UIN Walisongo Semarang Luncurkan Aplikasi Pengembangan Bisnis

  • Bagikan
Rektor UIN Walisongo Semarang Prof Dr H Imam Taufiq MAg
PAPARAN: Rektor UIN Walisongo Semarang Prof Dr H Imam Taufiq MAg saat memberikan sambutan pada acara peluncuran Aplikasi PPB, Rabu (30/09). (HUMAS UIN WALISONGO/ LINGKAR JATENG)

SEMARANG – Untuk meningkatkan efiensi pelayanan, Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang meluncurkan Aplikasi Pusat Pengembangan Bisnis (PPB). PPB sendiri merupakan salah satu lembaga yang ada di UIN Walisongo yang didirikan dalam rangka meningkatkan pelayanan dan pengelolaan aset serta unit-unit usaha Badan Layanan Umum (BLU).

“Aplikasi bisnis ini dirancang dalam rangka untuk mempermudah pelayanan bagi para konsumen yang ingin memakai produk-produk pusat pengembangan bisnis Uin Walisongo,” kata Kepala PPB, Wahab saat launching aplikasi tersebut, di auditorium I Kampus I, kemarin.

Menurutnya, aplikasi ini berfungsi untuk mengurangi interaksi secara langsung antara penyewa dengan petugas. “Sesuai dengan kebutuhan di era pandemi ini, aplikasi pusat bisnis diharapkan bisa membantu pergerakan bisnis UIN Walisongo. Dengan fitur unggulan serta produk-produk yang variatif diharapkan bisa menarik minat konsumen. Bagi konsumen yang ingin memesan bisa melakukanya di bisnis.walisongo.ac.id,” katanya.

Rektor UIN Walisongo, Prof Dr H Imam Taufiq MAg mengatakan bahwa aplikasi ini memiliki kelebihan dapat membawa kinerja PPB menjadi lebih profesional dan berjalan sesuai SOP. “Kendala klasik tentang pelayanan di UIN Walisongo lebih mengutamakan sisi humanity dari pada profesionalitas, kadang hal ini terbentur dengan regulasi. Maka dengan adanya aplikasi ini pelayanan bisa berjalan dengan professional,” katanya.

BACA JUGA:  Undang KPU-Bawaslu, Gubernur Jateng Bahas Skenario Darurat

Rektor yang juga pengasuh Ponpes Be-songo ini berharap, sistem ini bisa lebih optimal, profesional, transparan dan akuntabilitas. “Di era pandemi ini kita dituntut harus bisa menumbuh kembangkan ekonomi kreatif, agar bisa mandiri menghidupi dirinya sendiri, maka dari itu bagaimana BLU mengemas bisnis menjadi multifleksibel dan harus bisa mendatangkan keuntungan,” tegasnya.

Menurutnya, berkurangnya suplai dana dari pusat untuk UIN Walisongo jangan sampai menjadi beban yang memperlambat program-program yang inovatif. Sudah saatnya membuat zona sendiri karena Covid-19 tidak bisa menjadi dasar tidak berjalannya aktifitas kampus.

“Saatnya UIN Walisongo dan bisnis melakukan akselerasi dengan speed tinggi, adanya inovasi pengembangan kreatifitas, tapi tetap butuh dukungan semua pihak. Mulai saat ini semua proses transaksi yang ada dikampus seperti catering, tiketing, harus melalui pusat pengembangan bisnis supaya pendapatan kita meningkat,” pungkasnya. (hms/gih)

  • Bagikan