Kamis, Oktober 22, 2020
Beranda Edukasi Sejumlah Karya Inovatif Mahasiswa UNS Surakarta Lolos Pendanaan Kemendikbud

Sejumlah Karya Inovatif Mahasiswa UNS Surakarta Lolos Pendanaan Kemendikbud

SOLO – Sejumlah karya inovatif mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang diikutkan pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2020 berhasil lolos seleksi pendanaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

“Pada PKM ini kami menciptakan karya inovatif berupa pemilah sampah otomatis sebagai wujud kepedulian kami terhadap permasalahan sampah di Indonesia,” kata salah satu mahasiswa Rizal Mujaddid Irsyad di Solo, Jawa Tengah, Jumat.

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Elektro Fakultas Teknik (FT) UNS tersebut menciptakan karya alat bersama dua teman yang lain, yakni Annisa Larasati Febrianingrum dan Luqman Hadi. Ia mengatakan ide tersebut bermula dari permasalahan sampah yang ada di Indonesia.

“Tentu ini harus diubah dari akarnya, yaitu kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan dan bertanggung jawab atas sampah yang mereka hasilkan. Hal inilah yang menginisiasi kami untuk menciptakan alat ini,” katanya.

Ia mengatakan alat tersebut nantinya dilengkapi dengan sambungan internet yang selanjutnya terhubung dengan gawai milik petugas kebersihan. Selanjutnya, alat itu bisa membantu petugas mengetahui letak sampah yang sudah penuh.

BACA JUGA:  UPGRIS dan Bawaslu Kota Semarang Kawal Pilkada 2020

“Alat ini juga bisa membantu memilah sampah secara otomatis sehingga sampah bisa diproses sesuai dengan pengelompokannya, seperti sampah organik bisa dijadikan pupuk, sedangkan sampah yang bukan organik dan logam bisa kembali didaur ulang,” katanya.

Selain inovasi pemilah sampah, karya inovasi lain dari mahasiswa UNS yang juga lolos pendanaan Kemendibud sebesar Rp5 juta tersebut adalah alat pendeteksi penebangan liar bernama Legator, yaitu “Ilegal Logging Detecter”.

Salah satu perancang alat Alvin Ichwannur Ridho mengatakan alat tersebut bisa menampilkan data secara terkini terkait kondisi hutan di Indonesia. Selain itu, alat tersebut juga didesain menggunakan sumber energi dari matahari sehingga lebih ramah lingkungan.

“Tetapi ada beberapa kelemahan yang masih harus disempurnakan, seperti masih rentan terhadap cuaca,” katanya.

Ia dengan dua teman yang lain, M Maulana Yusuf dan Farah Yuki Prasetyawati, berharap alat tersebut nantinya bisa membantu mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.(ara/rds/joglo jateng)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer

Ketua KSPI Jateng Kecam Desain Informasi Sudutkan Demonstran

SEMARANG - Ketua KSPI Jateng, Aulia Hakim mengecam desain Informasi yang seolah menyudutkan aksi demonstrasi. Menurutnya, Indonesia adalah negara demokrasi yang menjamin kebebasan berpendapat. Namun,...

Jateng Deklarasi Cinta Damai dan Tolak Aksi Anarkis

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi kepada komponen masyarakat yang turut serta menolak aksi anarkis di wilayahnya. Hal itu disampaikan Ganjar dalam sambutannya...

Pemkab Kulon Progo Diminta Percepat Ganti Untung Lahan Gerbang Samudra Raksa

KULON PROGO – Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kulon Progo piyo Al Hasan mendesak pemerintah setempat segera menyelesaikan ganti untung pembebasan lahan lokasi pembangunan...

Pemkab Sleman Gunakan Sistem E-Voting Pada Pemilihan Lurah

SLEMAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memastikan pelaksanaan Pemilihan Lurah (Pillurah) di wilayahnya menggunakan sistem e-voting. Waktu pemilihan itu akan dilaksanakan pada, 20 September...

Aktivitas UMKM di Kudus Mulai Bangkit

KUDUS – Aktivitas usaha para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Kudus mulai mengalami peningkatan. Sebelumnya, aktivitas dari UMKM setempat mengalami kendala...

Anak Perempuan Lebih Rentan Depresi

JAKARTA - Anak perempuan (kurang dari 18 tahun) lebih rentan mengalami depresi selama masa pandemi Covid-19 dibandingkan anak laki-laki. Data tersebut ditemukan Kementerian Pemberdayaan Perempuan...

Slowakia Tawarkan Kerja Sama Teknologi Informasi dan Energi ke Jateng

SEMARANG - Pemerintah Slowakia menawarkan kerja sama di sektor energi dan teknologi informasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. "Ini adalah kunjungan kali pertama. Saya menawarkan...

Terus Upayakan Parijoto Jadi Tanaman Khas

KUDUS – Berbagai upaya terus dilakukan pihak Dinas Pertanian dan Pangan (Dispentan) agar parijoto bisa menjadi tanaman milik Kabupaten Kudus. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara sudah terlebih...

Dua Wisatawan Asal Semarang Hilang di Perairan Laut Banyuwangi

BANYUWANGI - Dua wisatawan yang merupakan sepasang suami istri asal Semarang dilaporkan hilang saat mengendarai jet ski pribadi di Perairan Laut Bangsring, Banyuwangi, Jawa...

KPU Pemalang Tetapkan DPT Sebanyak 1.106.017 Pemilih

PEMALANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pemalang menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Pemalang 2020. Dalam rapat pleno terbuka sebanyak 1.106.017 pemilih ditetapkan. Rapat pleno...