Total 12 Pelaku Intoleran Ditangkap

  • Bagikan
12 pelaku intoleran
TAHANAN: Sebanyak 12 pelaku intoleran (baju tahanan warna biru) saat ditahan dengan penjagaan ketat petugas kepolisian di Mapolresta Surakarta Jateng, kemarin. (ANTARA/ LINGKAR JATENG)

SOLO – Polres Kota Surakarta menangkap dua pelaku lagi sehingga total menjadi 12 orang setelah pihaknya mengembangkan penyidikan kasus kekerasan oleh kelompok intoleran di Kampung Metodranan, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah.

“Dua orang yang ditangkap itu berinisial T alias Tn, warga Semanggi, Solo dan S alias Rm yang diduga sebagai penghasut atau memengaruhi kelompoknya untuk melakukan kekerasan di lokasi kejadian,” kata Kepala Polres Kota Surakarta Kombes Pol. Ade Safri Simanjutak di Mapolresta Surakarta, kemarin.

Sebelumnya, Tim Polresta Surakarta yang didukung Direktorat Reserse Kriminal Polda Jateng menangkap 10 pelaku kelompok intoleran.

Kapolres menuturkan, bahwa pihaknya mengajukan tahap pertama ke Kejaksaan Negeri Surakarta setelah penyidikan terhadap mereka selesai.

Pihaknya menangkap T alias Tn di Solo, Senin (28/9), sekitar pukul 20.00 WIB, sedangkan penangkapan terhadap S alias Rm di Jepara Jateng, Rabu (30/9) dini hari. Keduanya kini sedang menjalani pemeriksaan dan ditahan di Mapolresta Surakarta.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka T alias Tn mengaku terlibat sebagai pelaku kekerasan terhadap barang milik korban di lokasi kejadian dengan menggunakan benda tumpul melakukan perusakan dua kali.

BACA JUGA:  UNS Gandeng Pemkab Magetan Bangun Universitas Negeri

Tersangka T alias Tn akan dijerat dengan Pasal 170 dan/atau Pasal 335 KUHP tentang tindak pidana ancaman kekerasan dan terkait pembubaran kegiatan masyarakat saat kejadian pada pertengahan Agustus 2020.

Peran pelaku S alias Rm, kata dia, melakukan survei terhadap kegiatan masyarakat di lokasi kejadian. S alias Rm yang mengajak dan mengasut kelompoknya melalui grup WhatsApp untuk melakukan pembubaran kegiatan masyarakat yang sedang berlangsung saat itu.

Tersangka S alias Rm akan dijerat dengan Pasal 160 KUHP tentang tindak pidana menghasut, mengajak yang berakibat munculnya aksi kekerasan secara bersama-sama terhadap orang maupun barang.

Kedua tersangka sedang menjalani pemeriksaan untuk pengembangan penanganan hukum atas kasus itu. Polisi masih mengejar lima pelaku lainnya yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), yakni S, D, B, W, dan H. “Dari hasil penangkapan T alias Tn ini, ke pelaku lainnya bernisial H yang kini masih DPO,” kata Kapolres.

Aksi kekerasan oleh kelompok intoleran terhadap kegiatan masyarakat di Mertodranan Pasar Kliwon, Solo pada 18 Agustus 2020. Kejadian itu menyebabkan tiga orang luka-luka dan sejumlah barang mengalami rusak berat. (ara/yos/joglo jateng)

  • Bagikan