Kamis, Oktober 22, 2020
Beranda Karesidenan Semarang Kota Semarang Ganjar Sidak Warung Tak Terapkan Prokes di Semarang

Ganjar Sidak Warung Tak Terapkan Prokes di Semarang

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah warung di Kota Semarang. Sidak itu dilakukan untuk melihat ketaatan sejumlah pelaku usaha kuliner terhadap protokol kesehatan yang berlaku.

“Semua pemilik warung untuk melakukan penataan dengan mengatur tempat usahanya masing-masing. Satu meja, dibatasi hanya boleh diduduki untuk dua atau maksimal tiga orang. Cara duduknya pun tak boleh berhadap-hadapan, yakni harus menyilang,” katanya, kemarin.

Ganjar melakukan sidak ke sejumlah warung di Kota Semarang, Rabu (23/9). Diantaranya warung-warung yang didatangi yakni di Pujasera MAJT serta beberapa warung di Jalan Jolotundo Kota Semarang. Di tempat-tempat itu, Ganjar dengan sabar mengedukasi pemilik dan pembeli untuk ketat menerapkan protokol kesehatan.

Bahkan, Ganjar dengan sengaja membawa lakban dari rumah untuk memberikan tanda silang di meja atau kursi warung-warung yang ia kunjungi itu. Tujuannya untuk memberikan contoh bagaimana penataan yang benar di warung agar semuanya bisa berjalan aman.

Dirinya menegaskan tidak melarang warung untuk tetap buka. Asal, protokol kesehatan benar-benar diterapkan. Pemilik warung diminta tegas mengingatkan pembeli yang abai pada protokol kesehatan.

BACA JUGA:  Hingga September Terjadi 107 Kekerasan dalam Rumah Tangga

“Demi menjaga bersama. Kalau warungnya kecil dan sudah penuh, pemilik tolong jangan mempersilahkan tamu baru masuk. Bisa juga kursinya ditata di depan warung atau pinggir jalan, agar pembeli tetap bisa jajan. Saya izinkan, asal tidak mengganggu arus lalulintas,” tegasnya.

Selain sidak warung, Ganjar juga berkeliling ke sejumlah pasar tradisional dan kampung-kampung. Tujuannya sama, yakni untuk mengedukasi masyarakat agar tertib melaksanakan protokol kesehatan.

Di sejumlah pasar tradisional dan kampung yang dikunjungi Ganjar, masih banyak ditemukan warga yang abai dengan tidak memakai masker. Setelah memberi masker, Ganjar mengingatkan agar mereka tertib, sebab jika tidak tertib, maka pemerintah tidak akan segan menutup tempat usaha mereka.

“Biasanya saya pakai masker, ini tadi lupa. Pak Ganjar tadi mengingatkan, Semarang paling tinggi kasus positif Coronanya, jadi harus pakai masker tiap hari. Besok-besok saya janji pakai masker, apalagi tadi pak Ganjar bilang kalau ngeyel usaha saya akan ditutup,” kata Bu Eko,45, salah satu pedagang di daerah Peterongan. (git/yos)

Berita Populer

Usung Airlangga Hartarto Sebagai Capres 2024

SEMARANG - Partai Golkar pada hari jadinya yang ke-56 bertekad meraih kemenangan pada Pilkada 2020 mendatang. Selain itu, Golkar juga ingin mengusung Airlangga Hartarto sebagai...

Anak Amien Rais Alami Luka Berat

BANDUNG - Kabidhumas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi A Chaniago mengatakan Ahmad Hanafi Rais, putra sulung Amien Rais, mengalami luka berat akibat  kecelakaan di...

Peran Santri dalam Mewujudkan Indonesia Sehat

PEMALANG - Guna memperingati Hari Santri Nasional Pemerintah Kabupaten Pemalang menggelar Halaqoh sarasehan agama. Bertempat di pendopo Kabupaten Pemalang, acara ini dihadiri oleh Bupati Pemalang, Ketua...

Begini Isi Percakapan WAG KAMI Medan Yang Diungkap Polisi

JAKARTA — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membeberkan percakapan Whatsapp grup Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Medan yang cukup mengerikan. Kadiv Humas Polri Irjen Argo...

Festival Keris Ratu Boko II

SLEMAN – Guna melestarikan dan mengembangkan salah satu warisan budaya, serta memberikan edukasi dan meningkatkan apresiasi masyarakat umum terhadap keris.  PT Taman Wisata Candi...

Ganjar Pranowo Dukung Usulan PRPP Jadi Perseroda

SEMARANG - Usulan DPRD Jateng atas perubahan status Perseroan Terbatas (PT) Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah menjadi Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) didukung...

Pemkab Kudus Rencanakan Sistem Parkir Berlangganan

KUDUS – Parkir tepi jalan umum di Kabupaten Kudus rencananya akan menggunakan sistem berlangganan. Nantinya masyarakat akan membayar parkir bersamaan pada saat memperpanjang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)...

Hapus Denda Keterlambatan Pajak Kendaraan Bermotor

PEMALANG - Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Pemalang melalui Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) mulai menerapkan penghapusan denda keterlambatan pajak kendaraan bermotor. Hal itu...

Ketua IDI Jateng : Pastikan Protokol Kesehatan Dipatuhi sebelum Bioskop Dibuka Kembali

SEMARANG - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Tengah Dr. Djoko Handojo, M.Si Med, Sp.B., Sp.B. (K) Onk, FICS meminta pemerintah memastikan protokol...

Ganjar Minta Masyarakat Menahan Diri

SEMARANG - Aksi demonstrasi penolakan undang-undang Ciptakerja di Kota Semarang menyebabkan klaster penularan Covid-19 baru. Tercatat sampai saat ini, ada 11 demonstran di Kota Semarang...