Minggu, Oktober 25, 2020
Beranda Karesidenan Pati Kudus Disbudpar Kudus Pastikan Koleksi Fosil Terawat

Disbudpar Kudus Pastikan Koleksi Fosil Terawat

KUDUS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus melibatkan tim dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran untuk melakukan konservasi dan pendataan fosil purba yang menjadi koleksi di Museum Patiayam. Hal ini dilakukan guna menjaga kondisi koleksi fosil yang disimpan.

“Konservasi dan pendataan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan untuk memastikan kondisi fosil purba terawat dengan baik,” Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Lilik Ngesti Widiasuryani, beberapa waktu lalu.

Selain itu, personel yang bertugas di Museum Patiayam juga mendapatkan pelatihan untuk teknis konservasi. Mulai dari tata cara penyambungan fosil yang tidak utuh serta tata cara menyusun deskripsi setiap fosil purba yang dimiliki museum.

Keberadaan tim dari BPSMP Sangiran ini diharapkan mampu memberi peningkatan kompetensi pegawai di Museum Patiayam. Kualitas sumber daya manusia yang bertugas di museum memang perlu ditingkatkan. Hal ini dikarenakan koleksi fosil purba semakin bertambah dari hasil temuan masyarakat dari kawasan Situs Patiayam.

Saat ini, Museum Patiayam memiliki koleksi fosil sekitar sepuluh ribu. Barang bersejarah ini kebanyakan ditemukan oleh warga setempat. Dari ribuan koleksi fosil tersebut meliputi 16 macam spesial hewan purba, mulai dari gajah, banteng, kijang, hingga hewan laut.

BACA JUGA:  Ruang Staf Khusus Bupati dan Sekda Kudus Disegel KPK

Di antaranya, ada fosil Stegodon Trigonochepalus (gajah purba), Elephas Sp. (juga sejenis gajah purba), Ceruss Zwaani dan Cervus Lydekkeri Martin (sejenis rusa), Rhinoceros Sondaicus (badak), Brachygnatus Dubois (babi), Felis Sp. (macan), Bos Bubalus Palaeokarabau (sejenis kerbau), Bos Banteng Alaeosondaicus, Crocodilus sp (buaya) serta kapak genggam atau chopper.(ara/akh)

Berita Populer

Radiasi di Lingkungan Harus Terpantau

JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro menginginkan agar Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) mengintensifkan pemantauan radiasi di lingkungan. "Kami juga sudah...

Pemkab Kulon Progo Diminta Percepat Ganti Untung Lahan Gerbang Samudra Raksa

KULON PROGO – Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kulon Progo piyo Al Hasan mendesak pemerintah setempat segera menyelesaikan ganti untung pembebasan lahan lokasi pembangunan...

Semangat Mengajar yang Tak Pudar

BANJARNEGARA - Waktu menunjukkan pukul 06.00 pagi saat Dedy Purwono memacu motor matic miliknya untuk berangkat mengajar. Ia membelah bukit dan menembus kabut menuju Kecamatan...

Gandeng Tokoh Agama Cegah Pernikahan Dini

SEMARANG - Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Jawa Tengah, Nawal Arafah Taj Yasin Maimoen menegaskan, jika peran tokoh agama dan masyarakat sangat penting untuk...

18.450 Warga Telah Menerima BPUM

BATANG - Masyarakat Kabupaten Batang yang telah mendaftarkan usaha mikro kecil yang dimilikinya ke Kementerian Koperasi dan UKM melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop...

Penyebaran CCTV di Kudus Masih Kurang

KUDUS - Closed Circuit Television (CCTV) di Kabupaten Kudus, saat ini ada sebanyak 26. Tersebar di 23 titik seluruh wilayah tersebut. Jumlah itu masih dirasa belum...

Kabupaten Terinovatif dalam Upaya Penurunan Stunting

PEMALANG — Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah menetapkan Kabupaten Pemalang sebagai kabupaten terinovatif dalam dalam upaya penurunan kasus stunting. Penilaian-penilaian kinerja...

Anggota DPRD Jateng Minta Dispensasi Nikah Diperketat

SEMARANG - Anggota Komisi E DPRD Jateng Tazkiyatul Muthmainnah menyayangkan angka pernikahan anak meningkat tajam pada saat pandemi Covid-19. Menurutnya, salah satu sebabnya yaitu adanya...

Kapolda Jateng Pimpin Sertijab 7 Kapolres Baru

SEMARANG -  Sebanyak 7 Kapolres baru di wilayah Polda Jawa Tengah melakukan serah terima jabatan (sertijab) di gedung Borobudur Mapolda Jateng, Jumat (23/10/2020). Kapolda Jawa...

Ganjar Minta Masyarakat Menahan Diri

SEMARANG - Aksi demonstrasi penolakan undang-undang Ciptakerja di Kota Semarang menyebabkan klaster penularan Covid-19 baru. Tercatat sampai saat ini, ada 11 demonstran di Kota Semarang...