Sabtu, Desember 5, 2020
Beranda Karesidenan Semarang Kota Semarang 9.090 Pelari Virtual Siap Bersaing

9.090 Pelari Virtual Siap Bersaing

SEMARANG – Lomba lari Borobudur Marathon (BorMar) 2020  yang dijadwalkan  berlangsung 15 November 2020 dan diikuti 30 pelari elite nasional, diputuskan digelar di Taman Lumbini, kompleks dalam Candi Borobudur, Magelang dan dipastikan tanpa disaksikan penonton secara langsung.

“BorMar yang dalam 2 tahun terakhir menyedot perhatian dunia tersebut, tahun 2020 didesain berbeda karena digelar di lingkungan Candi Borobudur,” kata Ketua Yayasan Borobudur Marathon, Liem Chie An dalam keterangan tertulis yang diterima di Semarang, Rabu (21/10/2020).

Tradisi sebelumnya Taman Lumbini hanya dijadikan lokasi start dan finis, sedangkan rute peserta tetap melintasi area publik, persawahan, bukit, bahkan perkampungan penduduk.

Liem Chie An mengungkapkan, aspek keselamatan dengan penerapan protokol kesehatan yang ekstra-ketat terkait wabah Covid-19  adalah faktor penentu yang mendorong pihaknya mengadakan lomba ini hanya di lingkungan candi serta steril dari sorak – sorai  penonton.

“Kami menghindari risiko penularan virus corona. Kami dan panitia sudah berdiskusi panjang, konsultasi dengan Pak Gubernur Ganjar Pranowo, dan inilah solusi yang terbaik,” kata Liem Chie An.

Dia tak menampik dari sisi kemeriahan,  event tahun ini tentu berkurang. Namun dengan model hybrid yaitu kombinasi elite race (mengundang 30 pelari  yang direkomendasi otoritas atletik nasional  PB PASI)  dan virtual run yang diikuti ribuan pelari umum di Tanah Air, dia optimistis gaung dan eksistensi BorMar masih kuat.

BACA JUGA:  Klaster Keluarga Mendominasi

“Pandemi corona tak menyurutkan langkah kami untuk menjaga eksistensi BorMar. Kami belajar dari London Marathon yang sukses meskipun di area taman dan tanpa penonton,” tambahnya.

Satu hal penting, kata dia, dengan model ini pihaknya mengedukasi ke masyarakat bagaimana membuat event dengan standar kesehatan yang tinggi.

Dia mencontohkan, bagaimana area lomba nantinya hanya dibatasi maksimal 100 orang. Para peserta, petugas lomba, panitia termasuk tamu undangan diwajibkan menjalani tes kesehatan sebelum masuk venue lomba.

Panitia Pelaksana BorMar Lukminto Wibowo menambahkan mengadakan lomba lari di lingkungan candi, tanpa penonton dan menerapkan protokol kesehatan adalah pilihan tepat di tengah pandemi ini.

“Sejak awal, kekhawatiran terbesar kami adalah interaksi penonton dengan pelari. Misalnya, bagaimana kami mampu mengendalikan penonton untuk pakai masker padahal mereka berada di depan rumah sendiri? Sekarang, jika ingin menyaksikan lomba bisa menonton  tayangan langsung di televisi,” ujarnya. (ara/yos)

Berita Populer

Pasarkan Olahan Labu Kuning ke Luar Jateng

KUDUS - Warga Desa Bulungcangkring, Nur Hayati berhasil mengolah labu kuning menjadi berbagai kuliner seperti stik labu, bronis labu kukus, bronis labu kering, dawet,...

Hentikan Simulasi Pembelajaran Tatap Muka

TEMANGGUNG - Pemerintah Kabupaten Temanggung menghentikan simulasi pembelajaran tatap muka di sekolah. Setelah wilayah tersebut dikategorikan berada di zona merah dalam peta penularan Covid-19. Kepala...

Gubernur DKI Jakarta Positif Covid

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengonfirmasi bahwa dirinya positif terpapar Covid-19. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati atas penularan virus tersebut. "Kondisi saya...

Lampaui Target WHO, Tes PCR Jateng Tembus 70 Ribu

SEMARANG – Upaya Jawa Tengah memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan cara tracing terus dilakukan. Bahkan jumlah testing di provinsi yang dipimpin Ganjar Pranowo...

Jelang Pilkada, Proses Perekaman Sudah Mencapai 96,6%

PEMALANG - Dalam rangka mensukseskan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 9 Desember mendatang, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pemalang berupaya melakukan perekaman. Sampai...

Terasi Oven Sampai Luar Negeri Berkat Lapak Ganjar

SEMARANG - Langkah kecil Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo membuat Lapak Ganjar di instagramnya ternyata cukup berdampak. Banyak pelaku usaha kecil menengah (UKM) di...

BPBD Tes Swab Petugas-Relawan Merapi

SLEMAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, melaksanakan tes swab Covid-19 di Posko Utama Pakem. Sebanyak 96 petugas relawan diperiksa. Langkah ini...

Penanaman 67.000 Pohon di Kudus Libatkan Petani Lereng Gunung Muria

KUDUS - Penanaman 67.000 bibit pohon untuk melestarikan keseimbangan lingkungan di kawasan Pegunungan Muria Kudus, Jawa Tengah yang bertepatan dengan Hari Menanam Pohon Indonesia...

Korpri Jateng Bangun 237 Rumah untuk ASN

SEMARANG - Ada yang berbeda di hari jadi Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-49 kali ini. Pasalnya, Korpri Jateng siap memberikan fasilitas rumah pada...

Dongkrak Kopi Lokal lewat Kompetisi Barista

TEMANGGUNG - Komite Ekonomi Kreatif  (KEK) Provinsi Jawa Tengah bersama dengan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah. Mengajak para pemuda di...