Kamis, Oktober 22, 2020
Beranda Religi Pesantren Berperan Penting Tangkal Radikalisme

Pesantren Berperan Penting Tangkal Radikalisme

TEMANGGUNG – Radikalisme mempunyai dampak buruk dan dapat merusak tatanan masyarakat. Pondok pesantren memiliki peran penting dalam menangkal radikalisme. Kehadiran pesantren sangat penting saat NKRI sedang dilanda krisis moral dan pandemi Covid-19

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Jateng AKBP R Fidelis Purna Timoranto menyampaikan peran pentingnya pesantren dalam menangkal radikalisme. Hal itu ia sampaikan dalam sosialisasi “Awas Bahaya Radikalisme ISIS” di Pondok Pesantren Nida’ Alquran Temanggung, kemarin (29/9).

Dalam kegiatan ini pihaknya memberikan pemahaman kepada para santri mengapa selama ini Islam dianggap sebagai paham radikal. Melalui kegiatan pihaknya berupaya meluruskan bahwa yang radikalisme itu bukan Islamnya tetapi penyimpangan perilaku yang mengatasnamakan Islam.

“Melalui kegiatan ini diharapkan para santri Ponpes Nida’ Al Quran khususnya dan seluruh santri di Kabupaten Temanggung serta di seluruh wilayah hukum Polda Jateng mempunyai daya tangkal secara otomatis karena sudah memiliki pemahaman bahwa sebenarnya yang radikal itu bukan Islamnya tetapi perilaku oknum yang dengan sengaja menyimpangkan ajaran-ajaran Islam,” terangnya.

Ia menuturkan titik berat kegiatan ini adalah pencegahan dan menangkal radikalisme yang menyusup melalui ponpes. Sehingga nantinya diharapkan para santri mempunyai daya tangkal tersendiri.

Selain itu, kata dia, juga melakukan asistensi terkait dengan penerapan Ponpes Siaga Candi. Bagaimana kesiapan sarana dan prasarana serta penerapan protokol kesehatan Covid-19 di Ponpes Nida’ Alquran.

BACA JUGA:  Wabah DBD Merebak, 3 Warga Temanggung Meninggal

“Alhamdulillah sudah kita lihat bahwa sarana dan prasarana sudah mendukung dan kegiatan yang dilaksanakan sudah menaati protokol kesehatan,” katanya.

Pimpinan Ponpes Nida’ Alquran Temanggung KH Hasyim Afandi menegaskan paham radikal ISIS tidak akan dapat berkembang di wilayah Temanggung terutama di ponpes yang dipimpinnya. Karena paham yang dibawa ISIS bertentangan dengan ajaran Islam NU Nusantara.

“Insya Allah kelompok radikal tidak akan masuk ke ponpes kami karena kami adalah NU Nusantara, kami akan selalu membantu pemerintah Indonesia,” ujarnya.

Hasyim yang juga mantan Bupati Magelang dan Bupati Temanggung ini menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan munculnya radikalisme. Yakni pemahaman agama yang kurang dan hanya mengambil ayat-ayat Al Quran yang sesuai dengan tujuannya terutama permasalahan jihad peperangan.

“Kemudian, adanya faktor transnasional tokoh agama yang berhubungan dengan luar negeri dan ajarannya dibawa ke sini dan ada kelompok keturunan garis keras yang dulu bersembunyi di Timur Tengah kembali ke Indonesia, setelah itu mereka jadi dosen dan guru-guru di tempat pendidikan di Indonesia,” paparnya. (ara/fat/joglo jateng)

Berita Populer

Pemprov Jateng Minta Penanganan Jenazah Pasien Covid-19 Libatkan Modin

SEMARANG - Pemprov Jateng meminta semua rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Jateng, melibatkan petugas pemulasaran jenazah atau modin dari desa sekitar untuk menangani...

Bareskrim Dan Polda Metro Jaya Ungkap Admin Medsos WAG Se-Jabodetabek Serukan Kerusuan Demo Hari Ini

JAKARTA - Polisi menyatakan bahwa grup Facebook STM se-Jabodetabek menyerukan melakukan kerusuhan di demonstrasi penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja pada hari ini. Kepala Divisi...

Bupati Batang Wihaji Setujui Raperda Tentang Penanggulangan Penyakit

BATANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang dan Bupati Batang Wihaji setujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Penanggulangan Penyakit saat rapat Paripurna di...

Bupati Batang Evakuasi Warga Penderita Kanker Ke Rumah Sakit

BATANG - Untuk memulihkan kondisi fisik, Bupati Batang Wihaji mengevakuasi Neiha Salwa Sihab (11) penderita kanker getah bening yang hanya bisa berbaring di kasur lantai...

Pelayanan RSUD RAA Soewondo Harus Ditingkatkan

PATI – Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, mengaku prihatin dengan kualitas pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Soewondo setelah naik...

Diskominfo Pemalang Bentuk KIM Tangkal Berita Hoax

PEMALANG – Maraknya berita hoax dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Kondisi ini membuat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pemalang bergerak melakukan berbagai upaya...

Puluhan Ibu-ibu Kembangkan Bakat Ecoprint

BANYUMAS - Puluhan ibu-ibu di Banyumas antusias mengikuti pelatihan kerajinan ecoprint di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Banyumas, beberapa waktu lalu. Pelatihan ini diselenggarakan oleh...

9.090 Pelari Virtual Siap Bersaing

SEMARANG - Lomba lari Borobudur Marathon (BorMar) 2020  yang dijadwalkan  berlangsung 15 November 2020 dan diikuti 30 pelari elite nasional, diputuskan digelar di Taman Lumbini,...

Jepang Beri Pinjaman 50 Miliar Yen

JAKARTA - Jepang telah menetapkan pemberian pinjaman bantuan fiskal sebesar 50 miliar yen setara Rp6,95 triliun kepada Indonesia untuk meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana di Indonesia. Hal...

Wayang Jogja Night Carnival Digelar Virtual

YOGYAKARTA - Gelaran Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) tahun ini sebagai penanda puncak peringatan hari ulang tahun Kota Yogyakarta akan digelar secara virtual. Meski...