Kamis, Oktober 22, 2020
Beranda Karesidenan Pekalongan Pemalang Tekan Angka Stunting, Pemkab Pemalang Gelar Evaluasi

Tekan Angka Stunting, Pemkab Pemalang Gelar Evaluasi

PEMALANG – Untuk mengetahui hasil analisis stunting dilokasi masing- masing, sebanyak dua puluh lima Puskesmas, mengikuti evaluasi kegiatan implementasi penanggulangan stunting Kabupaten Pemalang tahun 2020, belum lama ini. Evaluasi ini sebagai upaya menekan angka kasus stunting di Kabupaten Pemalang.

Acara yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pemalang itu, digelar selama dua hari di salah satu hotel di Jalan Ahmad Yani, Pemalang.

Subid Kesehatan Bidang Pembangunan Manusia dan Masyarakat Bappeda Kabupaten Pemalang, Indarto mengatakan, dari analisis yang telah dilakukan oleh Puskesmas, hasilnya akan diketahui secara detail penyebab terjadinya stunting. Selanjutnya dapat dijadikan sebagai referensi dalam menyusun program pencegahan dan penanganan stunting kedepan serta deteksi dini.

“Hasilnya, kalau mereka sudah bisa melakukan analisis kemudian mengetahui pokok permasalahan penyebab stunting yang paling dominan itu, nanti bisa diketahui apa yang harus dilakukan,”  kata Indarto. Menurutnya, acara tersebut baru pertama kali diselenggarakan untuk Puskesmas. Sebelumnya, hanya berdasarkan laporan mereka ke Dinas Kesehatan lalu direkap.

Sementara itu Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi pada Bidang Kesmas Dinkes Pemalang, dr. Tettie Aidawati berharap, stunting di Kabupaten Pemalang bisa terus ditekan. Kalaupun sudah ada bayi atau balita yang stunting pihaknya bisa melakukan intervensi.

Terkait kegiatan evaluasi yang tengah berlangsung saat itu, Tettie mengatakan evaluasi itu dimaksudkan untuk mengetahui hasil kegiatan yang dilakukan oleh Puskesmas saat di lapangan. Dengan adanya evaluasi tersebut dapat diketahui kesulitan ataupun kendala yang ada di lapangan. Sehingga tujuan utama untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Pemalang bisa tercapai termasuk cara penanganannya.

BACA JUGA:  Sosialisasikan Disiplin dan Penegakan Hukum Prokes

“Sampai saat ini kita ada dua puluh lokus. Tahun 2018 ada sepuluh lokus kemudian ditambah lagi sepuluh lokus. Harapannya nanti dari tahun ke tahun kita bisa mencari lagi. Sehingga semua desa bisa kita temukan untuk kemudian dilakukan pencegahan dan penanganan,” ujar Tettie

Dikatakannya, bahwa penyebab stunting satu sama lain saling berkaitan baik dari gizi, pola asuh maupun lingkungan. Kalau melihat dari derajat kesehatan, yang paling berpengruh adalah higien sanitasi lingkungan.

“Lingkungan, pola asuh baru gizi. tidak hanya dari Dinkes tapi kita semua dapat sengkuyung untuk bekerja sama menekan angka stunting yang di koordinatori Bappeda, sehingga bisa mengajak semua OPD untuk memikirkan stunting,” ujarnya.

Menurut Tettie, angka stunting di Pemalang sudah turun menjadi 12 % dibanding saat awal mendapatkan lokus yakni 27 %. Sejak adanya data dari tahun 2013, pihaknya mendapat lokus stunting dari 2018, 2019. Kemudian mulai mengajak OPD lain intervensi.

“Bukan berarti kita banyak stunting di Kabupaten Pemalang tapi dengan begitu kita bisa mengetahui semua dan bisa kita lakukan deteksi dini kita lakukan pencegahan dan penanganan,” katanya. (hms/gih)

Berita Populer

Antoine Griezmann Sindir Koeman

LINGKARJATENG.COM - Antoine Griezmann mengatakan bahwa Didier Deschamps tahu persis di mana harus memainkannya. Setelah penyerang Barcelona itu memainkan peran penting dalam kemenangan timnas...

20 Negara akan Terlibat UNS Cultural Night 2020

SOLO - Sebanyak 20 negara akan terlibat dalam pelaksanaan “UNS Cultural Night 2020” yang diadakan secara virtual pada 30 Oktober. “Mahasiswa internasional dapat berbagi untuk menampilkan...

Anak Perempuan Lebih Rentan Depresi

JAKARTA - Anak perempuan (kurang dari 18 tahun) lebih rentan mengalami depresi selama masa pandemi Covid-19 dibandingkan anak laki-laki. Data tersebut ditemukan Kementerian Pemberdayaan Perempuan...

Usir Kejenuhan, Siswa Diajak ke Museum Glagah Wangi

DEMAK - Kejenuhan para siswa sekolah yang terlalu lama mengikuti pembelajaran daring sudah dipastikan menghinggapi para anak didik. Untuk mensiasati kejenuhan anak yang sudah lama...

Anggota DPRD Jateng Minta Dispensasi Nikah Diperketat

SEMARANG - Anggota Komisi E DPRD Jateng Tazkiyatul Muthmainnah menyayangkan angka pernikahan anak meningkat tajam pada saat pandemi Covid-19. Menurutnya, salah satu sebabnya yaitu adanya...

Bupati Batang Evakuasi Warga Penderita Kanker Ke Rumah Sakit

BATANG - Untuk memulihkan kondisi fisik, Bupati Batang Wihaji mengevakuasi Neiha Salwa Sihab (11) penderita kanker getah bening yang hanya bisa berbaring di kasur lantai...

Minta DPR Bangun Komunikasi dengan Masyarakat

SEMARANG - Sekretaris Komisi B DPRD Jawa Tengah Muhammad Ngainirrichadl menanggapi ramainya penolakan Undang-Undang Cipta Kerja yang terjadi di masyarakat. Menurutnya, salah satu masalah utama...

Siapkan Personel Hadapi Libur Panjang

GUNUNGKIDUL - Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, meminta dukungan 100 personel untuk menyambut libur panjang pada 28 Oktober sampai 1 November mengantisipasi antrean panjang kendaraan...

Safari Jum’at, Plt. Bupati Kudus Pastikan Hibah Tepat Sasaran

KUDUS - Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kudus Dr. Hartopo kembali melaksanakan kegiatan rutin, yakni Safari Jumat. Kali ini, Plt. Bupati berkesempatan salat Jumat di...

Gelorakan Kembali Kolektifitas Persatuan Masyarakat

PEMALANG – Bupati Pemalang, diwakili Sekda Dr. Ir. M. Arifin, M.Si. kemarin (21/10) menerima hasil pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dari Dandim 0711/Pemalang. Selaku...