Korsleting Listrik, Satu Rumah di Gebog Kudus Hangus

  • Bagikan
Kebakaran di Gebog Kudus
PEMADAMAN: Petugas saat melakukan pendinginan di lokasi kebakaran. (SYAMSUL HADI/ LINGKAR JATENG)

KUDUS – Rumah milik Subhan (55), salah seorang warga di Dukuh Kalilopo, Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, terbakar. Api melahap dan membesar membakar semua isi dalam rumah tersebut. Kebakaran terjadi dikarenakan adanya korsleting listrik.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kemarin, karena keadaan rumah sedang kosong tak ada orang. Subhan bekerja di luar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Sedangkan instrinya, Muntiah bekerja membuat kue di rumah tetangga, anak-anak sedang beraktivitas.

Muhammad Ihsan Yusuf, Relawan BPBD yang turut terjun melakukan proses pendinginan mengatakan, penyebab kebakaran berasal dari konsleting listrik dan diketahui warga sekitar pukul 09.00.

“Saat diketahui warga, api sudah membesar dan membakar rumah. Kami mendapatkan laporan sekitar pukul 10,20. Lalu bergegas ke TKP,” katanya.

Tim BPBP sampai dilokasi kejadian dengan membawa satu unit pemadam kebakaran. Disusul dengan satu unit damkar dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus. Berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.50 lalu dilanjutkan dengan proses pendinginan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kudus, Budi Waluyo menambahkan, seisi rumah terbakar dengan intensitas yang bisa dibilang cukup bahkan tinggi.

BACA JUGA:  Kinerja Perangkat Desa Perlu Diperbaiki

“Untung warga setempat dengan sigap mencoba memadamkan api yang berkobar di TKP, meskipun menggunakan alat – alat seadanya. Jadi untuk antisipasi merambat ke rumah-rumah lainnya bisa diantisipasi,” tuturnya.

Budi mengharapkan, bagi pemilik rumah untuk harus selalu waspada dan mengantisipasi akan adanya konsleting listrik. Selain karena cuaca yang terik, akibat tersebut menjadi dominan penyebab kebakaran.

Dalam kejadian ini, petugas yang menangani yakni Petugas BPBD, Relawan FRPB, Damkar Pol PP, Pemdes Klumpit, TNI dan Polri, serta dibantu oleh warga sekitar. Untuk kerugian ditaksir sekitar kurang lebih Rp 80 juta.(sam/akh)

  • Bagikan