Sabtu, Januari 16, 2021
Beranda Karesidenan Banyumas Banyumas Taj Yasin : Maksimalkan Jogo Santri Cegah Klaster Ponpes

Taj Yasin : Maksimalkan Jogo Santri Cegah Klaster Ponpes

BANYUMAS – Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, meminta pengasuh pondok pesantren meningkatkan kewaspadaan dan mengimbau warga sekitar untuk sementara tidak mengunjungi pengajian atau mengikuti kegiatan lainnya. Upaya itu bertujuan mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19 di lingkungan ponpes.

“Kalau ada orang luar pesantren ingin ikut mengaji, ya sudah pakai saja radio dan teknologi digital lainnya. Sehingga pengajian bisa tetap didengar dari rumah masing-masing dan tidak ada kerumunan di pesantren,” ujar Taj Yasin di sela kunjungan di Ponpes Al -Ittihaad, Pasir Kidul Banyumas, kemarin.

Munculnya klaster penyebaran Covid-19 di lingkungan ponpes di Jawa Tengah, lanjut dia, pengurus ponpes diharapkan menggalakkan Jogo Santri dan lebih tanggap. Serta, lebih masif lagi untuk membuka diri bahwa penanganan di ponpes harus dikampanyekan.

Dari sekitar 5.000 ponpes yang tersebar di berbagai daerah di Jateng, terdapat 6 ponpes yang terpapar Covid-19, antara lain ponpes di Banyumas, Kebumen, dan Batang.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam menangani COVID-19, karena yang lebih ditaati masyarakat adalah para ulama. Maka kami berharap para ulama yang ada di Jateng  bisa bersinergi dengan pemerintah untuk bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Demikian pula bagi warga atau wali santri diminta untuk menahan diri tidak menjenguk keluarganya di ponpes. Meskipun santri hanya berada di dalam ponpes, namun dapat terpapar Covid-19 akibat berinteraksi dengan warga dari luar ponpes termasuk wali santri yang terkena virus Corona kemudian datang menjenguk sehingga santri atau kiai di ponpes menjadi tertular.

BACA JUGA:  UMP Buka Pesantren untuk Mahasiswa

“Jangan sampai ada lagi perselisihan antara wali santri dan pengurus ponpes yang saling menyalahkan. Wali santri menyalahkan pihak ponpes yang dinilai tidak ketat menjaga ponpes, sehingga ada santri yang tertular Covid-19. Pihak ponpes juga menyalahkan wali murid yang sudah dilarang menjenguk tapi tetap nekat datang sehingga penghuni ponpes tertular Corona,” terangnya.

Sementara itu, untuk menghindari kerumunan atau kegiatan keagamaan di kampung, Gus Yasin menyarankan untuk kegiatan tahlil, warga dapat memanfaatkan pengeras suara di musala tanpa mengumpulkan banyak orang dalam satu ruangan. Peserta tahlil di musala  maksimal sekitar 5 orang, sementara peserta lainnya mengikuti tahlil dari rumah masing-masing.

“Tahlil intinya adalah berdoa, sedangkan berdoa tidak harus bareng-bareng. Jadi kalau di kampung ada orang yang meninggal, lalu diumumkan kapan waktu atau jam berapa pelaksanaan tahlilnya. Kemudian ada kiai yang memimpin tahlil di musala melalui pengeras suara dan diikuti warga dari rumah masing-masing,” jelasnya. (hms/yos)

Berita Populer

Diminta Tunda Penyaluran Bantuan, Ganjar: Nggak Usah!

SEMARANG - Kepala Kantor Regional VI PT POS Jateng-DIY, Arifin Muchlis membeberkan, ada sejumlah kepala daerah yang meminta dirinya untuk menunda penyaluran bantuan sosial...

BBWS Menindaklanjuti Pembebasan Lahan Tanggul Jebol

KUDUS – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana akan melaksanakan penguatan pembebasan lahan sungai yang membuat tanggul jebol beberapa waktu lalu. Yakni di...

3 Daerah Jadi Target Pertama Vaksinasi

SEMARANG - Tiga daerah di Jawa Tengah menjadi terget pertama program vaksinasi pada 14 Januari mendatang. Tiga daerah tersebut yakni, Kota Semarang, Kota Solo...

Hartopo Minta Media Jaga Kode Etik

KUDUS - Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kudus, H.M. Hartopo, meminta media harus bisa menjaga kewibawaannya. Yaitu dengan menginformasikan berita yang nyata dan berimbang. Hartopo menceritakan,...

Pemprov Wajibkan CPNS Tandatangan Setia NKRI dan Antikorupsi

SEMARANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) meminta Calon Pegawai Sipil Negara (CPNS) menjaga integritas selama menjalankan tugas. Untuk memastikan hal itu, mereka...

Kapal Besar Tabrak Perahu, Satu Nelayan Hilang

PATI – Kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Juwana. Pada Jumat (8/1) siang, sebuah perahu nelayan pencari rajungan karam setelah ditabrak kapal berukuran besar...

Masyarakat tak Perlu Ragu

SEMARANG – Para pejabat di Jawa Tengah telah disuntik vaksin Covid-19 tahap pertama, Kamis (14/1). Mulai dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Taj...

Polda Jadikan Joglo Jateng Mitra Strategis

SEMARANG - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) menjalin kerjasama dengan Media Joglo Jateng. Kerjasama itu ditandai dengan kunjungan jajaran Bidang Humas Polda Jateng...

Fasilitas Taman Patih Sampun tidak Terawat

PEMALANG - Taman kota biasanya dijadikan tempat untuk duduk santai berkumpul bersama sahabat, hingga dijadikan pentas. Sayangnya, banyak taman kota di Kabupaten Pemalang yang...

Bupati Tegaskan Peningkatan Pelayanan Kesehatan

KUDUS – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus H.M. Hartopo menginstruksikan kepada pusat pelayanan kesehatan di Kabupaten Kudus untuk meningkatkan berbagai aspek pelayanan. Hal ini...