Kamis, Desember 3, 2020
Beranda Karesidenan Banyumas Banjarnegara Semangat Mengajar yang Tak Pudar

Semangat Mengajar yang Tak Pudar

BANJARNEGARA – Waktu menunjukkan pukul 06.00 pagi saat Dedy Purwono memacu motor matic miliknya untuk berangkat mengajar. Ia membelah bukit dan menembus kabut menuju Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara.

Pagi ini ia akan mengunjungi rumah salah satu siswanya di Dusun Penisihan, Desa Beji. Sudah sejak Bulan Juli 2020, dia melakukan kegiatan mengajar dengan metode kunjungan rumah.

Jarak yang ia tempuh dalam perjalanan ini sekitar 35 kilometer. Program infrastruktur yang dikebut pemerintah daerah setempat telah membuat kondisi jalan menjadi sangat baik, sehingga waktu tempuh juga menjadi makin cepat.

Dia membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk tiba di tujuan. Kendati demikian, karena lokasi rumah sedikit terjal, maka ia meninggalkan motornya di suatu tempat yang aman lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki. Di rumah yang dituju itu sudah ada lima siswanya yang menunggu dengan penuh semangat. Mereka merupakan siswa-siswa kelas 5 dari SDN 2 Beji Pandanarum.

Sebelum kegiatan belajar dimulai, protokol kesehatan pencegahan Covid-19 sudah dipersiapkan dengan baik, jarak dan kapasitas minimal sudah diatur, cuci tangan sudah dilakukan, masker atau faceshield pemberian dari sekolah sudah dikenakan. Mereka akan melakukan kegiatan dengan durasi 60 hingga 90 menit.

Di tengah-tengah mereka telah tersaji makanan ringan khas wilayah setempat yang dipersiapkan oleh orang tua siswa. Salah satunya adalah ondol, makanan berbahan dasar singkong yang digoreng dengan bentuk bulat-bulat.

Lalu ada juga cucur dari tepung beras dan ada usek atau kerupuk yang dimasak di atas pasir panggang lalu diberi bumbu pedas. Selain itu, ada juga kopi panas dengan pemanis gula aren yang ikut disajikan.

“Banyak makanan tersaji, padahal sudah ada kesepakatan tidak boleh menyediakan makanan, namun tetap saja orang tua siswa selalu bersemangat menyambut dengan menyediakan camilan tradisional. Bahkan terkadang orang tua ikut terlihat bersemangat mengintip kegiatan belajar dari balik pintu dapur,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa pada awal-awal pandemi Covid-19 pihak sekolah telah menerapkan metode pembelajaran jarak jauh melalui virtual atau daring. Namun setelah memperhatikan perkembangan kasus Covid-19 di wilayah setempat dan atas dasar pertimbangan bahwa beberapa wilayah perbukitan signal internetnya terkadang kurang optimal, maka metode kunjungan rumah mulai dilakukan.

Evaluasi terus dilakukan, penerapan protokol kesehatan pun selalu menjadi perhatian. Semuanya sudah dipersiapkan dengan sangat matang guna meminimalisir risiko penularan Covid-19.

BACA JUGA:  27,3 Juta Orang Terdaftar Bantuan Internet Gratis

“Sejak Bulan Juli metode pembelajaran daring mulai jarang dilakukan dan lebih banyak menggunakan metode kunjungan rumah karena signal di wilayah perbukitan terkadang kurang optimal dan masih ada siswa atau orang tua siswa yang tidak punya HP untuk mendukung belajar daring,” katanya.

Dia juga menjelaskan dalam satu hari setiap guru di sekolah itu melakukan kunjungan ke satu rumah, nantinya akan ada lima hingga enam siswa yang berasal dari dusun yang sama yang mengikuti pembelajaran. Dengan demikian setiap siswa akan mendapatkan giliran belajar sekitar satu pekan sekali.

Sejak awal siswa diingatkan untuk mengikuti protokol kesehatan, siswa yang sakit tidak diperkenankan mengikuti kegiatan belajar. Selain itu siswa atau orang tua siswa yang baru bepergian dari luar kota juga diminta melapor ke pihak sekolah.

Dia menambahkan kunjungan rumah dilakukan setiap hari Senin hingga Kamis secara bergiliran. Lalu setiap hari Jumat orang tua siswa akan diminta ke sekolah untuk mengambil lembar kerja mingguan sambil menyetorkan hasil pekerjaan siswa pada minggu sebelumnya.

“Hari Sabtu kami pergunakan untuk mengoreksi hasil pekerjaan siswa, dan pada hari Minggu kami pergunakan untuk rehat atau libur,” katanya.

Dia mengakui kadang ada rasa risau melintas saat harus melakukan metode pembelajaran dengan cara kunjungan rumah. Khawatir jika di lingkungan rumah tersebut ada penduduk yang baru kembali dari zona merah.

“Selain itu, pembelajaran kunjungan rumah juga menuntut kami untuk efektif melakukan manajemen waktu karena harus menyampaikan materi untuk satu minggu dalam durasi 1,5 jam saja, ditambah lagi kadang kurang leluasa karena orang tua siswa ikut memperhatikan dari dapur sehingga kadang membuat kikuk,” katanya.

Namun demikian, rasa tanggung jawab untuk tetap mengajar dan keinginan untuk menjaga nyala api semangat para siswanya yang ingin tetap menuntut ilmu selama pandemi membuat gelombang kekuatan di dalam dirinya terus terjaga.

BACA JUGA:  Gelar Pelatihan Menulis Arab

Dia juga bersyukur karena selama melakukan metode kunjungan rumah selalu diberi kelancaran. Meskipun saat hujan datang dia harus lebih waspada mengingat jalan akan licin saat hujan, sementara rute perjalanan yang ditempuh kadang mengitari bukit.

“Bahkan saat berangkat pagi hari, jalanan masih berkabut dan jarak pandang hanya tiga hingga lima meter sehingga harus berhati-hati,” katanya. (ara/gih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer

Jelang Pemilihan, KPU Pemalang Gelar Rapat Koordinasi

PEMALANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pemalang mengadakan Rapat koordinasi persiapan tahapan pemungutan dan penghitungan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pemalang 2020....

Di Back Up TNI dan Tim Terbaik Polri, Kapolda Sulteng Berkantor di Poso Buru Kelompok MIT

JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis memerintahkan Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Pol Abdul Rakhman Baso untuk berkantor di Poso. Hal ini dimaksudkan...

Temukan 2.011 Surat Suara Rusak

DEMAK - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Demak telah menyelesaikan penyortiran dan pelipatan surat suara yang dilakukan di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI),...

Angka Kesembuhan Covid-19 di Jateng Tertinggi Nasional

SEMARANG - Jawa Tengah menempati posisi pertama tingkat kesembuhan harian berdasarkan data Satgas Covid-19 pusat per 30 November. Tercatat bertambah sebanyak 1.289 pasien sembuh. Dengan...

Harga Sayur Tinggi, Omset Pedagang Menurun

KUDUS - Pedagang sayur di Kabupaten Kudus mengeluh akibat terjadinya penurunan pendapatan beberapa waktu belakangan ini. Hal ini terjadi akibat melonjaknya sayur mayur yang...

Bantu Transportasi Pelajar, BUS Sekolah Siap Dioperasikan

DEMAK – Kabar gembira bagi para pelajar di Kabupaten Demak. Pasalnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Demak telah meluncurkan bus sekolah, belum lama ini. Kepala Bidang...

Komplotan Pengedar Uang Palsu Dibekuk Polisi

SEMARANG - Empat orang komplotan pencetak dan pengedar uang palsu di Kota Semarang dibekuk Tim Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang. Modus komplotan ini yakni dengan...

Jemput Massa dan Semangat Kerja Tim

DEMAK - Aplikasi sistem pengelolaan pengaduan pelayanan publik nasional-layanan aspirasi dan pengaduan online rakyat (SP4N-LAPOR) Kabupaten Demak, belum lama ini mendapat penghargaan dari Kementerian...

Seleksi Sekda Sisakan Tiga Nama

SEMARANG – Proses seleksi terbuka, Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyisakan tiga nama. Mereka yakni Mohamad Arief...

Tegaskan PTM Awal 2021

SEMARANG – Dinas Pendidikan Kota Semarang menegaskan akan tetap melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) pada awal tahun 2021. Hal itu disebabkan oleh banyaknya permintaan...