Minggu, Oktober 25, 2020
Beranda Karesidenan Kedu Wonosobo Motif Batik Pisowanan Agung Terima Sertifikat Hak Cipta

Motif Batik Pisowanan Agung Terima Sertifikat Hak Cipta

WONOSOBO – Pemerintah Kabupaten Wonosobo resmi menerima sertifikat hak cipta atas 5 jenis motif batik yang digunakan dalam prosesi tahunan, Gelar Pisowanan Agung peringatan Hari Jadi.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Wonososbo, Haryono, melalui Kepala Bidang Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif, Khristiana Dhewi, menjelaskan, bahwa serifikat hak cipta dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tersebut merupakan upaya melindungi eksklusifitas corak batik Prosesi Pisowanan Agung.

“Tujuan dari diajukannya kelima corak batik tersebut adalah karena kami menilai kekhasan dari setiap jenisnya merupakan sebuah karya eksklusif dan layak untuk dilindungi hak ciptanya”, terang Dhewi, belum lama ini.

Eksklusifitas tersebut, menurutnya tak lepas dari latar belakang penciptaan corak yang melibatkan para akademisi dari kalangan perguruan tinggi, yang terdiri dari ahli sejarah, arkeologi, hingga ahli cagar budaya dan sosiologi.

Penelitian dengan penelusuran artefak hingga cagar budaya sampai ke Museum Monumen Nasional tersebut, diakui Dhewi cukup panjang sehingga kemudian melahirkan 5 corak yang sarat filosofi mendalam, yaitu corak Lereng, Tunggul Madya, Purbayasa, serta Lereng Tunggul Madya dan Lereng Purbayasa.

“Sebelum diajukan ke KemenkumHAM RI, kelima corak batik tersebut, telah dilindungi Keputusan Bupati Wonosobo Nomor 430/996/2019 tentang Penetapan Pakaian Adat Wonosobo Untuk Upacara Pisowanan Agung Hari Jadi Kabupaten Wonosobo”, ungkapnya.

BACA JUGA:  Pembukaan Telaga Cebongan Dihiasi Kain Merah Putih Sepanjang 1.800 meter

Selain itu, Dhewi juga menyebut Bupati kemudian menerbitkan Perbup Nomor 33 Tahun 2020 tentang Desain Batik Upacara Pisowanan Agung Hari Jadi Kabupaten, pada tanggal 21 Juli 2020 lalu.

Pada tanggal 24 Juli tahun 2020, batik corak khas Lereng Tunggul Madya dan Lereng Purbayasa, disebutnya telah dikenakan oleh jajaran pejabat peserta Pisowanan Agung terbatas, di Pendopo Belakang.

Untuk jenis dan penggunaannya, Dhewi menjelaskan corak Lereng Purbayasa hanya boleh dikenakan oleh Bupati dan Jajaran pimpinan daerah dalam Forkopimda, Sekda dan Pimpinan Tinggi dan Camat di lingkup Pemkab, sementara untuk Lereng Tunggul Madya, dikenakan oleh jajaran Pejabat Eselon III, Sekcam, pimpinan BUMN/BUMD, serta pejabat fungsional, pengawas sampai jajaran Staf.

Dengan telah terbitnya sertifikat hak cipta dari Kemenkum HAM RI, pihak pemerintah Kabupaten disebut Dhewi telah sah sebagai pemegang Hak Cipta dari kelima corak motif tersebut, sehingga kedepan tidak akan diperbolehkan apabila ada pihak lain yang mengenakan di luar proses Pisowanan Agung.

“Masa Berlaku dari Sertifikat Hak Cipta yang diterbitkan Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkum HAM RI ini adalah 50 Tahun dan masuk dalam kategori perlindungan ciptaan bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra berdasarkan UU Nomor 28 Tahun 2014”, pungkasnya. (hms/yos)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer

22 Museum Kembali Dibuka

YOGYAKARTA - Badan Musyawarah Musea (Barahmus) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebutkan hingga saat ini tercatat 22 museum di daerah ini telah kembali beroperasi dengan...

Kolam Renang GOR Kudus Bakal Direnovasi

KUDUS – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, akan melakukan beberapa pembenahan di kolam renang GOR Kudus. Hal itu dilakukan karena kondisinya memang...

Jateng Deklarasi Cinta Damai dan Tolak Aksi Anarkis

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi kepada komponen masyarakat yang turut serta menolak aksi anarkis di wilayahnya. Hal itu disampaikan Ganjar dalam sambutannya...

Dibenahi, Nepal Van Java Tutup Sementara

MAGELANG - Daya Tarik Wisata Nepal Van Java di Dusun Butuh Desa Temanggung Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, akan ditutup sementara. Penutupan hingga sampai batas waktu...

Ketua KSPI Jateng Kecam Desain Informasi Sudutkan Demonstran

SEMARANG - Ketua KSPI Jateng, Aulia Hakim mengecam desain Informasi yang seolah menyudutkan aksi demonstrasi. Menurutnya, Indonesia adalah negara demokrasi yang menjamin kebebasan berpendapat. Namun,...

Kabupaten Terinovatif dalam Upaya Penurunan Stunting

PEMALANG — Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah menetapkan Kabupaten Pemalang sebagai kabupaten terinovatif dalam dalam upaya penurunan kasus stunting. Penilaian-penilaian kinerja...

Hartopo: Program TMMD Puaskan Masyarakat

KUDUS - Plt. Bupati Kudus Dr. Hartopo menutup kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III TA. 2020. Selain itu, pada kesempatan ini...

8 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Kebakaran Kejagung

JAKARTA - Bareskrim Polri menetapkan delapan tersangka kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Delapan tersangka itu adalah T, H, S, K, IS, UAN,...

DPRD Dukung Peran Santri

KUDUS – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus Masan, menyampaikan harapannya untuk para santri pada Hari Santri Nasional (HSN) 2020. Diharapkan santri kedepannya terus menjadi lebih...

15 Ponpes Terima Penghargaan

SEMARANG – Sebanyak 15 pondok pesantren terpilih menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada peringatan Hari Santri Nasional 2020. Penghargaan berupa uang pembinaan...