Rabu, Desember 2, 2020
Beranda Karesidenan Kedu Temanggung Atasi Lahan Kritis, Siapkan Program Sabuk Gunung

Atasi Lahan Kritis, Siapkan Program Sabuk Gunung

TEMANGGUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung, sedang menggalakkan Program Sabuk Gunung yang bertujuan untuk mengembalikan keadaan alam seperti dulu. Lantaran, saat ini di wilayah Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau dirasa sudah kritis, ditandai dengan banyaknya sumber mata air yang surut dan kering.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Temanggung, Entargo Yutri Wardono mengatakan, Program Sabuk Gunung ini akan dilaksanakan pada Tahun 2021 dengan anggaran APBD sebesar Rp 9 miliar dan saat ini sudah dilakukan berbagai persiapan.

Pasalnya, berkaitan dengan konservasi melibatkan berbagai elemen, termasuk masyarakat tani, sehingga harus ada upaya pendekatan secara humanis, serta edukatif untuk keberlangsungan ekosistem alam jangka panjang.

“Sabuk Gunung itu kegiatannya dalam rangka konservasi lahan di Gunung Sumbing, Sindoro, Prau, rencana kegiatannya di 2021, melalui gerakan masyarakat. Ini termasuk dalam rangka pelestarian alam, menghidupkan ratusan mata air yang telah surut (kering), jadi merupakan program jangka panjang, agar hasilnya juga bisa dinikmati anak cucu,” ujarnya, kemarin.

Nantinya, ada satu desa yang akan menjadi pilot project atau desa binaan disetiap kecamatan, lalu pada tahap berikutnya desa tersebut akan mejadi percontohan (direplikasi) bagi desa-desa lain.

BACA JUGA:  Pasar KWT, Solusi Atasi Anjloknya Harga Sayuran

Konservasi di lahan yang membentang di tiga gunung tersebut melingkupi 12 kecamatan, mulai Selopampang, Tlogomulyo, Bulu, Bansari, Ngadirejo, Wonoboyo, Tretep dan lain-lain, termasuk memanfaatkan lahan tidak produktif.

Menurutnya, proses edukasi ke masyarakat harus sudah dilakukan mulai sekarang. Dengan berbagai pendekatan termasuk melalui budaya. Penghijauannya dengan tanaman tahunan bukan tanaman musiman, seperti Macadamia.

“Sehingga ada nilai ekonominya di sini, agar nanti masyarakat juga mendapat hasil, dalam waktu lima tahun sudah tumbuh. Kita tidak akan menghilangkan tanaman tembakau, hanya mensubtitusi tembakau tetap ada dan diversifikasi dengan tanaman lain supaya ekonomi tetap berjalan,” jelasnya.

Dikatakan, pada lahan-lahan kritis terutama di punggung Gunung Sumbing, Sindoro dan Prau akan dilakukan penghijauan, salah satunya ditanami tanaman keras atau tanaman tahunan.

Ia menyontohkan, tanaman Macadamia yang merupakan spesies tumbuhan dari Familia Protoceae. Tanaman ini memiliki nilai ekonomis tinggi karena bijinya yang menyerupai Kacang Almond dengan rasa seperti mentega harga jualnya tinggi bisa mencapai Rp 70.000 per kilogram, bahkan bisa mencapai ratusan ribu rupiah. (hms/yos)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Populer

DPRD Kudus Setujui RANPERDA APBD 2021

KUDUS - Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Kudus mengadakan rapat paripurna. Rapat tersebut memiliki agenda yang membahas terkait keputusan DPRD tentang persetujuan Rancanagan...

PIONKU, Sarana Baru Promosi Potensi Daerah

KUDUS - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus meluncurkan aplikasi PIONKU (Promosi Investasi Online Kudus). Aplikasi ini dibuat untuk...

Plt Kepala Dindikbud Demak Resmikan Kampung Literasi

DEMAK - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Demak, Eko Pringgolaksito, meresmikan kampung literasi di Desa Karangsari, Kecamatan Karangtengah, belum...

Kabupaten Demak Raih 2 Penghargaan Kompetisi Layanan Publik

DEMAK – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Republik Indonesia mengadakan kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik 2020, kemarin. Kabupaten Demak mendapatkan...

Pemkot Semarang Siap Gelar Pemungutan Suara

SEMARANG - Pjs. Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto memastikan bahwa Kota Semarang siap menggelar pemungutan suara pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19. Pihaknya telah...

Anggaran Menurun, Target Porprov 2022 Tetap Tinggi

KUDUS - Meski anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kudus untuk tahun 2021 minim. Pihaknya tetap memasang target tinggi pada gelaran Pekan Olah...

Ubah Tembok Miliki Nilai Estetik

SEMARANG - Sebagian sekolah sudah memulai kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Namun masih ada sekolah yang belum kembali menggelar pembelajaran tatap muka. Meski...

Minta Profesionalitas Aparatur Lebih Dikedepankan

PEMALANG – Bupati Pemalang, Dr. H. Junaedi, SH., M.M didampingi Sekda M. Arifin dan Kepala BKD Pemalang, Sugianto, melantik dan mengambil sumpah janji 105...

Tegaskan PTM Awal 2021

SEMARANG – Dinas Pendidikan Kota Semarang menegaskan akan tetap melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) pada awal tahun 2021. Hal itu disebabkan oleh banyaknya permintaan...

Ditengah Pandemi, Usaha Kain Tenun Goyor Tetap Bertahan

PEMALANG - Di masa pandemi ini banyak bidang usaha yang merasakan dampaknya, baik kuliner, jasa maupun pemasaran produk. Tidak terkecuali pengrajin tekstil tenun Goyor....