Minggu, Oktober 25, 2020
Beranda Karesidenan Pati Kudus Aktivitas UMKM di Kudus Mulai Bangkit

Aktivitas UMKM di Kudus Mulai Bangkit

KUDUS – Aktivitas usaha para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Kudus mulai mengalami peningkatan. Sebelumnya, aktivitas dari UMKM setempat mengalami kendala akibat merebaknya virus Corona.

“Jika sebelumnya sempat sepi pesanan selama empat bulan lebih, kini sejak adanya pelonggaran aktivitas di masyarakat pesanan pisau dapur mulai mengalir,” kata Sahri Baedlowi, salah seorang pengrajin pisau di Kecamatan Jekulo, beberapa waktu lalu.

Terlebih lagi saat ini mulai ada acara pernikahan, meskipun secara sederhana tetapi ada pesanan pisau cenderamata. Pesanan yang diterima belum sebanding sebelum pandemi yang mencapai sekitar 1.000 pisau. Sedangkan sekarang pesanannya hanya berkisar sekitar 200 pisau.

Pedagang besar yang biasa menjual pisau hasil kerajinan Bareng, Kecamatan Jekulo, juga mulai menerima pesanan. Meskipun masih sedikit karena disesuaikan dengan permintaan pasar.

“Biasanya setiap pedagang yang menjadi pelanggan setia pemesannya bisa mencapai 1.000 pisau, kini hanya 20-an kodi,” ujarnya.

Upaya agar tetap eksis di tengah pandemi, yakni dengan promosi di media sosial secara masif karena menjadi mata pencaharian utama bagi dirinya bersama pengrajin pisau lainnya yang bermitra dengan dirinya.

Sementara, itu pengrajin batik tulis di Kudus juga mulai bergeliat, menyusul mulai mengalirnya pesanan batik tulis dari berbagai daerah. “Saya memang tidak begitu mengandalkan media sosial, meskipun ada pesanan yang diterima dari medsos,” kata Pemilik Sanggar Muria Batik Kudus Yuli Astuti.

BACA JUGA:  Mawar Hartopo Ajak TP PKK Jadi Pelopor Kebiasaan Baru

Berbekal jaringan yang luas di berbagai daerah, ia menyebutkan, pesanan batik yang ia kelola tetap berjalan. Meski begitu, ia mengakui jumlahnya belum seratus persen. Pada awal keberadaan pandemi Covid-19 sempat kelebihan stok batik, namun setelah sempat terjadi kelangkaan masker. Sehingga usahanya dialihkan membuat masker batik yang ditawarkan ke pembeli.

“Penjualannya memang sempat lesu, kemudian mulai bergairah dan saat ini mulai banyak pesanan batik untuk dibuat pakaian,” ujarnya.

Penjualan batik tulisnya saat sekarang, sudah mencapai sekitar 70 persen dari penjualan normal sebelum pandemi. Hal itu ditunjang dengan aktivitasnya menjadi nara sumber di berbagai daerah serta adanya webinar tentang batik yang digelar Asosiasi Pengrajin Batik Indonesia sehingga pesanan masih diterima.

“Mayoritas partai besar untuk seragam kantoran. Sedangkan kunjungan ke galeri untuk sementara ini masih sepi dan didominasi masyarakat lokal,” pungkasnya.(ara/akh)

Berita Populer

Terduga Pelaku Pembunuhan Wanita Di Sukoharjo Ditangkap

SUKOHARJO - Teka teki pembunuhan terhadap Yulia (42), perempuan yang ditemukan tewas dalam mobil terbakar di Sukoharjo mulai menemukan titik terang. Saat ini satu orang...

Gelorakan Kembali Kolektifitas Persatuan Masyarakat

PEMALANG – Bupati Pemalang, diwakili Sekda Dr. Ir. M. Arifin, M.Si. kemarin (21/10) menerima hasil pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dari Dandim 0711/Pemalang. Selaku...

Resmikan Peluncuran Layanan Masyarakat, Plt. Bupati Kudus Ajak RSUD Terus Berbenah Diri

KUDUS - Kualitas pelayanan kepada masyarakat terhadap fasilitas kesehatan menjadi prioritas pihak RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. Oleh karena itu, Rumah Sakit milik Pemerintah...

Pelayanan RSUD RAA Soewondo Harus Ditingkatkan

PATI – Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, mengaku prihatin dengan kualitas pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Soewondo setelah naik...

Usung Airlangga Hartarto Sebagai Capres 2024

SEMARANG - Partai Golkar pada hari jadinya yang ke-56 bertekad meraih kemenangan pada Pilkada 2020 mendatang. Selain itu, Golkar juga ingin mengusung Airlangga Hartarto sebagai...

Harapkan Kondusifitas, Hartopo Tandatangani Deklarasi Cinta Damai

KUDUS – Maraknya aksi demonstrasi di sejumlah daerah hingga mengakibatkan aksi anarkis dan kerusuhan, mendapat perhatian dari sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Kudus. Guna...

Kabupaten Terinovatif dalam Upaya Penurunan Stunting

PEMALANG — Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah menetapkan Kabupaten Pemalang sebagai kabupaten terinovatif dalam dalam upaya penurunan kasus stunting. Penilaian-penilaian kinerja...

Usir Kejenuhan, Siswa Diajak ke Museum Glagah Wangi

DEMAK - Kejenuhan para siswa sekolah yang terlalu lama mengikuti pembelajaran daring sudah dipastikan menghinggapi para anak didik. Untuk mensiasati kejenuhan anak yang sudah lama...

Ziarah dan Tabur Bunga untuk Kenang Jasa Pahlawan

PEMALANG - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Partai Golongan Karya (Golkar) ke-56, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Pemalang melakukan ziarah kubur dan tabur bunga di Taman...

Serikat Buruh Kota Semarang Ajukan Konsep Pengupahan

SEMARANG - Serikat Buruh di Kota Semarang mengajukan pengupahan ke Komisi D DPRD Kota Semarang. Konsep tersebut telah didiskusikan dengan pimpinan komisi tersebut. "Pada intinya kami...