Sabtu, Desember 5, 2020
Beranda Karesidenan Semarang Kota Semarang Ajak Santri Jadi Aktor Ekonomi Tangguh

Ajak Santri Jadi Aktor Ekonomi Tangguh

SEMARANG – Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) mendorong dan mengajak santri berada di garda terdepan untuk menjadi aktor ekonomi tangguh. Dengan demikian, santri diharapkan bisa menjadi penopang perekonomian umat.

“Jadi bukan sekadar penonton di tengah posisinya sebagai kekuatan mayoritas di Tanah Air tetapi juga jadi pelaku ekonomi,” kata Ketua Pengelola Pelaksana MAJT K.H. Noor Achmad di Semarang, belum lama ini.

Ia mengatakan pesan tersebut akan diusung pada peringatan ke-6 Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada Kamis (22/10). “Kami termasuk komponen bangsa yang konsisten menyelenggarakan peringatan HSN. Tujuannya menyemarakkan sekaligus meraih manfaat untuk terberdayakannya ekonomi santri-santri di Jawa Tengah. Jadikan peringatan HSN ini sebagai momentum kebangkitan ekonomi umat yang dipelopori santri,” katanya.

Terkait dengan penyelenggaraan peringatan HSN di tengah pandemi, pihaknya akan melibatkan internal para sesepuh, pengurus, dan karyawan. “Namun secara moral, gaung Hari Santri harus menggema sebagai era kebangkitan santri. Kami tidak mengundang pejabat, para pengasuh pondok pesantren juga tokoh masyarakat karena pembatasan berkerumun dari penerapan protokol kesehatan Covid-19,” katanya.

Noor yang pada peringatan HSN akan bertindak sebagai inspektur upacara tersebut, mengatakan MAJT akan melibatkan sebagian besar Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (Risma-JT). Dengan pelatih Choirul Ulil Albab yang merupakan Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.

BACA JUGA:  Dua Tahun Ganjar Yasin, Komunikasi Jadi Kunci

Sesuai jadwal, usai upacara bendera akan dilanjutkan dengan istighatsah kebangsaan sekaligus ditutup doa yang akan dipimpin Ketua Bidang Takmir MAJT K.H. Hadlor Ikhsan. Dia mengatakan, MAJT menganggap peringatan HSN momentum penting untuk meneladani semangat jihad para santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang digelorakan para ulama.

Menurut dia, peringatan HSN yang ditetapkan Presiden Joko Widodo pada 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal Jakarta merujuk pada peristiwa bersejarah. Yaitu keluarnya seruan dari Pahlawan Nasional K.H. Hasyim Asy’ari yang berisikan perintah kepada umat Islam untuk berperang atau jihad melawan tentara sekutu. Di mana pada waktu itu, sekutu ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pascaproklamasi kemerdekaan.

“Sekutu ini maksudnya adalah Inggris sebagai pemenang Perang Dunia II untuk mengambil alih tanah jajahan Jepang. Di belakang tentara Inggris, ada pasukan Belanda yang ikut membonceng,” katanya.

Aspek lain yang melatarbelakangi penetapan HSN, katanya, sebagai bentuk pengakuan resmi pemerintah atas peran besar umat Islam dalam berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan serta menjaga NKRI. “Sekaligus merevisi beberapa catatan sejarah nasional, terutama yang ditulis pada masa Orde Baru yang hampir tidak pernah menyebut peran ulama dan kaum santri,” katanya. (ara/gih)

Berita Populer

Kelola Sampah Pasar Jadi Tugas Baru DLH

YOGYAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta mendapat tugas baru, yakni mengelola sampah yang dihasilkan pasar tradisional. Tugas ini merupakan tindak lanjut dari...

Dongkrak Kopi Lokal lewat Kompetisi Barista

TEMANGGUNG - Komite Ekonomi Kreatif  (KEK) Provinsi Jawa Tengah bersama dengan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah. Mengajak para pemuda di...

Minta Profesionalitas Aparatur Lebih Dikedepankan

PEMALANG – Bupati Pemalang, Dr. H. Junaedi, SH., M.M didampingi Sekda M. Arifin dan Kepala BKD Pemalang, Sugianto, melantik dan mengambil sumpah janji 105...

Angka Kesembuhan Covid-19 di Jateng Tertinggi Nasional

SEMARANG - Jawa Tengah menempati posisi pertama tingkat kesembuhan harian berdasarkan data Satgas Covid-19 pusat per 30 November. Tercatat bertambah sebanyak 1.289 pasien sembuh. Dengan...

Peluncuran Aplikasi E-Pustaka Mundur Desember

PATI – Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Pati dijadwalkan meluncurkan aplikasi perpustakaan online Desember ini. Hal tersebut diharapkan mempermudah masyarakat dalam mengakses...

DKK Kudus Fokus Kegiatan Promotif dan Preventif Hadapi Covid

KUDUS - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus pada tahun 2021 akan semakin gencar melakukan kegiatan promosi dan preventif guna mencegah perkembangan Covid-19. Hal itu...

Masyarakat Harus Kencang Terapkan Prokes

PEMALANG - Perkembangan pandemi Covid-19 terus meningkat di Kabupaten Pemalang. Gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Pemalang mengimbau masyarakat untuk tetap kencang menerapkan protokol kesehatan. Juru...

Manfaatkan Bantuan Mesin Perahu

DEMAK - Nelayan merupakan satu profesi yang turut terdampak Covid-19. Dampak yang paling dirasakan adalah harga ikan yang turun drastis, meskipun hasil tangkapan stabil....

23 Ribu Jamu Ilegal Dimusnahkan

SEMARANG -  Sebanyak 23 ribu jamu tradisional palsu dimusnahkan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Tengah. Jumlah tersebut merupakan perkara kasus pabrik pembuatan obat...

Fokus Program Kerja Prioritas

SEMARANG – Calon Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menegaskan akan membuat prioritas program jika terpilih kembali dalam Pilwakot 9 Desember mendatang. Menurutnya, dengan kemampuan...