Tiga Kebakaran dalam Satu Hari

  • Bagikan
Tim BPBD
PEMADAMAN: Tim BPBD dibantu warga sekitar dalam proses evakuasi kebakaran di Desa Bacin. (SYAMSUL HADI/ LINGKAR JATENG)

KUDUS – Peristiwa kebakaran yang terjadi, Sabtu (03/10) melanda sejumlah lokasi. Tercatat, terjadi di tiga tempat, yakni di Desa Soco Kecamatan Dawe, Desa Bacin Kecamatan Bae serta Desa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Budi Waluyo mengatakan, kebakaran yang pertama terjadi di Dukuh Geneng RT 01 RW 2 Desa Soco, Kecamatan Dawe. Sekitar pukul 13.50 sore, dan menghanguskan gudang gula tumbu.

“Kerugian dari pemilik gudang gula itu, mencapai kurang lebih Rp 50 juta. Kami menerjunkan satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar),” ucapnya.

Tak berselang lama dari itu, mendapatkan laporan kembali terjadi kebakaran satu rumah milik Munjanah yang berlokasi di Desa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu. Pihaknya mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun untuk kerugian, ditaksir sampai Rp 100 juta.

“Kebakaran itu, disebabkan karena korsleting listrik. Kami menerjunkan satu unit damkar, dan untuk pendinginan kami mengeluarkan air sebanyak 3000 liter,” jelasnya.

Insiden ketiga, yakni terjadi di sebuah gudang barang-barang bekas yang berlokasi di RT 01 RW 03, Desa Bacin, Kecamatan Bae. Dikarenakan pemilik gudang, Subakhi sedang membakar sampah.

BACA JUGA:  Hartopo Ajak Generasi Muda Pahami Filosofisnya Masyarakat Dahulu

“Awal mula, Subakhi membakar sampah di dekat gudangnya. Dikira sudah dimatikan dan ditinggal sholat, tetapi ternyata api malah kemudian merambat ke tumpukan barang bekas dan ban bekas,” terangnya.

Dalam memadamkan api, tim BPBD Kudus dibantu damkar Djarum, Pura dan juga Nojorono. Meski demikian, si jago merah yang melalap baru dapat dipadamkan dalam waktu kurang lebih selama dua jam.

Selain menghanguskan barang-barang bekas yang ada di gudang tersebut, membaranya api juga membuat seekor sapi yang dimiliki Subakhi ikut hangus. “Akibatnya, pemilik gudang itu ditaksir mengalami total kerugian hingga Rp 80 juta, belum sama sapi nya,” katanya.

Menurut warga setempat, sapi tersebut sebelumnya sudah pernah ditawar seharga Rp 40 juta. Namun Subakhi sang pemilik belum melepasnya.(sam/akh)

  • Bagikan