Rabu, Desember 2, 2020
Beranda Lingkar Jateng Begini Isi Percakapan WAG KAMI Medan Yang Diungkap Polisi

Begini Isi Percakapan WAG KAMI Medan Yang Diungkap Polisi

JAKARTA — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membeberkan percakapan Whatsapp grup Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Medan yang cukup mengerikan.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, dalam percakapan itu terungkap ada skenario ingin membuat Indonesia rusuh seperti tahun 1998.

Dalam hal ini, Polri menangkap empat tersangka dari KAMI Medan yakni KA, JG, NZ, WRB. Mereka dijerat pasal ujaran kebencian dalam UU ITE dan Pasal 160 KUHP.

“Dia [JG] menyampaikan ‘batu kena satu orang, bom molotov bisa membakar 10 orang dan bensin bisa berjajaran,’ dan sebagainya itu. Kemudian ada juga yang menyampaikan ‘buat skenario seperti 1998. Penjarahan toko China dan rumah-rumahnya, kemudian preman diikutkan untuk menjarah’,” papar Argo kepada wartawan di Mabes Polri, Kamis (15/10).

Semua percakapan itu, sambung Argo, telah diamankan dan dijadikan barang bukti. Adapun salah satu tersangka yakni Khairil Amri (KA) merupakan admin dari grup KAMI Medan.

Tidak hanya bukti percakapan provokasi, Polri juga turut mengamankan bom molotov dan pylox. Bom molotov, kata Argo digunakan untuk dilemparkan ke fasilitas hingga terbakar, pylox untuk membuat tulisan.

BACA JUGA:  Peran Orang Tua ke Anak Selama Masa Pandemi Corona

Polisi menjerat empat tersangka itu dengan Pasal 28 ayat (2) UU ITE tentang menimbulkan kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA.

Selain itu Pasal 45 ayat (3) UU ITE tentang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan akses informasi elektronik atau dokumen elektronik yang memuat penghinaan atau pencemaran nama baik.

Keempatnya juga dijerat Pasal 160 KUHP tentang menghasut supaya melakukan perbuatan pidana, melakukan kekerasan terhadap penguasa umum dengan ancaman enam tahun penjara.(hms/fat)

Berita Populer

Harga Sayur Tinggi, Omset Pedagang Menurun

KUDUS - Pedagang sayur di Kabupaten Kudus mengeluh akibat terjadinya penurunan pendapatan beberapa waktu belakangan ini. Hal ini terjadi akibat melonjaknya sayur mayur yang...

Tingkatkan Kembali Populasi Ternak Kerbau

DEMAK - Sejak ratusan tahun yang lalu, kerbau merupakan hewan ternak yang banyak dibudidayakan oleh Masyarakat Kabupaten Demak. Namun, akhir-akhir ini populasinya cendereng menurun. Faktor-faktor...

Undang KPU-Bawaslu, Gubernur Jateng Bahas Skenario Darurat

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menggelar rapat koordinasi penyelenggaraan pilkada serentak 9 Desember mendatang di Gedung A Lantai 2 Kompleks Pemprov Jateng,...

Komplotan Pengedar Uang Palsu Dibekuk Polisi

SEMARANG - Empat orang komplotan pencetak dan pengedar uang palsu di Kota Semarang dibekuk Tim Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang. Modus komplotan ini yakni dengan...

Pemda Salurkan Bantuan Kepada Kelompok Tani

PEMALANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang melalui Dinas Pertanian (Dispertan) menyalurkan bantuan pompa air kepada 25 kelompok tani (Poktan) di Pemalang. Bertempat di kantor...

Ganjar Pranowo Sorot Pembangunan Jalur Pipa Gas Cisem

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyoroti kelanjutan pembangunan pipa gas ruas Cirebon-Semarang (Cisem). Ia menegaskan bahwa infrastruktur gas adalah penting dan harus...

Ganjar Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter

SEMARANG - Kamis keempat setiap bulannya, pegawai dan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengenakan pakaian adat nusantara. Gubernur Ganjar Pranowo mengenakan pakaian...

Berkedok Punya Kemampuan Ghaib, Cabuli 9 Pelajar

SEMARANG - Kasus pencabulan anak di bawah umur kembali terjadi. Tersangka yakni S alias E (39), pria asal Kota Semarang. Tak tanggung-tanggung, jumlah korban...

28.500 UKM Diusulkan Terima Bantuan

TEMANGGUNG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung, berupaya mengusulkan sebanyak 28.500 usaha kecil mikro (UKM), agar dapat menerima bantuan dari Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait....

Sungguh Miris, Anak di Bawah Umur Dicabuli 6 Pemuda

SEMARANG - Nasib malang dialami SAW (15). Niat hati memiliki kekasih, pelajar yang masih di bawah umur itu malah menjadi korban pencabulan serta persetubuhan...