Jumat, Oktober 30, 2020
Beranda Karesidenan Kedu Wonosobo Sayuran Gratis, Program Cantelan Jumat Berkah di Pendopo Wabup Wonosobo

Sayuran Gratis, Program Cantelan Jumat Berkah di Pendopo Wabup Wonosobo

WONOSOBO – Melalui Program “Cantelan Jumat Berkah” yang telah berlangsung sejak awal masa pandemi COVID-19 di Pendopo Wakil Bupati Wonosobo, bagi-bagi sayuran gratis kepada kaum duafa turut berkontribusi menjadi solusi bagi terpuruknya harga komoditas pertanian lokal.

Koordinator program “Cantelan Jumat Berkah” Ani Agus Subagiyo di Wonosobo, Jumat, menyampaikan pihaknya langsung membeli sayuran dari petani lokal yang beberapa bulan terakhir ini mendapat pukulan karena harganya jatuh di titik terendah dan banyak yang tidak terserap pasar.

“Kami membeli sayuran langsung di petani yang tidak terserap pasar dengan harga yang wajar sehingga mereka tidak mengalami kerugian, kemudian kami bungkus dalam sejumlah paket untuk dibagikan gratis kepada masyarakat, khususnya kaum dhuafa yang saat ini masih mengalami kesulitan karena pandemi COVID-19,” kata Ani.

Buruh gendong, kusir dokar, pedagang keliling, hingga pengemudi ojek daring dan warga umum lainnya diakui Ani termasuk yang menjadi sasaran program cantelan berkah.

Selain sayuran, katanya di dalam setiap paket berisi mie kering dan sejumlah bumbu dapur untuk mendukung nutrisi keluarga.

“Tidak sampai 2 jam paket-paket yang kami sediakan lebih dari 500 bungkus sudah terdistribusi karena memang kami berupaya agar secepatnya bisa diterima dan dimanfaatkan warga demi mendukung kebutuhan pangan bernutrisi mereka,” katanya.

Menurut dia, banyak warga yang ingin berkontribusi dalam upaya meringankan beban sesama yang saat ini tengah terdampak pandemi, namun mereka tidak bisa melakukannya sendiri.

“Melalui Jumat Berkah tersebut, donasi seberapa pun besarnya akan dioptimalkan sehingga semakin banyak lagi warga tidak mampu yang bisa memperoleh manfaatnya.

BACA JUGA:  Semen Gresik Lepas Balik Lebaran Gratis ke Kalteng

Wakil Bupati Agus Subagiyo mengaku sangat apresiatif. Saat ini memang dibutuhkan banyak komunitas yang memiliki kemampuan untuk membantu sesama sehingga masa pandemi virus corona yang saat ini masih berlangsung bisa dihadapi bersama-sama.

“Selain bantuan dari pemerintah melalui berbagai skema yang sudah ada, saya melihat masih banyak warga yang berkeinginan untuk turut berpartisipasi demi meringankan beban saudaranya,” katanya.

Adanya kemerosotan harga hasil pertanian yang memukul ekonomi para petani Wonosobo, diakui Agus saat ini juga telah direspon pemerintah kabupaten dengan upaya menggandeng BUMD, TNI dan Polri untuk bisa membeli komoditas pertanian dengan harga wajar, kemudian didistribusikan dalam kemasan seharga Rp10.000 per paket kepada para ASN dan anggota TNI-Polri.

Ia menuturkan dengan upaya tersebut, ditambah adanya kepedulian dari kelompok-kelompok komunitas yang bersedia membantu kesulitan para petani, pihaknya optimistis masa-masa sulit yang harus dihadapi pada masa pandemi ini akan bisa dilalui.

“Kuncinya memang kebersamaan dan kegotongroyongan sehingga kita semua bisa keluar dari keprihatinan akibat COVID-19 ini dengan selamat, tetap sehat dan bangkit untuk menjadi lebih maju lagi,” katanya.

Ia meminta Warga Wonosobo tetap taat pada protokol kesehatan di masa adaptasi kebiasaan baru ini, seperti disiplin mencuci tangan, menjaga jarak aman ketika berada di keramaian, serta disiplin mengenakan masker.(ara/rds/joglo jateng)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer

Kado Istimewa untuk Ganjar di Hari Sumpah Pemuda

SEMARANG – Ada yang berbeda dalam Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Jawa Tengah. Usai tampil, Carissa Kusumaning Asih, anak berkebutuhan khusus, memberikan kejutan untuk...

Komitmen Jaga Kualitas Produk Ekspor Perikanan

JEPARA - Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Semarang berkomitmen menjaga kualitas produk-produk dari komoditas perikanan dan kelautan yang diekspor ke berbagai negara tujuan. “Kami...

Dukung Petani Kopi Berkembang

KUDUS – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus, H.M. Hartopo, bersama jajarannya melakukan kunjungan ke destinasi wisata yang berada di Desa Japan, Kecamatan Dawe, belum...

Kapolda Jateng: Jelang Libur Panjang Selalu Gunakan Masker

SEMARANG - Memasuki Libur Panjang pada 28 Oktober sampai1 Nopember 2020 diperkirakan bakal terjadi lonjakan arus lalu lintas pemudik yang masuk wilayah Jawa Tengah....

Masyarakat Semarang dan Jateng Tolak Aksi Demo Anarkis

SEMARANG - Seteah beberapa waktu lalu Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Kapolda Jateng) Irjen. Pol. Drs. Ahmad Luthfi sampaikan deklarasi cinta damai dan menolak...

Tiga Pasangan Ikuti Nikah Bareng di Dermaga Cinta Gajahwong

YOGYAKARTA - Sebanyak tiga pasangan, yaitu Divya Merlinda dan Agga Nur Nugroho, Suwaryati dan Fajar Novianto, serta Suswanti dan Paul Wijaya Panjaitan, mengikuti nikah masal...

Wisata Rejenu Mulai Banyak Pengunjung

KUDUS – Wisata Air Tiga Rasa Rejenu di Desa Japan, Kecamatan Dawe, sempat ditutup karena pandemi Covid-19. Namun, wisata religi tersebut kini sudah mulai ramai...

Masyarakat Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

PEMALANG – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Pemalang hingga Senin (26/10) lalu menembus angka 516 orang. Hal itu disampaikan juru bicara gugus tugas...

Bagikan Masker Pada Jamaah Masjid

DEMAK – Pemerintah Kabupaten Demak terus melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Untuk mencegah klaster Covid-19 di tempat ibadah, Gugus Tugas melalui Satuan Penegak Disiplin Protokol...

Disdikbud Pemalang Belum Merencanakan Pembelajaran Tatap Muka

PEMALANG – Juni lalu telah dikeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri yang didalamnya dijelaskan bahwa pembelajaran tatap muka di sekolah diperbolehkan bagi wilayah zona hijau....