Kampanye Tatap Muka Maksimal 50 orang

Ia mengatakan, masa pandemi Covid-19 ini mengharuskan KPU Gunung Kidul harus membuat terobosan dalam upaya mensosialisasikan pilkada ke masyarakat. Pada waktu normal, sosialisasi bisa dilakukan dengan mengajak masyarakat melalui pertunjukan seni dan budaya sehingga bisa menggeliatkan partisipasi peserta dalam jumlah besar

Ia menjelaskan, saat pandemi ini, terobosan yang akan dilakukan, yakni KPU akan memberikan brosur tentang sosialisasi pemilihan yang akan disebar dari rumah ke rumah. Rencananya jumlah brosur yang dicetak sejumlah Kepala Keluarga di Gunung Kidul. Total ada sekitar 250.000 KK dan brosur akan diserahkan bersamaan dengan undangan untuk mencoblos.

Namun demikian, sosialisasi dengan mengajak partisipasi banyak orang tidak bisa dilakukan karena adanya pandemi Covid-19. “Dulu kami bisa lakukan sosialisasi dengan menggelar atraksi seni budaya di setiap kapanewon, tapi sekarang tidak bisa karena takutnya menjadi pemicu penyebaran Covid-19,” katanya.

Sementara itu, Bupati Gunung Kidul, Badingah mengatakan, partisipasi dari masyarakat merupakan salah satu kunci kesukesan dalam pilkada. Oleh karenanya, didalam pesta demokrasi ini partisipasi dari masyarakat dibutuhkan untuk memilih pemimpin yang jujur adil, tidak ada kecurangan dan mendapatkan legitimasi yang kuat dari masyarakat.

“Kalau bukan kita semua yang menciptakan proses politik yang beretika, berdemokratis, bermartabat dan damai, siapa lagi,” katanya. (ara/gih)

Berita Populer

Gandeng Tokoh Agama Cegah Pernikahan Dini

SEMARANG - Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Jawa Tengah, Nawal Arafah Taj Yasin Maimoen menegaskan, jika peran tokoh agama dan masyarakat sangat penting untuk...

Resmikan Peluncuran Layanan Masyarakat, Plt. Bupati Kudus Ajak RSUD Terus Berbenah Diri

KUDUS - Kualitas pelayanan kepada masyarakat terhadap fasilitas kesehatan menjadi prioritas pihak RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. Oleh karena itu, Rumah Sakit milik Pemerintah...

Anggarkan Bantuan Rumah Tahun Depan

SEMARANG - Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang Ali mengatakan, pihaknya menargetkan sebanyak 1000 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) akan diberikan...

Libur Panjang, Satpol PP Gencarkan Razia

SEMARANG - Satpol PP Kota Semarang bakal menggencarkan razia protokol kesehatan selama libur panjang pekan ini. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran virus Covid-19. Kepala Satpol...

Jepang Beri Pinjaman 50 Miliar Yen

JAKARTA - Jepang telah menetapkan pemberian pinjaman bantuan fiskal sebesar 50 miliar yen setara Rp6,95 triliun kepada Indonesia untuk meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana di Indonesia. Hal...

Antisipasi Bencana, Pemkab Kudus Lakukan Apel Siaga

KUDUS - Memasuki musim hujan, segala bentuk antisipasi bencana mulai dilakukan oleh Pemkab Kudus. Personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas PUPR, Dishub,...

Kapolda Jateng Pimpin Sertijab 7 Kapolres Baru

SEMARANG -  Sebanyak 7 Kapolres baru di wilayah Polda Jawa Tengah melakukan serah terima jabatan (sertijab) di gedung Borobudur Mapolda Jateng, Jumat (23/10/2020). Kapolda Jawa...

Tiga Pasangan Ikuti Nikah Bareng di Dermaga Cinta Gajahwong

YOGYAKARTA - Sebanyak tiga pasangan, yaitu Divya Merlinda dan Agga Nur Nugroho, Suwaryati dan Fajar Novianto, serta Suswanti dan Paul Wijaya Panjaitan, mengikuti nikah masal...

Ada Tes Acak Bakal Dilakkuan Selama Libur Panjang

LINGKARJATENG.COM - Random test atau tes acak Covid 19 bakal dilakukan Pemprov Jateng di Libur panjang mendatang. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, pihaknya akan melakukan...

“Demon Slayer The Movie” Raih 44 Juta Dolar Dalam Tiga Hari

LINGKARJATENG.COM - Film “Demon Slayer The Movie: Mugen Train”, sebuah anime petualangan dari Jepang, menjadi film dengan performa terbaik di dunia akhir pekan lalu. Diputar di...