Minggu, Oktober 25, 2020
Beranda Karesidenan Surakarta Boyolali Boyolali Terapkan Denda Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Boyolali Terapkan Denda Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

BOYOLALI – Pemerintah Kabupaten Boyolali mulai menerapkan sanksi denda Rp50.000 bagi warga yang melakukan pelanggaran disiplin protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 di wilayah itu.

Hal tersebut dilakukan oleh tim gabungan dari petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Boyolali, TNI, dan Polri dalam operasi yustisi untuk warga sebagai sarana edukasi dan sosialisasi protokol kesehatan di Bundaran Simpang Lima Siaga Kabupaten Boyolali, Jumat.

Kepala Satpol PP Kabupaten Boyolali Sunarno menjelaskan operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan pada masa pandemi COVID-19, mulai dengan menerapkan sanksi berupa denda setiap warga yang melakukan pelanggaran.

“Pelanggar didenda sebesar Rp50.000 dan diterapkan kepada sejumlah pelanggar khususnya dari luar wilayah Boyolali,” kata Sunarno.

Ia mengatakan penerapan denda sudah tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Boyolali Nomor 49/2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19.

“Kami menerapkan sanksi membuat dua opsi, yakni mau kerja sosial atau denda. Kebanyakan warga dari luar daerah memilih membayar denda Rp50.000. Sudah ada empat pelanggar dari luar kota yang minta membayar denda,” kata dia.

BACA JUGA:  Jalur Pendakian Merbabu Dibuka Besok

Dia mengatakan sanksi denda tersebut diawali dengan penyitaan e-KTP yang bersangkutan. Dalam jangka waktu sepekan, pelanggar diminta datang ke Kantor Satpol PP Kabupaten Boyolali untuk mendapatkan Surat Tanda Terima Sanksi (STTS) berupa perintah untuk membayar denda melalui Bank Jateng.

Setelah membayar denda, kata dia, mereka harus menyerahkan bukti telah membayar denda untuk bisa mengambil e-KTP yang disita petugas.

Tim gabungan akan terus melakukan operasi yustisi dengan rata-ratai tiga kali setiap hari, terutama pada sore atau malam hari. Pihaknya akan menyasar kerumunan warga serta tempat hiburan malam di Kabupaten Boyolali.

“Kami akan evaluasi, intensitas pelanggaran terutama yang di kota memang menurun. Namun, operasi akan merambah ke tingkat daerah kecamatan, karena warga di daerah kecamatan dinilai masih banyak yang belum menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya menilai kesadaran masyarakat Boyolali sudah mulai meningkat terkait dengna penerapan protokol kesehatan.

Hal itu terlihat dari jumlah pelanggar sebelum operasi yustisi, rata-rata menemukan 20 pelanggar setiap hari, namun kini jumlah pelanggar tidak lebih dari 10 orang per hari.(ara/rds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer

DPRD Dukung Peran Santri

KUDUS – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus Masan, menyampaikan harapannya untuk para santri pada Hari Santri Nasional (HSN) 2020. Diharapkan santri kedepannya terus menjadi lebih...

Terus Upayakan Parijoto Jadi Tanaman Khas

KUDUS – Berbagai upaya terus dilakukan pihak Dinas Pertanian dan Pangan (Dispentan) agar parijoto bisa menjadi tanaman milik Kabupaten Kudus. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara sudah terlebih...

Gandeng Tokoh Agama Cegah Pernikahan Dini

SEMARANG - Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Jawa Tengah, Nawal Arafah Taj Yasin Maimoen menegaskan, jika peran tokoh agama dan masyarakat sangat penting untuk...

15 Ponpes Terima Penghargaan

SEMARANG – Sebanyak 15 pondok pesantren terpilih menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada peringatan Hari Santri Nasional 2020. Penghargaan berupa uang pembinaan...

KIHT Diresmikan, Potensi Serap Tenaga Kerja

KUDUS - Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kudus akan mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Pasalnya, Plt. Bupati Kudus Hartopo telah meresmikan Kawasan Industri Hasil...

Penyebaran CCTV di Kudus Masih Kurang

KUDUS - Closed Circuit Television (CCTV) di Kabupaten Kudus, saat ini ada sebanyak 26. Tersebar di 23 titik seluruh wilayah tersebut. Jumlah itu masih dirasa belum...

Kabupaten Terinovatif dalam Upaya Penurunan Stunting

PEMALANG — Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah menetapkan Kabupaten Pemalang sebagai kabupaten terinovatif dalam dalam upaya penurunan kasus stunting. Penilaian-penilaian kinerja...

Jepang Beri Pinjaman 50 Miliar Yen

JAKARTA - Jepang telah menetapkan pemberian pinjaman bantuan fiskal sebesar 50 miliar yen setara Rp6,95 triliun kepada Indonesia untuk meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana di Indonesia. Hal...

Pemkab Kudus Rencanakan Sistem Parkir Berlangganan

KUDUS – Parkir tepi jalan umum di Kabupaten Kudus rencananya akan menggunakan sistem berlangganan. Nantinya masyarakat akan membayar parkir bersamaan pada saat memperpanjang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)...

Peran Santri dalam Mewujudkan Indonesia Sehat

PEMALANG - Guna memperingati Hari Santri Nasional Pemerintah Kabupaten Pemalang menggelar Halaqoh sarasehan agama. Bertempat di pendopo Kabupaten Pemalang, acara ini dihadiri oleh Bupati Pemalang, Ketua...